Sadis! Pelaku Teman Sendiri, Ini Sejumlah Luka Siswi SMA Malang yang Membuatnya Tewas

Posted on

Lahiya – Seorang siswi SMA yang masih berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan sadis di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang Selatan, Jumat (29/12/2017) kemarin.

Kematian siswi berinisial VS ini mengejutkan banyak orang. Pasalnya, ia ditemukan di hutan pantai Ngliyep dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Korban yang meninggal dunia dalam perawatan di RS Kanjuruhan Kota Kepanjen, Malang tersebut diketahui mengalami sejumlah luka yang menjadi penyebab kematian.

Pada tubuh korban ditemukan luka sayatan di leher melingkar 15-20 cm, luka sayat di perut sepanjang 15 cm sedalam 0,5 cm, luka bacok di punggung tangan kanan dan kiri, serta luka bacok di sela tangan kiri.

Baca juga: Kejam! 68 Warga Sipil Tewas Jadi Korban Serangan Saudi Sehari

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku yang ternyata masih merupakan teman korban, yakni Nd (16) asal Kecamatan Kalipare.

“Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan. Tetapi karena dia perempuan dan masih di bawah umur, maka penyidikan akan kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang,” terang Kapolsek Donomulyo AKP Sardikan, seperti dilansir tribunnews.com.

Sementara itu, ayah korban, Iswanto (45) mengatakan bahwa pagi harinya sang anak dijemput oleh Nd. Saat ditanya, Nd mengaku akan mengajak VS ke sebuah kafe.

Namun, siang harinya Iswanto malah mendapat kabar bahwa anaknya ditemukan dalam keadaan terluka parah di dekat obyek wisata pantai Ngliyep.

Menurut pengakuan Iswanto, peristiwa ini bermula ketika VS dan Nd sempat adu mulut soal bedak. VS diketahui telah menyerahkan uang sebesar Rp 110.000 kepada Nd untuk membeli bedak secara online.

Namun, bedak pesanannya tak kunjung datang. Meski sempat bertengkar, masalah ini sebenarnya telah diselesaikan baik-baik malam sebelum kejadian.

Baca juga: Waspada Jelang Tahun Baru! Kemenkes Sebut Terompet Berpotensi Tularkan Penyakit Mematikan Ini

“Jadi malam kemarin persoalan pesanan bedak itu sudah selesai sebenarnya. Dan anak saya dan temannya Nd sudah berteman biasa,” terang Iswanto.

Atas kejadian ini, Iswanto ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Pasalnya, ia sangat yakin anaknya tak bersalah, namun malah dianiaya hingga tewas.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan