Salut! Pria Ini Jadi Driver GO-JEK Demi Hidupi Ratusan Santri Penghapal Alquran

Posted on

Lahiya – Menjadi driver ojek online bagi sebagian orang bukan hanya sekedar pekerjaan sampingan, tapi juga sebuah kebanggaan.

Seperti driver Gojek bernama Endang Irawan. Ia sebenarnya merupakan merupakan pemilik Pondok Pesantren Nurul Iman khusus hafalanl aquran di Gunung Putri, Bogor.

Meski begitu, ia lebih bangga menggunakan jaket Gojek dibanding tampil dengan pakaian ala pemuka agama.

“Saya sedang belajar ilmu agar tak dikenal orang. Selain itu, bagaimanapun juga, Gojek ini juga lah yang berjasa ikut membesarkan pondok saya,” katanya di kantor GO-JEK, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018) lalu, dilansir kumparan.com.

Baca juga: Anak Fadli Zon Keluarkan Single Musik, Sempat Dikomentari Begini Oleh Ahmad Dhani

Sebelum menjadi driver ojek online, Endang awalnya bekerja sebagai mekanik elektrik khusus wilayah luar Pulau Jawa. Ia pernah mendatangi hampir semua pulau besar di Indonesia untuk mencari nafkah. Namun, penghasilannya itu bukan hanya untuk keluarganya tapi juga 126 orang santrinya.

Sebagai seorang mekanik elektrik, Endang hanya bisa pulang 8 bulan sekali. Ini cukup menyulitkan baginya karena harus mengawasi anak didiknya secara rutin.

“Kalau di Gojek, saya nyaman. Kenapa? Karena saya punya anak didik asuh yang perlu pengontrolan yang penuh. Kalau dulu saya bisa 8-6 bulan bekerja (di luar Jawa) paling lewat telepon. Kalau sekarang bisa bolak-balik kapan saja,” akunya.

Pondok pesantren tersebut menurut Endang telah berdiri sejak 12 tahun lalu. Santri di pondok ini rata-rata berusia 12-24 tahun. Bahkan, ada yang berhasil mengjadi penghafal Alquran tingkat provinsi.

Menurut Endang, tak semua santri yang belajar di pondoknya di pungut biaya. Bahkan, ia juga menawarkan bantuan untuk anak para driver Gojek yang yatim atau tidak mampu dan ingin belajar Alquran. Endang akan menanggung semua biaya pondok termasuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

“Lalu yang kedua adalah fakir, fakir itu dia ada penghasilan tapi tidak memenuhi. Itu saya lihat kondisi, kadang saya tidak ambil biaya. Begitu pula yang miskin, atau penghasilannya tidak menentu,” terangnya.

Baca juga: Bikin Ulah Lagi, Ade Armando Sebut Habib Rizieq Banci Kaleng

Endang mengaku, selama ini penghasilannya dari Gojek selalu dibagi empat. Yakni untuk menghidupi anak istri, santri-santrinya, membayar kontrakan, serta untuk dirinya sendiri.

“Memang tidak masuk di akal. Tapi memang begitu adanya. Padahal motor saya sudah dari tahun 2002, tapi mengapa customer selalu bilang bapaknya oke, bapaknya mantep, dan berikan uang tip? Ngobrol di jalan juga kadang enggak. Nah, itu makanya kadang-kadang rezeki memang beda-beda,” tukasnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan