Sandiaga Uno Ungkap Kajiannya Soal Gaji Ratusan Pak Ogah di Jakarta

Posted on

Lahiya – Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan pihaknya masih mengkaji gaji untuk sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) alias Pak Ogah. Ia juga menyebutkan hingga saat ini masih belum mendapat update lebih lanjut terkait hal ini.

“Saya belum diupdate. Tapi itu memang salah satu yang diangkat oleh Pak Dirlantas (Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Paggara) dan kita dalam untuk mendorong lalu-lintas yang lebih baik dan memastikan lapangan kerja tercipta. Kami sedang melakukan kajian (soal Pak Ogah),” demikian dibeberkan Sandiaga Uno kepada wartawan, saat ditemui di Masjid Nurul Iman Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (07/01/2018), seperti dilansir dari liputan Metro.Tempo.co.

Sandiaga Uno menambahkan, kelak apabila telah ada kajiannya, dia akan berkonsultasi dengan semua pihak yang berkepentingan.

“Ya kita akan lihat nanti bagaimana. Karena kemarin tidak dianggarkan di (APBD) 2018. Tapi kita akan lihat nanti bagaimana efektifitasnya,” ungkap Sandi.

Baca juga: Astaga! Wajah Wanita Ini Rusak Akibat Minum Obat Sakit Gigi, Penyebabnya Tak Disangka

Legalisasi Status Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas)

Sebelumnya Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya telah melegalkan status Pak Ogah, yang saat ini mendapat nama Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). Sebanyak 480 anggota Supeltas itu telah dikerahkan membantu polisi mengatur lalu lintas sejak 28 Oktober 2017 lalu.

Komisaris Besar Halim Paggara selaku Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, anggota Supeltas itu berada di bawah binaan Polda Metro Jaya. Mereka disebar di sejumlah titik rawan kemacetan di enam wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Halim mengatakan, kendati para relawan itu sudah bertugas, mereka belum mendapat kepastian soal gaji.

“Memang belum (soal pengupahan), tapi saya punya program,” tuturnya pada Rabu (08/11/2017).

Ia berharap agar program yang dicanangkan sejak Agustus lalu itu mendapat pendanaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Harapannya, mereka bisa digaji setara upah minimum,” tukasnya.

Program ini pernah diajukan kepada Djarot Syaiful Hidayat, yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Djarot menolaknya karena dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tidak ada mata anggaran untuk program tersebut.

Meski begitu, Halim tak patah semangat. Ia mengajukan program ini kepada Gubernur Anies Baswedan.

“Idenya menarik. Kami akan buat tim kecil untuk mengkaji langkah-langkah ke depannya,” tutur Anies pada November 2017 lalu.

Halim menyebutkan, anggota Supeltas tak boleh meminta uang. Namun, karena sejauh ini upahnya belum pasti, para Pak Ogah itu diperbolehkan menerima uang tip dari pengendara.

Baca juga: Struktur Gaji PNS Akan Diubah? Ini Bocorannya

“Bukan meminta, tapi menerima pemberian sebagai ucapan terima kasih,” katanya. Halim pun lantas mengajak masyarakat untuk ikut bersama mengawasi kinerja para relawan tersebut.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan