Sarifuddin Sudding Sebut Hanura Tak Akan Campakkan Oesman Sapta Odang, Asal…

Posted on

Lahiya – Kamis (18/1/2018), Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding menghelat Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur. Agenda Munaslub ini adalah untuk mengukuhkan Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai Ketua Umum menggantikan Oesman Sapta Odang atau OSO.

Dilansir dari laman tribunnews.com, Sekretaris Jenderal Hanura, Sarifuddis Sudding, mengklaim bahwa pengukuhan Daryatmo dan pelaksanaan Munaslub ini sah lantaran sudah sesuai dengan mekanisme partai yang diikuti 2.3 DPD dan DPC dari seluruh Indonesia.

Kendati OSO diberhentikan sebagai ketua, Sudding menyebut bahwa dirinya tak akan mencampakkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD RI itu.

“Kami menerima kembali Pak OSO sebagai kader, tapi kalau ketum, tidak karena secara sah sudah diganti oleh Pak Daryatmo,” terang Sudding dalam konferensi pers.

Didapuk sebagai Ketua Umum Hanura yang baru versi Munaslub kubu Sarifuddin Sudding, Daryatmo mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk terus berkomunikasi guna mengupayakan konsolidasi dengan pihak OSO yang dikenal dengan nama kubu Ambhara.

Baca Juga: Tuai Simpati dari Pejabat. Ditelantarkan Orangtuanya, Bocah 8 Tahun berjuang Sendiri Lawan Penyakit Gagal Ginjal

“Saya sebagai junior beliau siap bertemu kapan saja. Di kubu seberang juga banyak sahabat kami, komunikasi masih terus berlangsung baik terutama degan Pak OSO,” kata Daryatmo.

Sementara itu, dikutip dari kompas.com, Ketua Penyelenggara Munaslub, Wisnu Dewanto, membenarkan bahwa Munaslub Partai Hanura dihadiri oleh berbagai pengurus partai dari DPD dan DPC.

“Telah hadir 27 DPD dan 401 DPC untuk tingkat cadang kabupaten-kota,” katanya saat membuka Munaslub.

Wisnu juga mengatakan bahwa agenda Munaslub Hanura kubu Sudding ini hanya memiliki satu agenda, yakni memberhentikan OSO dan mengukuhkan Daryatmo menjadi ketua umum.

Jalannya Munaslub sendiri tidaklah lama. sidang dimulai pada sekitar pukul 09.20 WIB dan keputusan pemecatan OSO sudah diambil sekitar pukul 09.30 WIB.

Di dalam rapat, berdasar pemantauan kompas.com, pengambilan keputusan itu dilakukan sangat singkat.

“Apakah hasil rapat pimpian tentang pemberhentian Oesman Sapta Odang dapat disetujui?” tanya pimpinan sidang.

Kader Hanura yang ada di ruang sidang pun langsung berseru mnyatakan setuju. Lalu, pimpinan sidang mengetuk palu tiga kali.

OSO sendiri dipecat setelah mendapat mosi tidak percaya dari pengurus Hanura dari berbagai daerah. OSO dianggap telah melanggar aturan partai.

Kesalah OSO beberapa tersebut, menurut pengurus DPD, beberapa di antaranya adalah melanggar AD/ART, melaggar pakta integritas, dan diduga melakukan praktik mahar politik.

Kemudian Badan Pengurus harian (BPH) Hanura mengeluarkan surat pemecatan OSO dan menunjuk Daryatmo sebagai Plt Ketua Umum.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan