Satu Rutan, Fredrich Yunadi Akui Ogah Ngobrol dengan Setya Novanto. Kenapa?

Posted on

Lahiya – Mantan Ketua Umum DPR RI Setya Novanto dan mantan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, kini mendekam di rumah tahanan yang sama.

Keduanya diketahui berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Khusus Jakarta Timur cabang rutan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Meski berada di satu rutan yang sama, Fredrich mengaku bahwa dirinya jarang bertemu dengan Novanto. Apalagi, mereka berdua juga tak satu kamar.

“Enggak mungkin dong saya satu kamar sama SN, pasti dipisah. Kami kamarnya masing-masing,” tutur Fredrich setelah diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018) kemarin, seperti dilansir jawapos.com.

Baca juga: Fredrich Yunadi Minta KPK Periksa Kapolri, Polri Beri Tanggapan

Karena jarang bertemu dan tak satu kamar, Fredrich mengaku dirinya pun jarang berbincang dengan mantan kliennya itu. Selain itu, saat bertemu pun keduanya lebih memilih untuk tak berbincang. Mereka hanya sekedar menyapa tanpa membicarakan kasus hukum yang kini menjerat keduanya.

“Ya kalau ketemu kami say hello saja. Kami tidak mau bicara apa-apa,” lanjutnya.

Selain hampir tak pernah berbincang dengan Novanto, Fredrich juga mengaku bahwa dia juga jarang beraktivitas dengan sesama penghuni rutan.

Fredrich mengaku enggan untuk berolahraga seperti yang dilakukan Novanto, yakni bermain pingpong. Pasalnya, ia tak biasa melakukan olahraga tersebut.

Dibanding pingpong, Fredrich mengatakan bahwa dia lebih suka olahraga menembak. Menurutnya, jika ada lapangan tembak di rutan, ia akan latihan setiap hari.

“Saya suka nembak. Itu saja. Siapin saya lapangan tembak, pasti setiap hari latihan,” pungkasnya.

Baca juga: Fredrich Yunadi Menyebut Dirinya Didukung 90.000 Advokat

Sebelumnya, KPK menetapkan Fredrich sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP terhadap Setya Novanto.

Fredrich dianggap telah melakukan rekayasa terhadap sakit yang dialami Novanto setelah terjadinya kecelakaan pada November 2017 lalu.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan