Segera! Sandiaga Uno Akan Diperiksa Terkait Kasus Penggelapan Lahan

Posted on

Lahiya – Agenda pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan dilaksanakan pada Kamis (18/01/2018) besok. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sandiaga akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor terkait kasus dugaan penggelapan lahan dan tindak pidana pencucian uang.

“Yang bersangkutan kami jadwalkan untuk diperiksa pada Kamis besok,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada tim wartawan, Selasa (16/01/2018). Demikian sebagaimana dilansir dari laman Kompas.com, Rabu (17/01/2018).

Merujuk pada surat pemanggilan yang telah beredar luas, penyidik saat ini sudah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan. Andreas Tjahjadi selaku rekan bisnis Sandiaga dalam kasus yang sama juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Berdasarkan surat panggilan, pada 11 Oktober 2017 Sandiaga dikatakan pernah mangkir dari panggilan polisi. Waktu itu kuasa hukum Sandiaga meminta agar pemeriksaan ditunda setelah kliennya dilantik menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Ketika Raja Arab Saudi Terkejut Mendengar Cerita Jokowi

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi dari kuasa hukum Sandiaga mengenai kapan kliennya mau diperiksa. Akhirnya, penyidik melayangkan panggilan kedua untuk Sandiaga pada Kamis besok.

Pemilik Saham PT Japirex

Dibuat pada 15 Januari 2018, surat panggilan tersebut ditandatangani oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Surat pemanggilan itu juga sudah dibenarkan oleh Argo, “Ya memang betul ada surat pemanggilan itu,” tukasnya.

Argo berpendapat, Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan untuk Andreas dan Sandiaga. Laporan itu dibuat Fransiska Kumalawati pada Senin (08/01/2018) kemarin. Laporan tersebut diterima dan tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/109/2018/PMJ/Dit Reskrimum.

Dituturkan Fransiska, Sandiaga dan Andreas kembali dilaporkan ke polisi sebagai pemilik saham PT Japirex. Keduanya masuk jajaran direksi perusahaan tersebut pada 2012 lalu.

Keduanya diduga telah menjual tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang.

Baca juga: Pilih Bamsoet Jadi Ketua DPR, Jerry: Golkar Sedang Menggali Kuburannya Sendiri

“Laporan ini untuk sertifikat tanah nomor 1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB dan telah dijual ke orang ketiga,” sebut Fransiska dikutip dari laman Kompas.com.

Fransiska mengungkapkan, tak pernah ada perjanjian antara Djoni, Sandiaga, dan Andreas mengenai penjualan tanah terkait.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan