Sejarah Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Terbuka

Sejarah Pancasila-Saat ini mungkin hanya Indonesia yang mempunyai dasar negara berupa Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut termasuk yang melingkupi semua ideologi. Selain demokrasi, dalam Pancasila juga terkandung sosialisme dan religius Islam.

Tidak mudah untuk merumuskan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Mau tahu bagaimana perjalanan munculnya Pancasila? Berikut sejarah lahirnya Pancasila.


Kekalahan Jepang terhadap Sekutu di Depan Mata


Jepang semakin hari merasa semakin terdesak oleh pasukan sekutu dalam perang Pasifik (Perang Dunia ke-II). Saat kekalahan sudah dirasakan sangat dekat, Jepang kembali mengambil hati rakyat Indonesia agar mau membantunya memenangkan perang terhadap sekutu.

Bahkan Jepang berdalih akan menghalangi penjajahan sekutu terhadap Indonesia lagi serta menjanjikan kemerdekaan yang sangat diidam-idamkan oleh rakyat Indonesia. Janji tersebut diutarakan pada sidang istimewa parlemen Jepang pada 17 September 1944 oleh Perdana Menteri Koiso.

Janji tersebut dikuatkan dengan pembentukan badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang bernama dokuritsu junbi cosakai (BPUPKI) pada 1 Maret 1945. Salah satu tugas BPUPKI adalah mempersiapkan dasar negara Indonesia yang kelak bernama Pancasila.


Tokoh Perumus Pancasila


pencipta pancasila

Moh Yamin, Soepomo, dan Soekarno

 

BPUPKI dengan ketua Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningkrat melakukan sidang untuk merumuskan dasar negara pertama kali pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Anggota BPUPKI yang berperan penting dalam perumusan dasar negara adalah Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Masyur, K.H. Wachid Hasyim, H. Agus Salim, Soepomo, dan Mohammad Yamin.

Secara khusus ada tiga tokoh yang mengemukakan usulan rancangan dasar negara yaitu Mr. Mohammad Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.  Akhirnya, dari perdebatan tokoh inilah mengerucut dua pendapat yang disampaikan dalam siding Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yaitu

Muhammad Yamin

Pada 29 Mei 1945 menyampaikan pendapatnya dalam sebuah pidato tentang lima dasar, yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia berpendapat bahwa ke-5 sila yang diutarakan tersebut berasal dari sejarah, agama, peradaban, dan hidup ketatanegaraan yang tumbuh dan berkembang sejak lama di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

Mr. Supomo

Mengemukakan usulan rumusan dasar negara di sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945, dari pemikiran tersebut merupakan penjelasan masalah-masalah mengenai hubungan dasar negara Indonesia dimana negara dibentuk hendaklah integralistik berdasarkan pada

1). Persatuan
2). Kekeluargaan
3). Keseimbangan lahir dan batin
4). Musyawarah
5). Keadilan sosial

loading...

Soekarno

lalu pada 1 Juni 1945 Soekarno mengemukakan Pancasila sebagai dasar negara dalam pidato spontan yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Ir. Sukarno merumuskan dasar negara: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, KeTuhanan yang maha esa


Lahirnya Pancasila


Soekarno mencetuskan pancasila

Soekarno mencetuskan pancasila

Seluruh usulan dasar negara dari 3 tokoh bangsa kemudian disidangkan dalam sebuah panitia kecil yang disebut sebagai panitia 9 (sembilan) yang merupakan anggota BPUPKI.

Panitia sembilan yang terdiri dari Ir. Soekarno, Abdul Kahar Muzakir, Dr. Mohammad Hatta, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Mohammad Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, dan A. A. Maramis bertugas menetapkan dasar negara dengan merangkum usulan-usulan yang muncul dalam sidang BPUPKI.

Akhirnya panitia sembilan bersama sejumlah anggota BPUPKI (total berjumlah 38 orang) berhasil menetapkan rumusan dasar negara pada 22 Juni 1945 dengan sebutan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Dalam rapat pleno BPUPKI 14 Juli 1945 akhirnya ditetapkan dasar negara berdasarkan piagam Jakarta yang telah dirumuskan yaitu:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


Piagam Jakarta dan Kesatuan Bangsa


piagam jakarta bpupki pancasila

Sejak Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945 maka kekuatan Jepang dalam perang dunia II sangat terpukul. Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia yang telah dijanjikan Jepang pada 24 Agustus 1945 dipercepat oleh desakan golongan muda yang tidak setuju dengan pemberian kemerdekaan dari Jepang.

Mereka mengasingkan Soekarno dan Mohammad Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok. Indonesia akhirnya emproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Golongan minoritas non muslim tidak setuju dengan rumusan ketetapan dasar negara.

Dengan alasan ingin menyatukan seluruh komponen bangsa maka Soekarno setelah berdiskusi dengan tokoh-tokoh muslim meminta penghapusan kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. BPUPKI yang telah berganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) kembali menetapkan dasar negara dalam plenonya pada 18 Agustus 1945 dengan keputusan dasar negara sebagai berikut:

1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia
4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Ideologi Komunis dan Kesaktian Pancasila


Pancasila sebagai dasar negara juga mengalami berbagai ujian baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Agresi sekutu paska deklarasi kemerdekaan sempat menetapkan Indonesia dalam konstitusi RIS yang sedikit mengubah rumusan Pancasila.

Lebih jauh, usaha merobohkan dasar negara Pancasila dan menggantinya dengan paham lain mencapai puncaknya dengan adanya pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang menginginkan ideologi komunis digunakan di Indonesia. Berhasil ditumpasnya PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila.


Ideologi Pancasila


ideologi terbuka pancasila

Secara etimologis, istilah Ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita, pemikiran, dan kata “logos” yang berarti ilmu. Kata “oida” berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengetahui, melihat, bentuk.

Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan.

Idologi menurut Gunawan Setiardjo: Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah ‘aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.Pada dasarnya ideologi terbagi dua bagian, yaitu Ideologi Tertutup dan Ideologi Terbuka.

Ideologi Tertutup merupakan suatu pemikiran tertutup. Sedangkan Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka. Ideologi Terbuka memiliki ciri khas yaitu nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat sendiri.

Ideologi terbuka diciptakan oleh Negara melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, Ideologi terbuka merupakan milik semua masyarakat dalam menemukan ‘dirinya’ dan ‘kepribadiannya’ dalam Ideologi tersebut.

Pancasila sebagai suatu Ideologi tidak bersifat tertutup dan kaku, tetapi bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa Ideologi pancasila besifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Keluwesan dan fleksibelitas serta keterbukaan yang dimiliki oleh ideologi Pancasila menjadikan Pancasila tidak ketinggalan zaman dalam tatanan sosial, namun sifatnya yang terbuka bukan berarti nilai-nilai dasar Pancasila dapat dirubah /diganti dengan nilai dasar yang lain.

Sebab jika nialai dasar tersebut dirubah berarti meniadakan Pancasila bahkan membubarkan Negara RI. Yang dimaksud dengan ideologi Pancasila yang bersifat terbuka adalah nilai-nilai dasar dari Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman.


Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


Sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka maka secara struktural Pancasila memiliki tiga dimensi sebagai berikut:

• Dimensi idealis. bahwa nilai-nilai dasar ideologis tersebut mengandung idealisme, bukan angan-angan yang memberi hambatan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengalamannya dalam praktek kehidupan bersama mereka sehari-hari dengan berbagai dimensinya

• Dimensi Fleksibilitas. Bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan Merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya,tanpa menghilangkan hakikat (jati diri) yang terkandung dalam nilai dasar.

• Dimensi realitas. adalah suatu Ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup & berkembang dalam masyarakat. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi secara reel berakar dan hidup dalam masyarakat/bangsanya, terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya.

Oleh karena itu, selain memiliki dimensi nilai-nilai ideal dan normative, pancasila juga harus mampu dijabarkan dalam kehidupan bermasyarakat secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penyelenggaraan Negara.

Itulah sejarah singkat lahirnya Pancasila. Secara utuh Pancasila sebagai sebuah dasar negara tertuang dalam Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Semoga bermanfaat.

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan