SHARE
Loading...

Tiongkok terkenal dengan pemikiran kunonya yang menitikberatkan pada anak laki-laki. Anak laki-laki dianggap dapat meneruskan keturunan, ditambah lagi dengan peraturan pemerintah yang hanya memperbolehkan mempunyai 1 anak, membuat masyarakat Tiongkok lebih memilih untuk melahirkan anak laki-laki ketimbang perempuan.

Seorang ibu muda kelahiran tahun 90-an hamil 4 kali secara berturut-turut karena saking menginginkan anak laki-laki. Akhirnya pada kehamilan ke-4, rahimnya tak kuat lagi terjadilah kejadian yang mengenaskan ini.

rahim

Sebut saja namanya Xiao Rong, ia baru saja menikah dengan suaminya dan langsung hamil anak pertama. Ia tahu bahwa ia “harus” melahirkan anak laki-laki karena itulah yang diharapkan oleh mertuanya.

Nyatanya, 1 tahun kemudian, ia melahirkan seorang anak perempuan. Saat anaknya belum mencapai 1 tahun, Xiao Rong hamil lagi. Kali ini tekanannya menjadi lebih besar karena kehamilan ke-2, jangan sampai anak perempuan lagi.

Sang mertua bahkan bantu jagain anak perempuannya supaya Xiao Rong bisa beristirahat. Nyatanya, anak kedua perempuan lagi. Walaupun pihak mertua tidak kenapa-kenapa, tapi mereka tahu Xiao Rong pasti akan mencoba lagi.

rahim

Lagi-lagi anak kedua belum 1 tahun, Xiao Rong hamil lagi. Kali ini janinnya lebih besar sehingga hanya bisa dilakukan operasi caesar, tapi sayangnya yang lahir perempuan lagi. Suaminya sudah menyerah, 3 anak perempuan sudah cukup. Kalau lahir lagi, biaya akan bertambah besar.

Tapi, Xiao Rong tetap bersikeras ingin melahirkan seorang anak laki-laki untuk meneruskan keturunan dan memenuhi keinginan mertua. Di saat badannya belum pulih total, rahimnya belum sepenuhnya menyusut, ditambah lagi operasi caesar, Xiao Rong buru-buru hamil lagi.

Suaminya menyuruhnya untuk aborsi, namun sebagai seorang ibu, ia tak kuasa membunuh bayinya sendiri. Akhirnya kehamilan pun dilanjutkan. Pada saat kehamilan mencapai 30 minggu, Xiao Rong tiba-tiba sakit perut dan dilarikan ke rumah sakit.

Dokter bilang bayinya harus segera dikeluarkan walau belum cukup bulan, kalau tidak bisa membahayakan nyawa keduanya. Ketika dokter membedah dan melihat isi perutnya, dokter menemukan rahim Xiao Rong sudah menipis seperti “balon”, transparan, sampai-sampai rambut dan jari tangan janin dapat terlihat dengan jelas.

rahim

Seusai operasi, dokter pun mengucapkan selamat kepada suaminya, yang lahir seorang anak laki-laki! Namun, Xiao Rong sudah tidak bisa hamil lagi. Rahimnya terlalu dipaksakan dan sudah tidak bisa dipakai lagi, harus diangkat. Sungguh kasihan, tapi tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan nyawanya.

rahim

Sungguh ironis… Hanya demi mendapatkan anak laki-laki tidak memikirkan kondisi badan sendiri. Wanita sebaiknya menunda jarak antara kehamilan paling tidak 2 tahun. Cintailah tubuh sendiri!