Seorang Istri Hampir Usir Pengemis yang Mendekati Suaminya Saat Hendak Mengambil Gaji di ATM, Namun Pengemis Tersebut Justru Bersikap Diluar Dugaan

Posted on

Berbagi dengan sesama, terutama yang membutuhkan, memang merupakan hal yang sangat indah. Bisa ikut berbagi dengan mereka yang membutuhkan, selain berpahala, tentunya akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi siapapun yang melakukan serta yang menerimanya. Berbagi dengan sesama juga merupakan bentuk syukur kita kepada Sang Pencipta atas semua rezeki yang telah kita dapatkan.

Sayangnya, tidak sedikit dari kita justru terlena dan lupa bahwa setiap rezeki yang kita dapat juga terkandung hak milik kaum miskin atau merek ayang membutuhkan. Kisah berikut ini dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa berbagi dnegan sesama akan selalu menimbulkan dampak positif.

Selain itu jangan pernah takut untuk bersedekah karena setiap sedekah yang kita keluarkan akan bermanfaat baik bagi kita di akhirat kelak.

https://i2.wp.com/cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/10/18/189/1148211/peneliti-ugm-pengemis-di-yogya-digerakkan-oleh-mafia-KnV.jpg?w=1140&ssl=1

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan.

Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.

Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya.

Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”

Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya.

Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia. Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO.

Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

https://i0.wp.com/ciricara.com/wp-content/uploads/2013/11/29/pengemis-di-jakarta.jpg?w=1140

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:

“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!”

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan