Home Politik Seputar Wacana Pembentukan ‘Golkar Baru’ Dan Munaslub Partai Golkar | @SuaraGolkar

Seputar Wacana Pembentukan ‘Golkar Baru’ Dan Munaslub Partai Golkar | @SuaraGolkar

SHARE

 

munaslub golkar

 

Golkar Baru Diwacanakan, Penyelesaian Konflik atau Intrik?

Konflik yang terjadi di tubuh PARTAI GOLKAR tak kunjung usai. Berbagai cara telah ditempuh mulai dari mediasi hingga jalur hukum. Namun wacananya menurut Yorrys bakal ada Golkar baru sebelum pelaksanaan Pilkada serentak Desember nanti.

Memang sangat sulit bagi Golkar untuk menjadi solid menghadapi pilkada serentak dengan konflik yang masih membara.Lalu apakah Golkar baru ini tidak akan memunculkan tokoh seperti Ical dan Agung lagi?

Hanya saja memang sulit mencari elite Golkar yang netral di tengah keberpihakan di antara kedua kubu. Hampir tidak ada malah. Karena itu wacana Munaslub ini akan dilaksanakan sblm Pilkada serentak. Jalur hukum yang ditempuh kedua kubu ini tak akan bisa selesai. Sebab keduanya akan terus saling mengajukan gugatan lalu banding begitu seterusnya.

Yorrys juga mengatakan Munaslub akan dihiasi oleh tokoh-tokoh muda di Golkar. Ada Mahyudin, Setya Novanto, Akom, Aziz Syamsudin, Airlangga, dll. Namun tokoh seperti Ical dan Agung tidak akan dibuang begitu saja. Mereka akan ditempatkan di posisi yang terhormat sebagai ketua dewan kehormatan partai atau ketua dewan penasihat.

Yorrys sendiri mengaku tidak berminat mencalonkan diri menjadi ketum Golkar mengingat usianya yang tergolong pada kaum tua.

Sementara itu ia dan tim sepuluh atau tim islah terbatas akan menyelenggarakan Munaslub secara independen. Dan tim ini sudah sepakat untuk tidak menjadi timbisaukses dari calon manapun. Mereka akan menjadi independen saja.

Sementara dari kubu Ical, Nurdin Halid menanggapi positif soal wacana Munaslub ini.
Menurut Nurdin, wacana itu sah-sah saja asal berpegang teguh AD/ART PARTAI GOLKAR.

Sebenarnya menurut Nurdin setiap kali sidang di pengadilan justru ada kesempatan kedua belah pihak untuk menempuh jalur damai melalui islah. Intinya semua pihak itu harus kembali ke AD/ART partai dengan lakukan musyawarah bersama.

Kalau semua taat asas, masalah selesai. Ungkap Nurdin Wacana Munaslub ini sudah disetujui oleh @Pak_JK Belajar dari pengalaman jalur hukum yang ditempuh malah menuai mslh baru. Namanya masih wacana, belum ada kepastian kubu Ical akan menerima Munaslub ini. Masih dalam proses negosiasi.

Tetapi yang paling penting adalah ada niat dari kubu yang berkonflik ini untuk selesaikan permasalahan internal di tubuh partai Golkar.

loading...

Hal ini juga demi keberlangsungan dan eksistensi partai Golkar ke depannya. Bagaimana bisa memiliki posisi yang kuat di luar jika bermasalah di dalam? Bicara Munaslub, berarti kepengurusan Golkar akan berubah. Menarik, sebab ada dua kubu yang terus berseteru.

Di Munaslub mendatang, disebut-sebut bahwa @aburizalbakrie maupun @alberkarya idealnya tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ketum Golkar. Kedua nama tersebut akan digantikan oleh kandidat lain yang lebih muda. Sebab Golkar membutuhkan visi yang lebih segar.

Selain itu, dua nama tadi dianggap terlalu mewakili kepentingan dua kubu. Akan bagus jika Ketum Golkar mendatang bukan mereka lagi.

Ada beberapa nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Caketum Golkar periode mendatang. Siapa saja mereka? Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komaruddin (@Akom2005), Aziz Syamsudin, Airlangga H (@airlangga_hrt) disebut-sebut sebagai kandidat Caketum Golkar.

Dari nama-nama itu, baru Setya Novanto yang mengklarifikasi tentang dirinya sebagai kandidat Caketum Golkar. Intinya, dia tidak berminat. “Saya lebih baik pikirkan di DPR kerja sebaik-baiknya,” demikian klarifikasi Setya seputar kandidat Caketum Golkar

Setya berharap baik @aburizalbakrie dan @alberkarya, dua tokoh sentral Golkar, bisa saling hargai dan selesaikan masalah dengan baik. Sebaliknya, wakil ketua MPR, Mahyuddin, menyatakan dirinya maju sebagai calon ketum Golkar pada munaslub.

Ada satu nama yang juga digadang-gadang maju sebagai kandidat Caketum Golkar, yaitu Tommy Soeharto. Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) prediksikan, Tommy Soeharto bisa kembali membangkitkan kejayaan Golkar.

“Namun, Tommy pasti dijegal bila mencalonkan diri saat Munas Golkar mendatang,” ujar Koordinator PMPHI, Gandi Parapat. Gandi mengatakan, penjegalan terhadap Tommy Soeharto tidak hanya dilakukan dari internal melainkan juga melibatkan pihak eksternal.

Apa betul Tommy berminat maju sebagai kandidat Caketum Golkar? Atau sekadar keinginan sebagian orang yang punya kepentingan?

Yang pasti, para loyalis Golkar akan sulit menerima apabila orang luar mendadak ikut berambisi memimpin partai ini. Bukan begitu?

*Kultwit Suara Rakyat @SuaraGolkar  15/09/2015 10:21:56 WIB

SHARE