Sistem Pencernaan Ikan (Pisces)

Posted on

Sistem Pencernaan Ikan (Pisces) Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Sistem Pencernaan Ikan, di sini kita akan membahas tentang Saluran pencernaan ikan, dan Kelenjar pencernaan ikan.

Saluran Pencernaan Ikan

Saluran pencernaan ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, serta anus.

Pada rongga mulut ada lidah serta gigi. Lidah pada ikan kurang berfungsi untuk pencernaan, namun cuma untuk membantu ikan untuk bernapas. Gigi runcing berbentuk kerucut bisa tumbuh pada rahang atas, bawah ataupun langit-langit. Rahang berfungsi untuk mengunyah makanan. Rongga mulut ikan banyak variasi pada berbagai jenis ikan, tergantung pada jenis makanan yang menjadi santapannya. Pada rongga mulut terdapat banyak kelenjar lendir, namun tidak memiliki kandungan kelenjar ludah. Setelah makanan dikunyah serta dilumasi lendir didalam rongga mulut, lantas makanan bakal masuk ke faring ikan yang dilengkapi dengan insang pada sisi kanan serta kirinya. Sesudah melewati faring, makanan bakal diteruskan ke esofagus (kerongkongan) ikan hingga mencapai lambung.

System Pencernaan Ikan

Pada pangkal lambung yang berbatasan dengan usus ada katup yang memisahkannya dengan usus. Uniknya pada ikan tidak mempunyai sekum pilori (usus buntu) yang menempel pada usus serta berfungsi untuk menghasilkan sekret serta absorpsi. Makanan setelah dari lambung bakal masuk kedalam usus serta terjadi penyerapan sari-sari makanan. Setelah seluruh sari makanan sudah diserap, sisa makanan lantas bakal dibuang lewat anus.

Beberapa jenis ikan memiliki panjang usus yang tidak sama serta melekuk-lekuk untuk memperbesar luas permukaan supaya penyerapan sari makanan lebih efektif serta tidak banyak terbuang.

Kelenjar Pencernaan Ikan

Kelenjar pencernaan pada ikan berbentuk hati yang menyatu dengan pankreas yang disebut dengan hepatopankreas serta empedu yang terdiri atas kantong empedu serta saluran empedu yang bermuara pada usus.

Pada beberapa ikan kelenjar hati serta pankreas ada yang menyatu, atau pankreasnya melalui kelenjar hati namun tidak menyatu, serta ada pula kelenjar pankreas yang terpisah kecil-kecil di sepanjang usus ikan.

Biasanya empedu berfungsi untuk memecah lemak yang berstruktur kompleks jadi lemak yang lebih sederhana supaya gampang diserap oleh usus.

Pembahasan lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Rongga mulut adalah saluran pembuka pada system pencernaan ataupun system pernapasan. Tidak seperti pada vertebrata daratan, mulut ikan tidak difungsikan untuk mengolah makanan baik secara mekanik maupun enzimatis. Ikan tidak mempunyai kelejar ludah oleh sebab itu, tidak ada enzim yang disekesikan kedalam rongga mulut. Artinya tidak terjadi pemecahan makanan didalam mulut. Rongga mulut ikat tersusun atas sel – sel epitel yang menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk melumatkan makanan saat makanan ditelan di esofagus. Tidak semua ikan mempunyai gigi. Ikan hiu serta ikan pari (kelompok ikan tulang rawan – chondrichthyes) mempunyai gigi polyphyodont yakni jenis gigi yang selalu diganti bila ada gigi yang tanggal. Ikan mempunyai lidah yang melekat di dasar rongga mulut. Biasanya, lidah ikan tidak bisa digerakkan. Lidah ikan amat sederhana, tidak tebal, serta kaku. Tidak seperti pada vertebrata daratan, lidah ikan tidak dipakai sebagai alat pendorong makanan. Hal semacam ini lantaran makanan terdorong bersama aliran arus air yang masuk. Pada langit – langit pangkal rongga mulut ada penebalan lapisan mukosa jadi palatin yang berfungsi mengatur kelebihan air yang masuk serta memompakan ke bagian insang.
  • Faring adalah saluran pendek setelah mulut. Faring dilapisi oleh sel – sel epitelium sama dengan rongga mulut. Faring bisa mempunyai gigi pada permukaan atas atau bawah pada beberapa ikan. Gigi – gigi faring berfungsi untuk memecah makanan yang masuk sama dengan fungsi gigi geraham pada mamalia. Tidak hanya itu, faring terdapat antara rongga mulut serta insang yang juga berfungsi sebagai filter makanan. Faring bakal memfilter bila bukan partikel makanan yang masuk bakal diarahkan ke insang untuk di buang.
  • Esofagus atau kerongkongan adalah saluran pencernaan setelah faring yang tersusu atas jaringan otot serta epitel. Sel- sel epitel squamosa (pipih) menyusun dinding – ding esofagus yang menghasilkan lendir atau mukus untuk mendorong makanan ke lambung dengan gerakan yang dihasilkan oleh jaringan otot polos. Esofagus juga berfungsi sebagai kontrol konsentrasi garam pada makanan. Esofagus bakal menyerap kelebihan garam secara difusi hingga bakal menurunkan konsentrasi garam pada makanan. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk mengoptimalkan penyerapan air di usus.
  • Lambung adalah saluran pencernaan yang jadi membesar. Lambung ikan dilapisi oleh lapisan mukosa yang dihasilkan oleh sel – sel mukus pada dinding lambung. Lapisan ini berperan untuk melindungi sel – sel lambung dari keasaaman asam klorida yang disekresikan ke lumen lambung. Sama dengan pada vertebrata daratan, asam lambung berfungsi untuk menghancurkan ikatan protein serta mengaktifkan enzim pepsin. Pada ikan yang tidak bergigi (ikan herbivora) mempunyai lambung gizzard sebelum saluran lambung ini. Gizzard berfungsi untuk menggerus makanan untuk sebelumnya masuk ke lambung. Pada pangkal lambung ada saluran lambung yang memendek serta mengecil sebelum masuk ke usus, saluran ini disebut juga saluran pyloric yang berfungsi mengatur masuknya chyme dari lambung masuk ke usus. Pencernaan kimiawi pada ikan berlangsung pertama kalinya di lambung.
  • Usus adalah saluran pencernaan yang panjang berkelok – kelok. Usus tersusun atas lapisan sel – sel epitel serta otot. Biasanya, anatomi usus sama dengan pada vertebrata daratan. Didalam usus bakal disekresikan enzim – enzim pencernaan dari pankreas (amilase, lipase, serta tripsin). Tidak hanya itu, hati bakal mensekresikan getah empedu untuk pemecahan senyawa lemak pada makanan. Semua penyerapan nutrisi makanan terjadi di sepanjang dinding usus halus, lalu zat makanan yang tidak tercerna bakal diteruskan ke rektum untuk dibuang lewat anus.
  • Rektum adalah segmen saluran pencernaan antara usus dengan anus. Rektum jadi muara senyawa yang tidak bisa diolah untuk dibuang lewat anus jadi feses. Tidak hanya itu, didalam rektum terjadi penyerapan air serta ion – ion yang diperlukan oleh tubuh. Pada larva ikan, penyerapan protein juga terjadi didalam rektum. Ikan – ikan tertentu (beberapa ikan purba, ikan hiu, ikan pari), rektum bermuara di kloaka yang merupakan saluran dari urine, pencernaan, serta genitalia. Tetapi pada beberapa ikan, rektum bermuara di anus. 80 -90% limbah pencernaan ikan berupa limbah metabolisme protein (ammoniak) serta bakteri yang sudah mati.
  • Anus adalah akhir dari saluran pencernaan. Sisa – sisa makanan yang tidak tercerna bakal (feses) dibuang lewat anus. Biasanya anus terdapat di depan lubang genitalia.

Jenis makanan ikan serta cara makannya bisa diduga dari:

  • Bentuk mulut, posisi mulut
  • Type gigi : canin, incisor, dsb
  • Tulang-tulang tapis insang : rapat, panjang, halus, dsb
  • Perbandingan antara panjang usus dengan panjang badannya
  • Untuk efektivitas system pencernaan, ada modifikasi-modifikasi pada lambung (contohnya belanak) serta pada usus (contoh pada ikan hiu). Dengan mengetahui jenis makanan alami serta cara makannya, bisa diterapkan pada usaha budidaya ikan.

Dengan pemahaman di atas itu kita dapat membagi ikan herbivora serta carnivora. Ketidaksamaan antara struktur alat pencernaan ikan herbivora serta ikan carnivora yaitu:

Untuk ikan herbivora:

  1. Gigi tumpul serta terkadang halus
  2. Tidak mempunyai lambung namun usus sisi depan membesar membentuk lambung palsu
  3. Panjang usus beberapa kali panjang badannya
  4. Tapis insang panjang serta rapat

Untuk ikan carnivora:

  1. Gigi runcing (gigi taring)
  2. Lambung memanjang
  3. Panjang usus sama atau lebih pendek dari pada panjang badannya
  4. Tapis insang pendek serta tidak rapat

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Sistem Pencernaan Ikan. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber: