SHARE
Loading...

Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda. Hewan yang termasuk ke dalam anggota filum Arthropoda adalah Crustacea (golongan udang dan kepiting), Myriapoda (golongan lipan dan luang), Arachnida (golongan laba-laba dan kalajengking), dan Insecta (golongan serangga). Hewan anggota filum ini mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda-beda.

Hewan yang hidup di air bernapas menggunakan insang, sedangkan hewan yang hidup di darat bernapas menggunakan trakea atau paru-paru buku. Trakea adalah saluran-saluran udara yang berguna untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh serangga. Sedangkan paru-paru buku adalah alat pernapasan yang mempunyai struktur bertumpuk dan bentuknya mirip buku. Sebagai contoh, Crustacea bernapas dengan insang, Myriapoda dan Insecta bernapas dengan trakea, sedangkan Arachnida bernapas dengan paru-paru buku.

Pernafasan pada Insecta berjalan dengan memakai system trakea. Udara keluar-masuk bukanlah lewat mulut namun lewat lubang-lubang sepanjang kedua segi badannya yang diberi nama stigma atau spirakel. Pada masing-masing ruas tubuh ada sepasang stigma, di bagian kiri serta di bagian kanan. Stigma senantiasa terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea lantas bakal bercabang-cabang hingga ke pembuluh halus untuk mengalirkan udara ke semua sisi tubuh. Udara masuk lewat stigma lantas bakal menyebar lewat trakea serta cabang-cabangnya.

“Oksigen diedarkan tidak lewat darah, tetapi langsung dari pembuluh trakea ke beberapa sel sekitar. Dengan hal tersebut cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi cuma berfungsi mengedarkan sari makanan serta hormon”

Loading...

Proses pernafasan serangga terjadi lantaran otot-otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot-otot tubuh menyebabkan pembuluh trakea mengembang serta mengempis, hingga udara keluar masuk lewat stigma. Pada ketika trakea mengembang, udara masuk lewat stigma, berikutnya udara masuk ke dalam trakea, lantas ke dalam trakeolus serta pada akhirnya masuk ke dalam beberapa sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam beberapa sel tubuh. Karbon dioksida hasil pernafasan di keluarkan lewat system trakea yang pada akhirnya di keluarkan lewat stigma ketika trakea mengempis.

Pada serangga yang hidup di air, contohnya pada nimfa serangga, ada insang trakea. Alat ini memiliki permukaan yang amat halus untuk mendapatkan oksigen di dalam air secara difusi. Untuk serangga yang hidupnya di air, insang itu cuma berfungsi pada masa-masa larva, lantas akan tereduksi atau hilang pada saat dewasa serta berpindah ke darat.

System Organ Arthropoda

  • System Pencernaan Arthropoda: Pencernaam Arthropoda adalah system pencernaan yang sempurna dengan dilengkapi alat pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, serta anus. Mulut dilengkapi dengan alat-alat mulut serta anus ada di segmen posterior
  • System Peredaran Darah Arthropoda: Peredaran darah Arthropoda yaitu terbuka serta darahnya berwarna biru, lantaran memiliki kandungan hemosianin.
  • System Pernafasan Arthropoda: Arthropoda mempunyai system pernafasan berupa trakea, insang, paru-paru buku atau lewat semua permukaan badannya.
  • System Ekskresi Arthropoda : Arthropoda mempunyai system ekskresi yang berupa kelenjar hijau atau mungkin dengan pembuluh malpigih yang berupada pada usus belakang
  • System Saraf Arthropoda: System saraf arthropoda berupa tangga tali serta alat peraba yang berupa antena. Ganglia berperan sebagai pusat refleks serta pengendalian semua kegiatan
  • System Reproduki Arthropoda : Reproduksi Arthropoda dilakukan secara seksual serta aseksual (partenogenesis serta paedogenesis). System reproduksi Arthropoda yaitu terpisah, artinya ada hewan jantan serta ada pula hewan betina.

Ciri-Ciri Arthropoda

Berikut ini ciri/karakteristik umum dari arthropoda yakni sebagai berikut ini:

  • Memiliki 3 sisi tubuh paling utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), rangka luar (eksoskeleton) keras, serta ekor.
  • Tubuh yang terdiri dari caput (kepala), toraks (dada), serta abdomen (perut) yang bersegmen-segmen
  • Tubuh terbungkus kutikula sebagai kerangka luar yang terbuat dari zat protein serta zat kitin
  • Mempunyai ukuran tubuh yang beragam
  • Bentuk tubuh simteris bilateral
  • Sifat hidup arthropoda yaitu parasit, hetertropik, serta hidup dengan bebas
  • Mempunyai alat pernafasan yang berupa trakea, insang, serta paru-paru (berbuku)
  • Bereproduksi secara aseksual serta seksual
  • Alat pencernaan yang sempurna atau lengkap mulai adri mulut, kerongkongan, usus, serta anus
  • Arthropoda hidup di air tawar, darat, laut, serta udara
  • System peredaran darah arthropoda yaitu terbuka dengan darah yang tidak memiliki kandungan hemoglobin tetapi hemosianin

Arachnoidea

Kata Arachnoidea berasal dalam bahasa Yunani dari kata arachno yang memiliki arti laba-laba yang disebut juga kelompok laba-laba. Arachnoidea mencakup kalajengking, laba-laba, tungau atua caplak. Biasanya Arachnoidea bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan serta tumbuhan. Ciri Arachnoidea yaitu sebagai berikut ini:

System Organ Arachnoidea

  • System Pencernaan Arachnoidea: Makanan di tangkap dengan jaringa tepi serta ada pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnoidea yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses, serta anus. Alat pencernaan juga dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang ada dibagian depan serta hati dibagian abdomen.
  • System Peredaran Darah Arachnoidea: Peredaran darah Arachnoida mempunyai system peredaran darah terbuka serta menggunkana jantung pembuluh dan arteri. Jantung pembuluh terdiri atas kantung otot yang memiliki ostium pada tiap ruas.
  • System Pernafasan Arachnoidea: Organ respirasi Arachnoidea yaitu dengan paru-paru buku yang beradai di daerah perut depan.
  • System Syaraf Arachonidea: Arachnoidea berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut juga system saraf tangga tali.
  • Alat Indera Arachnoidea: Arachnoidea mempunyai depalan buah amta yang secara sederhana serta sepasang pedipalpus yang fungsinya serupa dengan antena.
  • System Reproduksi Arachnoidea: Arachnoidea berkembangbiakan secara seksual yakni dengan persatuan ovum serta sperma yang terjadi dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Hewan jantan serta betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar serta vivipar.

Ciri-Ciri Arachnoidea

  • Tubuh bersegmen yang terdiri dari sefalotoraks serta abdomen (tidak beruas).
  • Memiliki enam pasang anggota gerak
  • Hidup di darat, air laut, serta ada pula yang parasit.
  • Mempunyai jumlah mata yang beragam
  • Pada bagian kepala-dada tidak ada antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut kelisera serta pedipalpus

Klasifikasi Arachnoidea: Arachnoidea diklasifikasi dalam 3 ordo diantaranya sebagai berikut ini:

Scorpionida

Scorpionida adalah kelompok hewan kala dan tertua dari semua anggota Arthropoda darat. Contoh jenis Scorpionida yaitu kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) serta Ketonggeng (Buthus). Ciri ordo Scorpionida yaitu sebagai berikut ini:

  • Mempunyai perut yangberuas-ruas dan ruas paling akhir berupa jadi alat pembela diri
  • Memiliki pedipalpus yang berbentuk serupa catut yang besar
  • Memiliki chelisera yang kecil
  • Mempunyai sengat

Arachneida

Arachneida adalah kelompok laba-laba serta dapat membentuk sarang (jaring) dengan benang-benang sutera lantaran mempunyai spinneret. Spinneret adalah organ yang ada didepan anu. Contoh jenis Arachneida contohnya Nephilla maculata (laba-laba raksasa), Gasthero cantha (laba-laba berduri), Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu), Myangale javanica (laba-laba burung). Ciri-Ciri Arachnida yaitu asebagai berikut ini:

  • Tubuh terdiri dari cephalithorax serta abdomen.
  • Di sefalotoraks ada 6 alat tambahan seperti 1 pasang kalisera yang memiliki kandungan toksin, 1 pasang
  • pedilpalpus, 4 pasang kaki jalan.
  • Tubuh tidak bersegmen
  • Mempunyai spineret
  • Alat ekskrei berupa tabung Maphigi yang menuju ke anus.

Acarina

Acarina adalah kelompok caplak/tungau yang mempunyai tubuh yang tidak berbuku-buku yang pada umumnya parasit pada burung serta mamalia termasuk juga manusia. Contoh jenis Acarina yaitu Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes scabei (cablak kudis), Dermotex folicurum (caplak rambut pada manusia), Rhipicephalus sanguincus (caplak anjing), Cermanyssus galinae (tungau ayam), Boophilus annulatus, Trombicula deliensis (tungau), Tarsonemus transhicens (tungau kuning parasit pada tomat). Ciri acarina yaitu sebagai berikut ini:

  • Tubuh tidak bersegmen
  • Abdomen menyatu dengan sefalotoraks
  • Pernafasan dengan difusi pada semua permukaan tubuh/trakea
  • Bersifat parasit
  • Memiliki mulut yang bisa menusuk serta mengisap.

Peranan Arachnoidea

Arachnida berguna dalam pengendalian populasi serangga terlebih pada serangga hama. Tetapi pada hewan-hewan, Arachnida lebih banyak merugikan teurtama hewan-hewan acarina.

Sumber:
Aryulina, Diah. 2009. Biologi 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Sistem Pernapasan pada Hewan Arthropoda. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:
http://www.softilmu.com/2015/02/sistem-pernapasan-hewan-arthropoda-serangga-adalah.html
http://www.artikelsiana.com/2015/07/arthropoda-pengertian-ciri-klasifikasi-reproduksi-peranan.html

Loading...
Loading...