Sistem Transportasi Protozoa

Posted on

Sistem Transportasi Protozoa Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Protozoa. Lebih tepatnya Sistem Transportasi pada Protozoa, langsung saja kita mulai, yuk!

Seluruh hewan, baik hewan tingkat rendah maupun tingkat tinggi memiliki system transportasi, tetapi langkahnya yang tidak sama lantaran ketidaksamaan struktur badannya. System transportasi pada hewan mengalami perkembangan secara bertahap, di mulai dari hewan bersel satu sampai hewan bersel banyak. Tentu saja system transportasi pada hewan tingkat rendah lebih sederhana bila dibandingkan dengan system transportasi pada hewan tingkat tinggi.

Protozoa datang dari bahasa Yunani, yakni protos artinya pertama serta zoon yang artinya hewan. Protozoa biasanya bersifat aerobik (membutuhkan oksigen) nonfotosintetik, namun beberapa jenis protozoa bisa hidup di lingkungan yang anaerobik, misalnya di dalam usus manusia.

Protozoa memiliki ukuran tubuh antara 3-1000 mikron. Bentuk badannya berbagai macam, ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal. Bahkan juga ada yang memiliki bentuk tidak karuan, ada juga yang mempunyai flagela atau bersilia.

Protozoa sesungguhnya tidak termasuk juga ke dalam kelompok hewan, tetapi termasuk ke dalam bentuk protista yakni mahluk serupa hewan. Protozoa tidak mempunyai alat transportasi khusus lantaran badannya cuma tersusun atas satu sel. Akibatnya semua kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri, termasuk juga proses transportasinya. Contoh Protozoa yaitu Amoeba serta Paramecium.

Protozoa menyerap oksigen serta air lewat semua permukaan badannya. Zat yang diserap tersebut lantas bakal masuk ke dalam plasma sel. Berikutnya, beberapa zat itu bakal beredar di ala sitoplasma sel lewat proses difusi. Difusi yaitu perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan