Situasi Genting, SBY Kumpulkan Pengurus Partai Demokrat. Untuk Apa?

Posted on

Lahiya – Rabu (3/1/2018), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengumpulkan seluruh pengurus harian Partai Demokrat. Rapat penting pun digelar untuk membahas persiapan pilkada 2018 di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

Seperti diberitakan tempo.co, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengungkapkan bahwa pembahasan rapat berkaitan dengan sejumlah kasus yang dialami partainya menjelang pendaftaran calon.

“Kami anggap sangat penting mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keadilan dan demokrasi, khususnya yang berkaitan dengan pilkada,” kata Hinca di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta.

Kendati demikian, Hinca tidak mau memaparkan secara rinci isi rapat yang dilabeli sebagai emergency meeting tersebut. Hinca hanya mengatakan bahwa rapat tersebut digelar untuk merespon dugaan kriminalisasi calon kepala daerah yang diusung partai Demokrat di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Waduh! Masih Junior, Murid Valentino Rossi Bakal Jadi Masalah di Moto GP

“Pilkada kan banyak, ada di 171 wilayah, salah satunya tentu di Kalimantan Timur,” katanya.

Selain itu, lanjut Hinca, pertemuan tersebut disebut genting karena digelar hanya lima hari menjelang penutupan masa pendaftaran calon kepala daerah, yakni pada 8 Januari 2018.

“Kami tuntaskan pada malam hari ini,” ujar Hinca.

Selain SBY dan Hinca, petinggi Partai Demokrat seperti Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Amir Syamsuddin dan Ketua Pemenangan Pemilu Adhie Baskoro Yudhoyono juga turut hadir. Rapat yang dihadiri ratusan orang ini dimulai sejak pukul 21.00 , molor satu jam dari jadwal semula.

Masih dilansir dari tempo.co, sebelumnya, calon Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi diperiksa oleh kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Syaharie yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Kalimantan Timur diperiksa sebagai saksi untuk kasus pemerasan dan pencucian uang dengan terdakwa Hery Susanto Gun Aias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly.

“Pimpinan PD (Partai Demokrat) menganggap ini sebuah krisis keadilan dan krisis demokrasi,” pungkas Hinca dalam rapat darurat tersebut.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan