Soal Tanah Abang, Polisi Beberkan Aturan-Aturan yang Dilabrak Anies Baswedan

Posted on

Lahiya – Cara penataan Tanah Abang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terutama penutupan Jalan Jatibaru Raya di depan Stasiun Tanah Abang, dinilai kontroversial. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengungkap sejumlah aturan yang dilabrak Anies tekait penataan tersebut.

Seperti diberitakan tempo.co, Halim menjelaskan, ada empat aturan yang dilanggar oleh Anies. Di antaranya yang pertama adalah Pasal 5 dan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Oleh sebab itulah Halim mengaku bakal melayangkan surat kepada Anies Baswedan supaya mengkaji ulang kebijakannya itu.

“Buat kami ini dilematis, karena rekayasa lalu lintas dilakukan di luar ketentuan,” Ujar Halim, Kamis (4/1/2018).

Selain itu, Halim mengatakan bahwa penutupan Jalan Jatibaru Raya itu melanggar Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Tak sampai di situ, Halim bahkan menyebut kebijakan Anies ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban dan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2012 tentang Lalu Lintas.

Baca Juga: Sekarang Bikin SIM Sudah Bisa Online, Begini Caranya

Halim lantas menyebut bahwa sesungguhnya siapa yang melakukan kegiatan yang berakibat pada terganggunya fungsi jalan itu bisa didenda Rp 1,5 miliar atau penjara 18 bulan. Itu, lanjut Halim, tertuang pada Pasal 63 Undang-Undang Jalan.

“Sudah dilanggar aturan tersebut,” katanya.

Halim menyebut, surat yang akan dilayangkan kepada Anies tersebut berisi penjelasan bahwa menata Tanah Abang dengan mnutup jalan itu melanggar peraturan. Surat itu, katanya, akan dikirim pada 5 Januari 2018.

Halim juga mengatakan, kondisi lalu lintas di Tanah Abang sampai saat ini (5/1/2018) masih lengang kerena libur sekolah. Karenanya, evaluasi final belum bisa dilakukan. “Tanggal 8 Januari akan mulai evaluasi, sekarang belum matang.”

Halim pun menegaskan bahwa dirinya sangat setuju dengan kebijakan yang membantu pedagang mencari nafkah, namun jangan sampai pelaksanaannya melanggar aturan. Maka, Halim mengaku nanti dalam surat itu juga bakal disertakan usulan supaya PKL disediakan tempat berdagang.

Masih dilansir dari tempo.co, sebagaimana diketahui, salah satu kebijakan Anies untuk penataan Tanah Abang adalah dengan menutup Jalan Jatibaru Raya sejak 22 Desember 2017 lalu. Penutupan jalan itu dilakukan setiap hari dari pukul 08.00. Ada dua jalur yang ditutup.  Satu jalur digunakan untuk PKL dan satu jalur lainnya untuk perlintasan bus.

Baca Juga: Persilakan Masyarakat Membuat Hoaks, Begini Penjelasan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan