Struktur Gaji PNS Akan Diubah? Ini Bocorannya

Posted on

Lahiya – Struktur pengupahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini dianggap tidak seimbang rencananya akan segera diubah oleh Pemerintah. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang memuat revisi tersebut masih diproses oleh pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Setiawan Wangsaatmaja selaku Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PAN-RB menuturkan, revisi struktur pendapatan PNS yakni gaji pokok dan tunjangan dengan kementerian/lembaga terkait masih dalam proses pembahasan.

“Masih terus dibahas dengan panitia antar kementerian,” ungkapnya dalam pesan singkat kepada tim jurnalis, seperti dikutip dari laporan Liputan6.com, Jakarta, Minggu (07/01/2018).

Aba Subagja yang merupakan Asisten Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB juga menyampaikan hal yang senada.

Baca juga: PDIP Sebut Ada Keinginan Publik untuk Duetkan Jokowi dengan Prabowo

“Sistem gaji dan tunjangan yang baru masih dalam pembahasan RPP-nya,” tukasnya.

Tim wartawan juga telah mengonfirmasikan terkait hal ini ke Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani dan Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian Keuangan, Made Arya Wijaya. Namun hingga berita ini dimuat, dua pihak tersebut belum memberikan jawabannya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, komposisi gaji PNS terdiri dari gaji pokok dan tunjangan kinerja, serta kemahalan daerah. Saat ini, komposisi tunjangan lebih besar dari gaji pokok. Sehingga ke depannya, pemerintah akan mengubah komposisi tersebut karena gaji pokok berkaitan dengan jaminan sosial.

Guna membahas perubahan komposisi tersebut, Sri Mulyani melakukan pertemuan dengan Menteri PAN-RB Asman Abnur secara intensif.

“Kalau dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) kan disebutkan bahwa penerimaan PNS dari gaji, tunjangan, dan lain-lain. Menteri PAN-RB bersama dengan Menteri Keuangan sekarang sedang memikirkan format, struktur penggajian ini agar sesuai kebutuhan organisasi saat ini,” ujarnya.

Beda Sistem Upah Lama dan Baru

Seperti diterangkan oleh Salman Sijabat selaku Asisten Deputi Kesejahteraan SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), dikatakan bahwa perbedaan pengupahan ini terletak pada porsi upah.

Saat ini, porsi tunjangan PNS lebih besar dibanding dengan gaji pokok PNS. Salman mengungkapkan, pemerintah akan menaikkan porsi gaji pokok dalam sistem pengupahan PNS.

“Karena memang sistem penggajian sekarang ini tidak sesuai lagi. Gajinya kecil, tunjangan besar. Sehingga nanti dibalik gajinya besar, tunjangannya kecil. Sehingga kalau gaji besar tunjangannya kecil nanti pensiunnya jadi besar. Iuran kan berdasarkan gaji, kalau gajinya kecil kan pensiunnya kecil,” bebernya kepada jurnalis.

Ia menambahkan, porsi gaji pokok memang dinaikkan untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. Khususnya ketika PNS telah memasuki masa pensiun.

“Di masa tua, dan sekarang juga tentunya pemerataan juga harus sama karena itu beda-beda instansi,” sebutnya.

Dalam sistem baru tersebut, Salman menuturkan pemerintah memasukkan tingkat kemahalan daerah. Ini berbeda dengan sistem pengupahan PNS yang ada saat ini.

“Ada (perbedaan), yang lama itu tidak melihat kemahalan daerah, besok ada kemahalan daerah, gaji di Jakarta lebih mahal dari pada di Gorontalo,” tambahnya lagi.

Salman juga mengungkapkan, bisa saja ada daerah yang gajinya lebih tinggi dari Jakarta.  Ujar dia, itu tergantung tingkat kemahalan daerah.

“Di Papua bisa lebih tinggi, tentu daerah tertentu bukan semua. Tidak semua mahal,” katanya.

Baca juga: Tegas! Soal Isu Foto Istrinya dengan Anas, Politikus Gerindra Berikan Klarifikasinya

Salman melanjutkan, aturan ini akan dituangkan dalam peraturan pemerintah (PP). Saat ini, Menteri PAN-RB Asman Abnur dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah melakukan pembahasan PP tersebut. Dia berharap, PP itu rampung tahun ini.

“Ditargetkan paling tidak tahun ini paling lama harus selesai. Tapi hitung-hitungannya harus matang. Ini masalah nasional,” dia menutup pembicaraan.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan