Sudirman Said Mengaku Tak Mampu Bayar Cicilan Rumah Saat jadi Menterinya Jokowi

Posted on

Lahiya – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said yang diusung oleh partai Gerindra mengaku bahwa ia tak memiliki modal dalam bentuk uang besar, untuk bisa ikut dalam hajatan demokrasi tingkat provinsi itu.

Menurut pengakuan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini, ia bukan seorang pengusaha yang punya kekayaan melimpah. Sudirman mengaku bahwa ia memulai karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Jadi, seberapa jumlah kekayaan yang ia miliki itu bisa dibayangkan.

“Saya bukan pengusaha, saya profesional yang karier dari PNS, kemudian pernah ke swasta, pernah BUMN, jadi bisa ukur penghasilan saya berapa,” kata Sudirman saat konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (2/1) dikutip dari Jawapos.com.

Baca juga: Mencengangkan! Israel Temukan Stempel Tanah Liat “Gubernur Yerusalem”, Usianya 2.700 Tahun

Ketika dirinya Menteri ESDM, Sudirman mengaku ia masih mempunyai tanggungan kredit pemilikan rumah (KPR). Ia bahkan mengaku kalau tak sanggup membayar KPR lantaran gaji yang diterimanya tak sebesar ketika dirinya bekerja di swasta.

Karena itulah, Sudirman mengaku, ia pun mengirimkan surat kepada bank. Dirinya melakukan hal tersebut agar sementara waktu ia diberikan keringanan untuk tak membayar dulu cicilan KPR itu.

‎”Suratnya masih saya simpen, dan direktur bank-nya ketawa sambil datang ke kantor. Itu betul lho,” ujarnya.

Sudirman Said juga mengaku ketika ia diminta maju di Pilgub Jawa Tengah, dirinya tak memiliki modal besar dari segi uang. Karena ongkos politik untuk menjadi cagub sangatlah mahal. Seperti di antaranya biaya baliho, ongkos dana kampanye, dan juga para saksi di tempat pemugutan suara (TPS).

Baca juga: Ini Deretan Artis Dikabarkan Hamil Duluan Sebelum Nikah. Nomor 3 Mengejutkan!

Karena itulah, dirinya mengapresiasi pihak-pihak yang dapat memberikan bantuan untuknya dari segi dana. Dirinya ke depan juga bakal mencari uang ‘saweran’ dari pihak-pihak yang ingin ia menang di Jawa Tengah. “Meskipun setiap orang iurannya sedikit-sedikit,” tuturnya.

Diketahui untuk maju di Pilgub Jawa Tengah, mantan penggiat anti korupsi ini sudah mengantongi dukungan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan