cara-membuat-akte-kelahiran

Akte Kelahiran: Syarat & Cara Membuat dengan Mudah

Posted on

Syarat & Cara membuat Akte Kelahiran.Untuk ketertiban dalam pencatatan data masyarakat, andaikan Anda mempunyai anggota keluarga baru, sesegera mungkin saja untuk mendaftarkan kelahiran anak Anda pada dinas terkait sesuai dengan amanat Undang-Undang, yakni paling lambat 60 hari sesudah momen kelahiran (Undang-Undang Nomer 3 Pasal 27 Ayat 1 Tahun 2006).

Hal itu begitu utama supaya Anak anda peroleh layanan umum dari pemerintah ataupun non-pemerintah yang akan datang. Ketika bayi yg baru lahir dilaporkan adalah untuk mendapatkan akta kelahiran, si bayi dapat tercatat dalam catatan sipil Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil untuk lalu masuk dalam Kartu Keluarga serta beroleh Nomer Induk Kependudukan. Secara resmi akta kelahiran adalah bukti autentik yg di keluarkan oleh Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil.

Ada syarat-syarat tertentu yang perlu dipenuhi dalam pembuatan akta kelahiran baru. Uraian berikut ini dapat memaparkan perihal langkah mengurusi akta kelahiran serta jalan keluar yang perlu ditempuh dikala anda telah terlambat sekitar lebih 60 hari untuk mengurusi pembuatan akta kelahiran. Simak reviewnya dibawah ini.

Prasyarat Mengurusi Akta Kelahiran Baru

cara membuat akte kelahiran

Akta kelahiran jadi prasyarat paling utama untuk peroleh layanan masyarakat yang lain. Sebagai generasi penerus, anak-anak mempunyai hak-hak spesifik yang perlu dipenuhi negara. Salah nya ialah mempunyai identitas diri atau akta kelahiran yg begitu pengaruhi pernyataan kewarganegaraannya.

Pelaporan kelahiran mesti penuhi syarat-syarat dibawah ini. Tetapi dikarenakan ada keadaan serta lokasi bertempat yg tidak sama, jadi nanti mungkin saja ada juga ketidaksamaan syarat-syarat yg dibutuhkan. Tetapi pada umumnya prasyarat yg dibutuhkan seperti dibawah ini :

  1. Surat pengantar dari RT atau RW.
  2. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan/Rumah Sakit/tempat melahirkan. Atau mungkin saja kali saja dikala waktu melahirkan ada di pesawat atau kapal laut jadi, butuh juga beroleh surat keterangan dari Pilot/Nahkoda.
  3. Kartu Keluarga asli serta fotocopy untuk masyarakat tetaplah atau SKSKPNP untuk warga non-permanen ditempat domisili itu sekitar 2 lembar.
  4. Kartu Identitas Penduduk (KTP) suami-istri asli serta fotocopy sekitar 2 lembar. Dapat pula bila dibutuhkan memakai SKDS maupun Surat Keterangan Pelaporan Tamu.
  5. Fotokopi buku nikah KUA atau Akte Pernikahan dari Catatan Sipil sekitar 2 lembar.
  6. Fotokopi Akte Kelahiran suami-istri sekitar 2 lembar.
  7. Fotokopi paspor untuk warga negara asing.
  8. Dua orang saksi untuk menunjukkan perihal kelahiran di Dinas Pencatatan Sipil tersebut fotocopy KTP yg berkaitan (untuk hal tersebut mungkin saja di banyak daerah, saksi tak perlu turut dalam pengurusan cukup menyerahkan fotocopy KTP saja pada pelapor/orangtua anak).
  9. Surat keterangan dari kepolisian untuk anak yg tidak didapati asal-usulnya.
  10. Surat keterangan dari instansi sosial spesial untuk kelahiran anak masyarakat rawan.
  11. Surat Kuasa dengan materai sebesar Rp6. 000.
  12. Mengisi Formulis Permintaan Pencatatan Kelahiran dengan materai Rp6000.

Kalau dahulu kita mengurusi akta kelahiran ini di kelurahan, jadi untuk kini, pengurusan dikerjakan segera di Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil. Sesudah semuanya kriteria diatas udah komplit, jadi langkah setelah itu yaitu selekasnya mendaftarkan kelahiran di loket Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil.

Utama juga untuk didapati berkaitan tempat tinggal atau domisili pemohon. Sesudah dirubahnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 perihal pencatatan kelahiran jadi Undang-Undang No. 24 Tahun 2013, jadi tempat kepengurusan akta kelahiran bukanlah lagi berdasar pada momen tetapi ditukar berdasar pada domisili (sesuai dengan domisili yg tertulis pada KTP).

Oleh karenanya, baiknya anda bertanya perihal tersebut pada dinas perihal andaikan anda sedang bertempat tinggal diluar alamat domisili. Sesudah anda daftarkan diri di Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil maka setelah itu petugas dapat lakukan beberapa hal dibawah ini :

  1. Mempelajari kelengkapan berkas serta memasukkan data-data kelengkapan Anda dalam database
  2. Penelusuran data yg setelah itu di tandatangani oleh Pemeriksa Data
  3. Penandatanganan oleh Kepala Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil
  4. Akta dapat di stempel, lalu Akta Kelahiran siap diserahkan pada pemohon

Jika semuanya prosedur di atas jalan dengan normal, jadi Akta Kelahiran rata-rata dapat jadi cuma dalam 2 hari saja. Itu adalah saat paling cepat mengingat berdasar pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 menjelaskan kalau penyelesaian pembuatan akta kelahiran yaitu sepanjang 30 hari kerja.

Sebagai penambahan lagi, mulai sejak 1 Mei 2013 pembuatan akta kelahiran dipermudah dengan tak lagi membutuhkan penetapan pengadilan sebagai syarat-syarat.

Untuk pembuatan akta baru tak dipungut biaya sekalipun atau gratis. Terkecuali untuk materai, cost transport, fotocopy dan sebagainya. Hal itu di jamin oleh Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2006 perihal Administrasi Kependudukan kalau pembuatan akta kelahiran baru tak dipungut cost.

Keterlambatan Pelaporan Kelahiran

syarat membuat akte

Keterlambatan pelaporan kelahiran atau pembuatan akta kelahiran mungkin saja saja berlangsung. Bahkan juga sering didapati ada masalah seorang ajukan pertanyaan perihal pembuatan akta kelahiran sesudah dia telah berusia cukup tua. Lalu bagaimana prosedur pembuatan akta kelahiran andaikan telah melalui batas saat yg ditetapkan? Apa sajakah syarat-syarat yg dibutuhkan? Berapakah biayanya?

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan