cara-membuat-akte-kelahiran

Akte Kelahiran: Syarat & Cara Membuat dengan Mudah

Posted on

Jika anda ada pada posisi ini, jangan sampai cemas kami dapat memberi penuturannya dengan cara detil. Sesungguhnya Anda tetaplah dapat buat akta kelahiran, cuma saja prosesnya lebih lama. Pertama yg anda kerjakan yaitu cukup memohon ketetapan tertulis pada dinas kependudukan serta catatan sipil setempat.

Yang tentu, sesudah anda beroleh ketetapan itu, sistem setelah itu yaitu ikuti prosedur serta prasyarat pembuatan akta kelahiran sesuai sama kebijakan daerah bertempat semasing.

Keterlambatan dalam mengurusi Akta Kelahiran kemungkinan dikenakan denda. Dalam praktiknya di lapangan, berkaitan besaran denda administratif perihal keterlambatan ini dengan cara khusus ditata dalam Perda semasing daerah. Terdapat banyak daerah yg mengaplikasikan denda administratif optimal Rp1. 000. 000 serta ada pula yg mengaplikasikan bebas denda.

Seperti daerah Propinsi DKI Jakarta. Di Daerah Propinsi DKI Jakarta keterlamabatan kepengurusan akta kelahiran tak dipungut cost sebagai mana tertuang dalam Ketentuan Daerah Propinsi DKI Jakarta Nomer 1 Tahun 2015.

Seperti ketentuan denda administratif, prosedur serta prasyarat mengurusi akta kelahiran baru andaikan terlambat melaporkan jadi kembali pada pada kebijakan semasing daerah. Tetapi prinsipnya nyaris sama yakni ikuti prosedur serta penuhi prasyarat buat akta kelahiran seperti udah diterangkan diatas.

Akta Kelahiran untuk Anak di Luar Nikah

Kerap ada pertanyaan juga tentang langkah peroleh akta kelahiran untuk anak diluar nikah/kawin atau nikah siri. Dalam hal ini, si ibu inginkan anaknya diakui untuk memperoleh hak-hak seperti sudah diterangkan diatas serta punya niat untuk mengurusi akta kelahiran anak itu.

Mengingat serta mengacu pada Undang-Undang Nomer 1 Th. 1974 Pasal 43 Ayat 1 mengenai Perkawinan, secara hukum anak yang dilahirkan diluar hubungan perkawinan cuma mempunyai hubungan perdata dengan ibunya serta tak dianggap memiliki jalinan hukum dengan ayahnya.

Ketetapan ini berlaku juga dalam soal anak hasil kawin siri. Walau dalam masalah kawin siri, menurut agama Islam hal itu adalah hubungan yang sah serta anak yang dilahirkan juga mempunyai status hukum yang pasti, walau demikian menurut hukum di Indonesia, hal itu tak disahkan lantaran tak ada catatan tentang perkawinan itu.

Sebagai konsekwensi, anak yang dilahirkan lewat nikah siri status hukumnya sama juga dengan anak luar kawin/nikah serta di mata hukum cuma memiliki jalinan hukum dengan ibunya.

Dalam sistem pengurusan akta kelahiran, ada sedikit ketidaksamaan tentang prasyarat yang dibutuhkan untuk peroleh akta kelahiran untuk anak diluar nikah maupun anak dari jalinan nikah siri. Hal itu sudah ditata dalam Perpres Nomer 25 Th. 2008 Pasal 52 Ayat 1 mengenai Kriteria serta Tata Langkah Pendaftaran Masyarakat serta Pencatatan Sipil. Mengenai kriterianya yaitu seperti berikut :

  1. Surat kelahiran dari Bidan/Dokter/Tempat tinggal Sakit/Penolong Kelahiran
  2. Nama serta Jati diri Saksi Kelahiran
  3. KTP Ibu (cuma ibu, KTP bapak tak perlu)
  4. KK Ibu (cuma ibu, KK dari bapak tak perlu)

Tentang prosedur pembuatan akta kelahiran di Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil, prosesnya sama. Akta Kelahiran yang di keluarkan nanti cuma terdaftar nama Ibu serta tak ada nama Bapak.

Sumber: cermati.com

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan