SHARE

Syarat dan Rukun Nikah Pernikahan adalah sebuah peristiwa yang amat penting dalam kehidupan kita ini. Peristiwa bahagia tiap insan, Pernikahan juga adalah hal yang amat sering dibicarakan dalam agama islam. Bahkan juga ditempat saya mengaji dahulu, ustad itu mengutamakan 1 malam dalam satu minggu untuk mengulas bab nikah. Nikah bukanlah hal remeh, lantaran menyangkut kehidupan seumur hidup. Supaya pernikahan kita halal serta diberkati oleh Allah swt. Udah sebaiknya mesti memenuhi rukun serta syarat nikah. Nah inilah yang bakal saya bahas secara singkat dalam tulisan kali ini. Langsung saja ya.

Pengertian nikah

 

Nikah menurut lughat (bhs) yaitu kumpul. Sedangkan menurut Syara’ yaitu: Aqad yang menyimpan diperbolehkannya wath’i (berhubungan suami istri) serta aqad itu dapat hasil dengan memakai lafal yang di ambil dari masdar inkaah atau tazwiij. Nikah, menurut pendapat yang shahih, dilihat dari segi hakikat memiliki ma’na aqad (aqad nikah) apabila dilihat dari sisi majaz berma’na wath’i (berhubungan suami istri).

Arti Dari Nikah

  • Menjaga keturunan
  • Mengeluarkan air yang beresiko apabila ditahan didalam tubuh
  • Mendapatkan kenikmatan

Hukum Nikah

Hukum nikah dibagi jadi lima, yakni:

  • Sunnah : Hukum ini berlaku untuk lelaki yang memiliki hajat untuk wath’i (berhubungan suami istri) serta memiliki bekal yang berhubungan dengan nikah, yang mana bekal nikah itu dihitung sesudah keperluan sang lelaki itu tercukupi, seperti rumah, pembantu, kendaraan, serta bajunya.
  • Khilaafu Al-Aulaa : (meninggalkan yang lebih utama). Hukum ini berlaku untuk lelaki yang hajat pada wath’i, tetapi tidak memiliki biaya atau bekal seperti yang di uraikan diatas.
  • Makruh : Ini berlaku untuk lelaki yang tidak miliki bekal nikah serta tidak ada hajat untuk wath’i.
  • Wajib : Ini berlaku untuk orang yang bernadzar nikah serta hukum nikah sunnah atasnya.
  • Haram : Hukum ini diberikan pada orang yang tidak dapat memenuhi hak zaujiyyah (pernikahan)

Rukun Nikah

  • Calon Istri serta Calon Suami
  • Wali
  • Dua Orang saksi yang adil
  • Sigat (Ijab Kabul)

Syarat Nikah

Ketentuannya:

  • Calon Suami

Syarat Calon Suami yakni:

  1. Beragama Islam
  2. Lelaki
  3. Tidak Terpaksa/dipaksa
  4. Bukanlah Mahram perempuan calon istri
  5. Tidak sedang berihram haji atau umrah

Nah jadi amat penting saat sebelum menikah kita ajukan pertanyaan apakah calon kita itu terpaksa atau tidak

  • Calon Istri

Syarat calon istri yakni:

  1. Beragama Islam
  2. Jelas Perempuan
  3. Bukanlah Mahram untuk suami
  4. Tidak ada rintangan Syar’i, yaitu tidak bersuami atau tidak sedang dalam masa-masa iddah

Syarat Yang Membebaskan dari Halangan Perkawinan Untuk calon suami maupun istri:

  • Tidak adanya hubungan darah yang paling dekat.
  • Tidak adanya hubungan satu susuan.
  • Tidak adanya hubungan persemendaan (mushaharah)
  • Tidak Li’an
  • Si calon suami memiliki istri kurang dari 4 orang serta mendapatkan izin dari istri – istrinya
  • Tidak dalam ibadah ihram haji maupun umrah
  • Tidak berbeda agama
  • Tidak dalam talak ba’in kubra
  • Tidak permaduan
  • Calon istri tidak dalam kondisi masa-masa iddah
  • Calon istri tidak mempunyai seorang suami

Syarat dua saksi

  • Pakar Syahadah (Pakar penyaksian). Syarat dari pakar Syahadah yaitu: merdeka (bukanlah budak), lelaki (tulen), lelaki Al-‘Adaalah (adil). Al-‘Adaalah yaitu: Orang yang menjauhi dosa besar serta menyamarkan dosa kecil dan ta’atnya mengalahkan maksiatnya.
  • Islam
  • Udah tertakliif (Udah baligh)
  • Dapat mendengar
  • Dapat bicara (tidak bisu).
  • Dapat melihat
  • Tidak buta  Menurut pendapat yang asshah (kuat).
  • Tahu bhs dari wali serta zauj.
  • Salah satu atau kedua saksi itu bukanlah wali dari zaujah.

Wali Nikah

Wali nikah yaitu wali pengantin perempuan yang melakukan akad nikah dengan pengntin lelaki. Syarat untuk jadi wali nikah yang paling utama adalah Islam, lelaki, balig, berakal sehat, serta adil.

Adapun tentang hal perwalian, dinyatakan dalam syariat islam mengenai nikah, bahwa adanya wali adalah rukun yang perlu dipenuhi. Bila tidak ada wali nikah tidak ada pernikahan. Mengenai wali yang mengakadkan pernikahan terbagi jadi 4 macam, yaitu:

  • Wali Nasab, artinya wali yang ada hubungan darah denagn perempuan yang akan dinikahkan, lebih jauh lagi disebut dengan wali ab, ad. urutan wali itu sebagai berikut ini:
  1. Bapak kandung
  2. Kakek dari pihak ayah terus ke atas
  3. Saudara lelaki kandung
  4. Saudara lelaki sebapak
  5. Anak lelaki saudara lelaki sekandung
  6. Anak lelaki saidara lelaki sebapak
  7. Paman (saudara lelaki ayah) sekandung
  8. Paman (saudara lelaki ayah) sebapak
  9. Anak lelaki dari paman sekandung
  10. Anak lelaki dari paman sebapak
  • Wali Hakim, yakni wali dari petinggi yang memiliki hak untuk jadi wali nikah lantaran kondisi tertentu. Perwalian ini dilakukan apabila nasab tidak ada ditempat (ghaib), atau sedang di perjalanan (tugas) atau haji/umrah, atau hilang.
  • Wali mujbir, yakni wali yang memiliki hak menikahkan perempuan tanpa terlebih dulu memohon izin pada perempuan yang bakal dinikahkan itu, seperti ayah, kakek, dan seterusnya ke atas.
  • Wa’dali al, yakni wali yang enggan/menampik menikahkan perepuan dibawah kewaliannya.

Saksi Nikah

Saksi Nikah yaitu orang yang menjadi saksi atas pernikahan yang diilaksanakan. Saksi nikah minimum mesti berjumlah dua orang saksi lelaki. Mengenai syarat yang perlu dipenuhi seseorang untuk jadi saksi nikah adlah sebagai berikut ini: Beragama islam, lelaki, balig/udah dewasa, berakal sehat, merdeka, adil, serta bisa mendengar serta lihat, memahami terhadapa bhs yang dipakai dalam akad, tidak dipaksa, serta tidak sedang ihram.

Sigat/Ijab kabul

Ijab Kabul yaitu pengucapan dari pihak wali perempuan, seperti : ”saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama Fulanah binti fulanin dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai! ” Lantas mempelai pria menjawab: “Saya terima nikahnya Fulanah binti Fulanin dengan mas kawin yang sudah disebutkan itu dibayar dengan tunai! ”

Kalimat ini disampaikan setelah terjadi khutbah nikah, yaitu pidato yang disampaikan saat sebelum akad nikah dilangsungkan. Mengenai syarat lafal ijab kabul itu diantaranya:

  1. Memakai lafal nikah atau tazwij, baik dengan bhs arab atau daerah.
  2. Lafal ijab kabul disampaikan oleh pelaku akad nikah
  3. Ijab kabul mesti bersambung tidak bisa terselingi oleh pengucapan atau perbuatan lain
  4. Pelaksaan ijab kabul ada dalam satu majelis
  5. Tidak dihubungkan dengan sesuatu
  6. Tidak dibatasi dengan waktu tertentu

Mahar Nikah

Mahar atau mas kawin yaitu pemberian wajib dari suami pada istrinya dengan sebab pernikahan. Mas kawin hukumnaty wajib, namun menyebutkannya dalam nikah hukumnya sunah. Kadar mahar dalam islam tidak ada ketentuannya, sedang mahar dalam pengerjaannya bisa dilakukan secara kontan atau berhutang.

Larangan – larangan Dalam Pernikahan

  • Ada hubungan darah atau mahram antar calon mempelai.
  • Menikah dengan lain agama (salah satu murtad)
  • Rukun nikah tidak tercukupi
  • Lantaran kita ada di negara indonesia, ada syarat – syarat yang lain tidak hanya dari syarat – syarat dalam agama islam. Syarat – syarat tersebut di atur dalam UU, berikut ini yaitu syarat nikah yang terdapat dalam UU;
  • Untuk calon istri yang masihlah dibawah umur 21 th., mesti bikin suarat pernyataan izin untuk menikah dari wali nya.
  • Umur minimal bisa menikah yakni untuk laki – laki 19 th., serta perempuan 16 th.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Syarat dan Rukun Nikah. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.
Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/07/syarat-dan-rukun-nikah.html

Syarat Dan Rukun Nikah Dalam Islam

Syarat Dan Rukun Nikah Dalam Syariat Islam

Loading...
Loading...