SHARE

Tata Nama Senyawa Sederhana Baiklah sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Tata Nama Senyawa Sederhana, terbagi dalam Pengertian Tata Nama Senyawa Sederhana, Ketentuan Tata Nama Senyawa Sederhana (Anorganik serta Organik). Langsung saja kita masuk kedalam pembahasannya.

Pengertian Tata Nama Senyawa Sederhana

Tata nama senyawa kimia adalah sebuah ketentuan penamaan senyawa-senyawa sederhana yang terbagi dalam senyawa anorganik serta organik. Maksud penamaan ini adalah untuk mempermudah dalam membedakan senyawa dengan karakter fisis yang sama. Tata nama senyawa-senyawa ini dikerjakan secara sistematis sesuai sama prinsip serta ketetapan yang ada. Tata nama senyawa kimia yang paling terkenal serta banyak digunakan adalah tata nama yang dikembangkan oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Ketentuan Tata Nama Senyawa Sederhana

Bersumber pada ketentuan IUPAC, tata nama senyawa sederhana dibagi atas dua kelompok, mencakup tata nama senyawa anorganik serta senyawa organik. Berikut ini ketentuan tata nama kedua senyawa sederhana tersebut.

Tata Nama Senyawa Anorganik

Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang terbagi dalam dua jenis unsur, baik unsur logam yang disebut dengan kation serta non logam yang disebut dengan anion ataupun unsur non logan dan non logam.

Tata nama untuk senyawa anorganik yang terbagi dalam unsur logam serta non logam tergantung pada banyak muatan/bilangan oksidasi yang dipunyai oleh unsur logam itu. Berikut ini prinsip penamaannya:

Bila unsur logam yang membuat senyawa biner dengan unsur non logam cuma mempunyai satu muatan/bilangan oksidasi, rumus penamaannya yaitu Kation (unsur logam) + Anion (unsur non logam) + akhiran –ida, Contoh :


Bila unsur logam yang membuat senyawa biner dengan unsur non logam mempunyai lebih dari satu muatan/bilangan oksidasi, rumus penamaannya yaitu Kation (unsur logam) + bilangan oksidasi unsur logam + Anion (unsur non logam) + akhiran –ida, contoh

Cara lain untuk tata nama senyawa biner yang terbagi dalam unsur logam yang mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu dengan unsur non logan yakni sebagai berikut ini:

  • Unsur logam dengan bilangan oksidasi kecil ditulis dengan akhiran –o.
  • Unsur logam dengan bilangan oksidasi besar ditulis dengan akhiran –i.

Contoh:

  • FeCI = Fero Klorida (Bilangan oksidasi Fe = +2 => lebih kecil)
  • FeCI = Feri Klorida (Bilangan oksidasi Fe = +3 => lebih besar)
  • CuCI = Kupri Klorida (Bilangan oksidasi Cu = +2 => lebih esar)

Unsur non logam/gugus atom yang bermuatan positif ditempatkan didepan, sedang atom yang bermuatan negatif ditempatkan dibelakang sesuai sama urutan berikut ini:

B– Si – C – Sb – As – P – N – H – Te – Se – S – I – Br – CI – O – F

Rumus penamaannya:

Unsur non logam (+) + Unsur non logam (-) + akhiran –ida

Contoh:

  • Hidrogen Bromida  = HBr bukan BrH
  • Karbon Monoksida = CO bukan OC

Bila senyawa biner pada non logam serta non logan yang terbentuk melebihi satu bentuk senyawa, tata namanya dengan menyebutkan jumlah atom setiap unsur dengan angka indeks serta disudahi dengan –ida. Angka indeks ditulis dalam bahasa Yunani, mencakup:

  • 1= Mono
  • 2= Di
  • 3 = Tri
  • 4 = Tetra
  • 5 = Penta
  • 6 = Heksa
  • 7 = Hepta
  • 8 = Okta

Rumus penamaan senyawa kelompok ini, yaitu :

Angka indeks unsur non logam pertama + Unsur non logam + Angka indeks unsur non logam kedua + Akhiran–ida

Contoh :

Untuk senyawa-senyawa yang udah umum di kenal maupun mempunyai nama trivial ketentuan seperti diatas tidak dipakai.

Contoh:

  • NH : Amonia
  • HO : Air

Tata Nama Senyawa Ion

Senyawa ion adalah senyawa yang terbagi dalam ion positif yang disebut dengan kation serta ion negatif yang disebut dengan anion. Dalam tata nama senyawa ion, kation senantiasa disebut terlebih dulu baru lantas diikuti dengan nama anionnya yang dibarengi dengan akhiran –ida. Apabila dalam penamaan senyawa ini, ada unsur logam yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi, untuk membedakannya bilangan oksidasi ini ditulis memakai angka Romawi serta di beri tanda kurung.

Berikut ini beberapa contoh nama kation serta anion:


Rumus penamaan senyawa ion, mencakup:

Nama kation + Anion + akhiran –ida

Contoh:

Tata Nama Senyawa Terner

Senyawa terner sederhana yaitu senyawa yang terdiri lebih dari dua unsur yang dapat meliputi senyawa asam, basa, dan garam. Berikut ini uraian mengenai tata nama masing-masing senyawa pembentuk senyawa terner.

Tata Nama Senyawa Asam

Asam yaitu senyawa hidrogen yang jika di dalam air memiliki rasa masam. Senyawa asam yaitu senyawa molekul, bukanlah senyawa ion. Tata nama senyawa asam terdiri atas atom H (di depan, dianggap sebagai ion H+) dan sebuah anion yang disebut juga sisa asam. Nama anion sisa asam sama saja dengan nama asam yang terkait tanpa nama asam.

Contoh:

  • H3PO4, Nama asam= Asam Fosfat, Rumus bekas asam= PO4 3- (Fosfat)
  • HNO3, Nama asam= Asam nitrat, Rumus bekas asam = NO3- (Nitrat)

Tata Nama Senyawa Basa

Basa adalah zat yang apabila ada didalam air bisa membuahkan ion. Senyawa basa biasanya terbagi dalam kation (unsur logam) serta suatu anion (OH‾). Dalam tata nama senyawa basa, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, diantaranya:

Bila senyawa basa terbentuk dari kation unsur logam yang mempunyai satu bilangan oksidasi (biloks) seperti alkali, alkali tanah, serta aluminium penamaan adalah dengan rumus berikut ini:

Unsur logam + Hidroksida (OH‾)

Contoh:

  • NaOH = Natrium Hidroksida
  • Ba (OH) 2 = Barium Hidroksida
  • Ca (OH) 2 = Kalsium Hidroksida

Bila senyawa basa terbentuk dari kation unsur logam yang mempunyai lebih dari satu bilangan oksidasi (biloks), penamaannya adalah dengan rumus berikut ini:

Unsur logam + biloks logam + Hidroksida

Biloks/bilangan oksidasi dari unsur logam yang berkaitan ditulis menggunakan angka Romawi dalam tanda kurung.

Contoh:

  • Fe (OH) 2 = Besi (II) Hidroksida
  • Fe (OH) 2 = besi (III) Hidroksida
  • CuOH = tembaga (I) Hidroksida
  • Sn (OH) 3 = timah (III) Hidroksida
  • Sn (OH) 4 = timah (IV) Hidroksida

Tata Nama Senyawa Garam

Garam adalah senyawa yang terbentuk dari kation basa serta anion bekas asam. Prinsip penamaan senyawa garam mesti memenuhi aturan berikut ini:

Bila senyawa garam terbentuk dari kation (cuma mempunyai satu bilangan oksidasi) serta anion, rumus penamaannya:

Nama kation + Anion bekas asamnya

Contoh:

  • NaNO3 = Natrium nitrat
  • Ca (NO3) 2 = Kalsium nitrat

Bila senyawa garam yang terbentuk dari kation basa (bilangan oksidasinya lebih dari satu) serta anion bekas asamnya, penamaannya dengan menulis nama kation bersama dengan bilangan oksidasinya (ditulis dalam angka Romawi dalam tanda kurung) yang lantas diikuti nama anion bekas asamnya.

Nama kation + biloks kation (dalam angka Romawi) + Anion bekas asamnya

Contoh:

  • Sn (SO4) 2 = Tembaga (IV) sulfat
  • CuS = Tembaga (II) sulfat

Tata Nama Senyawa Organik

Senyawa organik adalah senyawa-senyawa yang terdiri atas gugus atom C, H, serta O yang mempunyai beberapa karakter spesifik. Penamaan senyawa organik lebih kompleks serta tidak cuma ditetapkan dari rumus kimianya saja, tetapi juga ditetapkan dari susunan serta gugus manfaatnya. Senyawa organik mempunyai tata nama spesial serta umumnya mempunyai nama dagang (trivial). Berikut ini beberapa senyawa organik dengan nama lazimnya:

  • CH4 (Metana)
  • CHCI3 (Kloroform)
  • C2H6 (Etana)
  • CH3COOH (Asam Asetat)
  • CO (NH2) 2 (Urea)
  • C12H22O11 (Sukrosa)
  • C6H12O6 (Glukosa)
  • C2H5OH (Etanol)

Contoh di atas adalah tata nama senyawa organik yang sederhana, sedangkan tata nama senyawa organik yang lebih khusus akan kita jelaskan kembali pada pembahasan terkait tata nama senyawa hidrokarbon (senyawa organik yang terbagi dalam gugus atom hidrogen serta karbon).

Sampai sudah kita di akhir pembahasan kali ini tentang Tata Nama Senyawa Sederhana, mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan sahabat sekalian, terima kasih sudah mengunjungi Lahiya, sampai bertemu di artikel selanjutnya, ya.

 

Sumber:
http://www.softilmu.com/2015/12/tata-nama-senyawa-sederhana.html

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...