Tegas! Habib Rizieq Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku yang Persekusi Abdul Somad

Posted on

Lahiya – Meskipun belum kembali ke Indonesia, Habib Rizieq Shihab dengan tegas meminta agar aparat kepolisian segera menangkap semua pelaku persekusi terhadap Ustad Abdul Somad. Dari tanah Arab, rupanya imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu tetap memantau kondisi di tanah air.

“Habib Rizieq sudah perintahkan saya untuk menuntaskan kasus Ustad Abdul Somad secara hukum,” ungkap Kapitra Ampera kepada Sabtu (16/12/2017). Demikian sebagaimana dilansir dari laman JawaPos.com, Minggu (17/12/2017).

Diungkapkan oleh Kapitra, sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sangat kecewa atas apa yang dialami Ustad Abdul Somad saat berceramah di Bali beberapa waktu lalu. Dia berharap kasus serupa tak perlu terulang lagi. Baik di Bali maupun di daerah lain.

“Perbuatan seperti ini harus dihentikan, caranya adalah memroses secara hukum dan harus diberikan sanksi tegas agar tidak melakukan lagi perbuatan seperti itu,” demikian Kapitra menirukan perkataan Rizieq yang hingga kini masih di Arab Saudi.

Baca juga: Soal Sengketa Ustaz Somad dan Penolaknya di Bali, Kemenag: Jalan Terbaik adalah Islah

Sebagaimana diketahui, Ustad Abdul Somad mendapatkan intimidasi dari sejumlah orang yang mengatasnamakan dari ormas tertentu. Mereka mengklaim pihaknya adalah pecinta Pancasila dan penjaga NKRI.

Pada Jumat (8/12/2017) sekelompok orang dari ormas itu merangsek ke hotel, tempat Ustad Abdul Somad menginap. Mereka meminta Ustad Abdul Somad berikrar di Rumah Kebangsaan. Mendengar hal itu, Ustad Abdul Somad memilih pulang dari pada harus menjatuhkan harga dirinya. Sebab Abdul Somad melihat otoritas orang tersebut tidak jelas, melainkan tak jauh dari sekadar preman.

Atas dasar itulah seorang pengacara Ismar Syafrudin kemudian melaporkan sejumlah nama dan sejumlah Ormas ke Bareskrim Polri pada Selasa (12/12/2017).

Ismar melaporkan sejumlah nama. Menurutnya, nama-nama itu merupakan nama yang diduga terlibat dalam aksi intimidasi terhadap Ustad Abdul Somad. Mereka adalah Anggota DPD asal Bali, Arya Wedakama, Ketut Ismaya, Jemima Mulyandari, Gusriadi Miko Jatmika, Iga Ngurah Harta, dan lain-lain.

“Itu yang sudah kita dapatkan bukti-bukti awal,” kata Ismar.

Baca juga: Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Sudah Tersebar di Jakarta, Ini Kata Penerbitnya

Selain nama-nama di atas, Ismar juga melaporkan sejumlah ormas. Ormas tersebut adalah Laskar Bali, Garda Nasional Patriotik Indonesia, Patriot Garda Nusantara, dan Padepokan Silat Sandi Murti. Tak lupa, Ismar juga menyertakan sejumlah video untuk barang bukti dalam pelaporan ini.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan