Tegas! Sri Mulyani Tegur Anies Beswedan Soal Perubahan Perjalanan Dinas

Posted on

Lahiya – Dalam Musrenbang DKI Jakarta, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa jika dibandingkan pemerintah pusat, uang perjalanan dinas DKI Jakarta lebih tinggi.

Sudah sejak era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, uang perdinas itu dimulai. Tetapi, baru saat era kepemimpinan Anies Baswedan, Sri Mulyani menegur soal hal tersebut.

“Saya kan menyampaikan bahan mengenai kondisi keuangan daerah, kita memang persentasikan di semua forum saya menyampaikan issue tentang pengelolaan uang negara, uang daerah yang baik, ini bukan hal yang baru,” kata Sri Mulyani di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (29/12/2017), dikutip dari Detik.com.

Sri Mulyani menyatakan soal penyampaian perdinas DKI Jakarta itu sebab forumnya Musrenbang pemerintah daerah DKI Jakarta. Menurut Sri Mulyani, memang pemda DKI sedang mengumpulkan masukan dari semua pihak bersangkutan, baik yang berupa fakta maupun data untuk merumuskan kebijakan yang baik.

Baca juga: Waduh! Dikira Korban Kecelakaan, Fakta di Balik Foto Remaja Ini Malah Bikin Netizen Kesal

Disebutkan oleh Mantan Direktur Bank Dunia tersebut, informasi yang disampaikan pada acara Musrenbang itu memang merupakan hal yang perlu dilakukan dan untuk itu tak ada perlakuan khusus maupun berlakunya perbedaan dengan pihak yang lainnya.

“Kemarin saya ngobrol sama pak Anies, banyak kebijakan yang harus dipilih kemudian diperbaiki dan beliau mau perbaiki ya sudah itu saja. Tidak ada sesuatu, kan kemarin memang dibuat muter-muter sama orang yang mau ingin membuat muter-muter,” katanya.

Sri Mulyani dalam Musrenbang DKI Jakarta pada Rabu lalu menyebutkan tentang satuan biaya uang harian perjalanan dinas di DKI sama Pusat hampir 3 kali lipatnya, yakni Rp 1,5 juta per orang per hari di DKI, sementara untuk standar nasional hanyalah sejumlah Rp 480 ribu per orang per hari.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan