Home Wisata 29 Tempat Wisata di Solo yang Paling Disukai Wisatawan Lokal dan Asing

29 Tempat Wisata di Solo yang Paling Disukai Wisatawan Lokal dan Asing

SHARE

Kota Solo

Kota Solo atau disebut juga dengan Surakarta yaitu satu kota berada strategis di propinsi Jawa Tengah. Lantaran tempatnya yang strategis serta ada di tengah-tengah jalur darat, kota Solo ramai dikunjungi orang yang dalam perjalanan menuju kota lain untuk berkunjung sesaat. Tidak hanya untuk tempat berkunjung, Solo juga memiliki obyek wisata yang menarik. Apa sajakah obyek wisata di Solo yang harus dikunjungi?

Tempat Wisata di Solo

tempat-wisata-di-solo

1. Tawangmangu –

Tempat wisata di Solo-Tawangmangu yaitu semacam wisata alam yang amat populer di Solo. Air terjun ini juga dikenal dengan nama grojogan sewo. Tawangmangu terdapat di Kabupaten Karanganyar kurang lebih 37 km arah timur Solo. Air terjun dengan pemandangan indah hijau serta berhawa sejuk ini ada di dekat Gunung Lawu. Kalau mau naik gunung, baca ini: Perlengkapan naik gunung

Bermain dibawah air terjun ini butuh hati-hati serta siaga. Bebatuan yang besar serta licin pantas untuk diwaspadai juga. Tidak hanya menikmati keindahan air terjun dengan terpaan air yang memercik ke tubuh, disini kita dapat juga beli beragam bentuk tanaman sebagai oleh-oleh atau menunggang kuda. Pastinya tak menunggang sendirian, namun didampingi perawat kudanya, jadi bakal aman. Berlibur kemari pas untuk keluarga.

2. Taman Balekambang –

Tempat wisata di Solo-Mulai sejak th. 2008, Taman Balekambang sudah digunakan sebagai taman rekreasi sekalian sebagai fasilitas edukasi. Warga orang-orang banyak yang menggunakan saat berlibur di Taman Balekambang.

Taman ini terdiri dua sisi. Pertama yaitu Taman Air Partini yang di dalamnya ada sarana permainan perahu serta yang ke-2 yaitu Rimba Partinah yang di dalamnya ada beragam macam bentuk tanaman yang sudah termasuk langka. Taman Balekambang berlokasi di Jalan Ahmad Yani serta berdiri diatas tanah kurang lebih seluas 10 hektar.

Taman Balekambang di Kota Solo, Jawa Tengah, mulai sejak dahulu jadi magnet wisatawan. Siapa kira taman ini miliki sejarah yang cukup suram. Namun selesai direnovasi, taman ini jadi satu diantara tempat menghabiskan hari libur.

Th. 2011 lalu, satu pekerjaan riset dari universitas menghantarkan saya pada perjumpaan lebih dalam mengenai satu taman di Surakarta. Ya, Taman Balekambang. Rasa-rasanya untuk masyarakat Surakarta, taman ini tak asing lagi. Namun tahukah Anda kalau taman yang saat ini tampak hijau, asri serta menawan pernah jadi daerah yang suram serta amat mengerikan?

Sejarah mengetahui hiruk-pikuk Taman Balekambang saya peroleh dari hasil wawancara dengan Dra Endang Sri Murniyati, Kepala UPTD Lokasi Wisata serta Maliyawan Surakarta. Ia menceritakan, saat sebelum dikerjakan revitalisasi, taman sisa peninggalan raja ini pernah kehilangan perannya sebagai daerah resapan air serta keseimbangan hawa kota. Balekambang pernah jadi daerah dengan catatan sejarah yang kelam.

Turunnya manfaat taman ini berawal saat Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VIII, ganti status pemakaian Taman Balekambang. Pergantian status pemakaian pada th. 1970-an ini dikerjakan dari hanya keluarga serta kerabat dekat, menjadi pemakaian oleh umum.

loading...

Status kepemilikannya juga diarahkan dari kepemilikan kerajaan menjadi punya pemerintah daerah. Atas kebijakan berikut, beberapa orang lalu bersama-sama memakai lokasi itu sebagai tempat berkumpul serta berwisata.

Daerah ini dapat jadi daya tarik untuk beberapa pelaku seni tradisional seperti ketoprak serta srimulat untuk memperlihatkan kebolehannya. Alhasil, Taman Balekambang mulai populer sebagai pusat perhelatan seni serta budaya di Surakarta.

Tetapi makin lama, keadaan ini berjalan seperti tak ada pengawasan. Beberapa orang yang lalu lakukan okupansi secara ilegal. Satu per satu beberapa pelaku seni serta masyarakat kurang lebih bangun beberapa tempat tinggal non permanen buat mereka singgahi.

Banyak dari mereka buka usaha pijat “plus-plus” untuk melayani beberapa pengunjung taman. Diskotik dengan aroma prostitusi juga mulai merebak di lokasi ini. Banyak aset kerajaan dirusak oleh beberapa pengunjung serta masyarakat kurang lebih. Taman Balekambang juga beralih jadi daerah yang kumuh, riskan serta mengerikan.

Kesadaran untuk kembalikan peran perlu Taman Balekambang ada di masa kepemimpinan Jokowi. Lewat program revitalisasi Taman Balekambang, ia membidik sebuah pergantian yang dramatis dalam kurun dua th. mulai sejak 2007.

3. Tugu Lilin Tugu Lilin.

Tempat wisata di Solo-Beberapa Penelusur tentu penasaran apakah itu Tugu Lilin. Mendengar lilin tentu langsung kepikiran masalah pesugihan yang memakai lilin, namun bukanlah itu lho. Lantaran Tugu Lilin ini adalah peninggalan sejarah Indonesia yang cukup melegenda, yang terdapat di

Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan. Persisnya ada di pertigaan Pajang pertemuan Jl. Joko Tingkir, Jl. Dr Radjiman serta Jl. Slamet Riyadi Makamhaji, perbatasan Solo serta Kartasura. Tempat tinggal, pertokoan, perkantoran serta warung di kurang lebih Tugu Lilin jadikan nama atau memberikan nama itu sebagai alamat. Umpamanya, Apotek Tugu Lilin, Mie Ayam Tugu Lilin atau Toko Besi Tugu Lilin.

Tugu Lilin di Solo ini di bangun pada th. 1933 bertepatan dengan peringatan 25 th. Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei mulai sejak berdirinya Boedi Oetomo. Seperti tercatat di prasasti Tugu Lilin Penumping, pembangunan tugu itu untuk Peringatan Gerakan Kebangsaan Indonesia.

Sejarah dari Tugu Kebangkitan Nasional ini bermula dari kehadiran Dr. Soetomo serta Dr. Setiadi yang bertandang ke Solo pada th. 1933. Beliau memanglah mempunyai gagasan untuk berkeliling nusantara serta mengambil sebagian titik di banyak wilayah untuk jadikan tempat pembangunan tugu peringatan. Konon pembangunan tugu ini dikerjakan sebagai bentuk atau lambang persatuan negara yang saat itu masihlah dibawah pemerintahan penjajah.

Ada yang unik lho dari Tugu Lilin ini, yakni Tugu Lilin atau dimaksud juga Tugu Kebangkitan Nasional itu hingga saat ini jadikan sebagai tempat bersejarah. , Upacara Peringatan Harkitnas Kota Solo senantiasa dikerjakan ditempat itu.

Beberapa penelusur tentu penasaran bentuk tugu ini dapat kan?. Nyatanya nih memiliki bentuk cukup unik lho yakni seperti lilin, tidak heran tugu itu dinamakan lain oleh orang-orang dengan nama tugu lilin. Beberapa Penelusur tau gak arti setiap bagiannya? nyatanya bentuk Tugu Kebangkitan Nasional ini mempunyai arti yang satu diantaranya lambang api yang ada di puncak tugu mempunyai makna yakni pejuangan selalu menyala hingga tercapainya kemerdekaan.

Dalam peresmian Tugu Kebangkitan Nasional ini, Dr. Soetomo menyampaikan, “Van Solo begin de vyctory” yang berarti dari Solo, kemenangan diawali.

4. Keraton Surakarta –

Tempat wisata di Solo-Rasa-rasanya belum ke Surakarta bila tidak bertandang ke Keraton Surakarta atau Keraton Solo. Disini kita bisa lihat beragam benda kuno serta mengambil photo dengan beberapa prajurit penjaga keraton. Satu diantara yang paling menarik perhatian yaitu kereta kencana yang dipamerkan di keraton.

Untuk masuk serta menjelajah Keraton Surakarta kita cuma butuh membayar ticket seharga Rp 10. 000, -. Murah meriah, bukan? Keraton (Istana) Surakarta adalah satu diantara bangunan yang eksotis di jamannya. Satu diantara arsitek istana ini yaitu Pangeran Mangkubumi (nantinya bergelar Sultan Hamengkubuwana I) yang juga jadi arsitek paling utama Keraton Yogyakarta.

Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila pola mendasar tata ruangan ke-2 keraton itu (Yogyakarta serta Surakarta) banyak mempunyai kesamaan umum. Keraton Surakarta seperti yang bisa disaksikan saat ini tidaklah di bangun serentak pada 1744-1745, tetapi di bangun secara bertahap dengan menjaga pola mendasar tata ruangan yang tetap sama juga dengan awalannya.

Pembangunan serta restorasi secara besar-besaran paling akhir dikerjakan oleh Susuhunan Pakubuwana X yang bertahta 1893-1939. Beberapa keraton ini memiliki nuansa warna putih serta biru dengan arsitekrur style kombinasi Jawa-Eropa.

Secara umum pembagian keraton mencakup : Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan (?) serta Kamandungan Kidul/Selatan, dan Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan serta Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks keraton ini dapat dikelilingi dengan baluwarti, satu dinding pertahanan dengan tinggi kurang lebih tiga hingga lima mtr. serta tidak tipis kurang lebih satu mtr. tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi satu daerah dengan bentuk persegi panjang.

Daerah itu memiliki ukuran lebar kurang lebih lima ratus mtr. serta panjang kurang lebih tujuh ratus mtr.. Kompleks keraton yang ada didalam dinding yaitu dari Kamandungan Lor/Utara hingga Kamandungan Kidul/Selatan.

5. Taman Sriwedari : Pusat Hiburan, Seni serta Budaya di Surakarta

Tempat wisata di Solo-Taman Sriwedari yaitu satu kompleks taman di Kecamatan Lawiyan, Kota Solo, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Mulai sejak masa Pakubuwana X, Taman Sriwedari jadi tempat diselenggarakannya kebiasaan hiburan Malam Selikuran, tidak hanya itu Taman Sriwedari sempat juga jadi tempat penyelenggaraan PON I pada th. 1948.

Taman Sriwedari di bangun oleh Paku Buwono X yang disebut adik ipar KRMT Wirjodiningrat. KRMT Wirjodiningrat beli tanah Sriwedari dari seseorang Belanda bernama Johannes Buselar pada 1877 dengan status tanah RVE (hak punya).

Pakubuwono X pada awalnya bikin Taman Sriwedari sebagai tempat rekreasi serta peristirahatan untuk keluarga kerajaan, di inspirasi mitos mengenai kehadiran satu taman di surga. Awal mulanya, taman ini terdapat di satu tempat yang diberi nama Kebon Rojo atau Taman Raja, tetapi bersamaan perubahan zaman, kebun binatang ini dipindah ke daerah jauh dari pusat kota. Sekarang, taman rekreasi ini memiliki sebagian sarana hiburan baik untuk anak kecil ataupun dewasa, restoran-restoran kecil, serta stand penjualan suvenir.

Didalam kompleks taman ini dapat ada satu atraksi yang populer yakni wayang orang di GWO. Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari yaitu satu gedung pertunjukan wayang orang yang ada di Taman Sriwedari. Tempat ini menghidangkan seni pertunjukan daerah wayang orang yang menghidangkan narasi wayang bersumber pada pada narasi Ramayana serta Mahabarata.

Pada saat spesifik juga di gelar beberapa narasi wayang orang paduan pada wayang orang sriwedari dengan wayang orang RRI Surakarta serta bahkan juga dengan seniman-seniman wayang orang Jakarta, Semarang, maupun Surabaya. Taman Sriwedari buka sehari sekali mulai jam 10. 00 WIB s/d jam 22. 00 WIB. Harga ticket masuknya juga cukup murah, yakni Rp3. 000, 00 (tiga ribu rupiah) saja.

6. Air Terjun Jumog

Tempat wisata di Solo-Di daerah karanganyar banyak obyek wisata alam yang udah di kenal, salah nya ialah Air Terjun Jumog. Obyek wisata itu terdapat di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, propinsi Jawa Tengah.

Obyek wisata Air Terjun Jumog berjarak kurang lebih 40 km. ke arah Timur Solo. Bila beberapa penelusur pergi dari arah Solo menuju twangmangu, kelak sesudah pertigaan pasar karangpandan, beberapa penelusur mengambil ke arah kiri menuju Ngargoyoso. Lantaran bila yang ke arah kanan yaitu jalan menuju ke obyek wisata tawangmangu.

Bila beberapa penelusur memakai kendaraan umum, dapat naik bis umum dari Solo ke terminal karangpandan. Lalu dari terminal karangpandan, beberapa penelusur bisa meneruskan perjalanan dengan naik bis yang lebih kecil menuju ke Nglogrok.

Serta kemudian untuk menuju ke tempat air terjunnya, beberapa penelusur bisa memakai layanan ojek dengan tarif kurang lebih Rp 45. 000. Tetapi harga itu tidaklah harga tentu, seluruh bergantung negoisasi pada beberapa penelusur dengan si tukang ojek.

Berikutnya setelah tiba ditempat parkir air terjun, beberapa penelusur mesti jalan kaki untuk hingga di tempat Air Terjun Jurog yang berjarak kurang lebih lebih kurang 400 mtr.. Beberapa penelusur tidak butuh cemas, lantaran jalanan menuju ke tempat air terjun udah diatur dengan sedemikian rupa, hingga tak membahayakan beberapa penelusur.

Untuk ticket masuk ke obyek wisata Air Terjun Jurog yaitu Rp 3. 000/orang serta parkirnya Rp 1000/motor.

Waktu perjalanan menuju tempat obyek wisata Air Terjun Jumog, beberapa penelusur bakal disajikan oleh keindahan panorama alam yang masihlah fresh serta hijau. Tidak hanya itu, beberapa penelusur bisa mendengar beragam nada hewan alam yang ada di sekitar salah satunya nada bermacam burung yang amat merdu, hingga bikin situasi kurang lebih makin merasa alami.

Air terjun Jumog sendiri memiliki ketinggian lebih kurang 30 mtr.. Bila beberapa penelusur mujur, beberapa penelusur bakal dapat lihat pelangi yang kerapkali tampak di Air Terjun Jumog. Obyek wisata ini sendiri kerap dijuluki sebagai “Surga yang Hilang” oleh orang-orang yang tinggal di tempat air terjun maupun oleh beberapa wisatawan yang bertandang.

Tidak hanya air terjun, di obyek wisata ini dapat udah dilengkapi oleh beragam sarana pendukung salah satunya arena permainan anak, gazebo untuk beristirahat, kolam renang, rest daerah, panggung hiburan, serta tempat tinggal makan.

Untuk beberapa penelusur yang mau bermalam, tidak butuh cemas, lantaran di kurang lebih obyek wisata Air Terjun Jumog ada cottage serta homestay dengan bermacam macam harga yang di tawarkan. Waktu beberapa penelusur berwisata ke Air Terjun Jurog, jangan pernah melupakan untuk mencicipi makanan khas daerah itu yakni sate ayam serta sate kelinci yang sangat lezat.

7. Pandawa Water World Solo Baru –

Tempat wisata di Solo-Ini yaitu satu diantara wahana wisata air yang tempatnya di Solo Baru. Yang di tawarkan oleh Pandawa Water World yaitu beragam jenis wisata air yang pastinya amat mengasyikkan, tidak cuma untuk anak-anak. Tetapi orang dewasa juga sekian. Untuk ticket masuk hari Senin s/d Jumat yakni Rp 50. 000, – sedang pada Sabtu serta Minggu Rp 100. 000, -. Harga ticket bisa beralih serta tidak tetap.

8. Kampung Batik Kauman

Tempat wisata di Solo-Sudah tidak diragukan lagi, kampung batik kaumanterdapat di Jln. Trisula, Kauman, Timur ; Jln. Yos Sudarso Nonongan, Solo, Jawa Tengah.

Kampung Batik Kauman adalah warisan asli dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Nama Kauman sendiri di ambil dari kata golongan, yang disimpulkan sebagai kampung petinggi. Kampung yang pada masa-masa saat ini di desain sebagai kampung wisata ini memanglah dulunya yaitu kampung yang ditempati beberapa abdi dalam.

”Abdi dalam keraton yang diletakkan di kampung ini memanglah spesial bikin batik-batik untuk keluarga keraton, ” terang Agus Riyanto (49), Sekretaris Paguyuban Batik Kauman. Mereka juga diajari langkah bikin selendang, jarik, serta yang lain.

Saat ini, dengan pesatnya perubahan batik, Kampung Batik Kauman juga berkembang dalam jumlah pembatik ataupun industri batiknya. Tidak sama dengan Kampung Batik Laweyan, kampung batik lain di Kota Solo yang mempunyai motif-motif berwarna jelas, Kampung Batik Kauman condong berwarna gelap seperti coklat kehitaman serta motif yang dibuatnya juga termasuk moderen.

Mengambil jalan lain ini juga udah susah. Tidak sama dengan Kampung Batik Laweyan yang memiliki akses jalan cukup lebar. Namun untuk beberapa orang, begitulah seninya berkeliling ke Kampung Batik Kauman. Mereka jadi tahu atmosfer perkampungan batik yang sudah eksis beratus-ratus th. waktu lalu.

Namun, bila beberapa penelusur mau ke kampung batik kauman memakai transportasi umum, beberapa penelusur bisa naik bus Damri A, Damri B, Sumber Rahayu, Surya Kencana A, Surya Kencana E, Nusa A, serta Solo Batik Trans beberapa penelusur turun di gladak. Setelah tiba di tempat, beberapa penelusur bakal disambut oleh sejenis pintu gerbang bertuliskan “Kauman : Kampung Wisata Batik”.

Kampung Batik Kauman tempatnya sangat strategis, lantaran dikelilingi oleh Jalan Rajiman, Jalan Nonongan, Jalan Slamet Riyadi, serta dikelilingi oleh tempat ramai lain seperti Pasar Klewer, Beteng serta Gladak. Jadi, akses untuk menuju ke sana juga amat gampang serta dijalan sangat banyak dipasang papan penunjuk jalan menuju tempat supaya beberapa penelusur tak kesusahan serta tak tersesat.

Bangunan yang ada di kampung batik kauman memiliki sebagian bentuk seperti gabungan style arsitektur Kolonial – Jawa, tempat tinggal Joglo, style Kolonial, dan Limasan. Waktu beberapa penelusur mulai menyusuri Kampung Batik Kauman makin kedalam, beberapa penelusur juga dapat temukan hasil produksi batik yang mereka bikin terpajang dirumah yang merangkap sebagai butik.

Di sini beberapa penelusur dapat lihat langsung proses pembuatan batik itu. Bahkan juga di kampung batik kauman ini, beberapa penelusur juga diijinkan untuk belajar membatik. Sungguh pengalaman yang sayang sekali bila ditinggalkan demikian saja.

Sesudah senang lihat langkah membatik serta belajar bikin batik sendiri, waktunya beberapa penelusur untuk berkeliling beli batik saat sebelum pulang. Di sana terdapat banyak showroom yang bisa penelusur dapatkan, seperti Batik Sekar Tadji, Batik Sekar Melati, Batik Kaoeman, Batik Gunawan Setiawan, Bagik Pratama, Panama Taylor & Baju Jawi, Batik Noer, Batik Somokartosono, Tisik Batik Halus Kartika, Tempat tinggal Model Batik Sabrina, Batik Dakon Mas, serta Batik Qisti Mas’adi.

10. Museum Manusia Purba Sangiran –

Tempat wisata di Solo-Tempat ini yaitu museum manusia purba yang terlengkap di Asia. Museum unik dengan adanya banyak

koleksi fosil-fosil manusia purba. Usia fosil manusia purba beragam ada yang melalui dari 2 juta th. serta ada yang 200. 000 th.. Dengan koleksi fosil manusia purba sejumlah sekurang-kurangnya 13. 000 buah. Koleksi lain Museum Manusia Purba Sangiran yaitu fosil tumbuhan, hewan, peralatan manusia purba, dan batu.

11. Ngarsopuro Solo –

Tempat wisata di Solo-Situasi ramai Taman Ngarsopuro bakal merasa saat sore hari s/d malam hari. Tempatnya di Jalan Diponegoro (depan Pura Mangkunegaran). Lokasi Ngarsopuro sudah diatur secara artistik hingga pas sekali untuk nongkrong anak-anak muda.

12. Museum Batik Danar Hadi –

Tempat wisata di Solo-Danar Hadi adalah satu diantara produsen batik solo yang udah populer. Di museum ini bisa didapati koleksi batik dari semua penjuru nusantara, dengan corak dan motif bermacam. Koleksinya meraih 10. 000 helai batik. Lantaran begitulah museum ini peroleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau MURI sebagai museum dengan koleksi kain batik paling banyak.

13. Ngarsopuro Night Market –

Tempat wisata di Solo-Pasar malam yang teratur di buka sehari sekali Sabtu hingga Minggu dari mulai jam 19. 00-21. 00. Tempat ini cuma bisa digunakan sebagai daerah berdagang untuk orang yang mempunyai KTP Solo saja.

Beragam benda di jual di pasar ini. Misalnya yaitu souvenir, kain batik, benda kerajinan, s/d makanan khas Solo ada. Untuk meramaikan situasi, di pasar malam ini diselenggarakan pertunjukan musik etnik dari penggiat seni di Kota Solo, tari-tarian s/d pertunjukan musik jazz.

14. Museum Radya Pustaka –

Tempat wisata di Solo-Ini yaitu museum tertua di Indonesia yang terdapat di dekat Taman Sriwedari. Kita dapat lihat serta tahu seperti apa Kota Solo di masa-masa lantas serta lihat satu diantara koleksi museum yang menarik berbentuk porselen hadiah dari Napoleon Bonaparte untuk Sri Susuhunan Paku Buwana IV.

15. Kampung Batik Laweyan –

Tempat wisata di Solo-Satu diantara sentra batik Solo ada di Kampung Batik Laweyan. Arsitektur yang berkesan bergaya eropa menyelimuti bangunan di Kampung Batik Laweyan. Banyak tempat tinggal disini yang di bangun dengan style arsitektur Eropa yang megah serta kuat. Tempat tinggal itu dulu pemiliknya adalah beberapa saudagar batik. Anda bisa belanja bermacam jenis product batik mulai kain s/d souvenir.

16. Candi Cetho –

Tempat wisata di Solo-Candi ini tempatnya di lereng Gunung Lawu. Tempatnya berdekatan dengan Candi Sukuh. Selama perjalanan menuju candi, kita bakal disajikan panorama alam yang menarik. Ticket masuknya amat murah yakni Rp 2500, – per orang. Namun harga itu bisa beralih setiap saat, ya.

17. Candi Sukuh –

Tempat wisata di Solo-Candi Sukuh belum banyak dikunjungi serta di kenal wisatawan. Memanglah tempatnya sulit dijangkau yakni di pedalaman Gunung Lawu, jadi tak heran bila banyak yg tidak tahu mengenai candi ini. Candi Sukuh memiliki bentuk yang unik, lho. Serupa sekali seperti bentuk piramida Suku Maya. Untuk yang penasaran, mari bertandang kemari!

18. Pasar Triwindu –

Tempat wisata di Solo-Pasar ini jadi alternatif lain wisata berbelanja saat ada di Solo. Uniknya disini yaitu ada berbagai koleksi beberapa barang antik yang sulit diketemukan ditempat yang lain.

19. Astana Giribangun –

Tempat wisata di Solo-Astana Giribangun tempat tepatnya tak di Kota Solo. Walau demikian dekat dengan Solo yakni di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Ini adalah kompleks pemakaman keluarga Soeharto. Disini ada makam Ibu Tien Soeharto serta Ayah Soeharto, juga sebagian kerabat lain. Banyak yang bertandang kemari untuk ziarah.

20. Perkebunan Teh Kemuning –

Tempat wisata di Solo-Obyek wisata ini ada juga di Karanganyar. Warga Kota Solo serta sekitarnya yang mau nikmati keindahan perkebunan teh yang hijau, hawa fresh, serta menyejukkan mata, dapat datang kemari. Keindahannya tidak kalah dengan Puncak Bogor.

Tidak hanya nikmati keindahan panoramanya yang memukau di kurang lebih Perkebunan Teh Kemuning kita dapat juga lakukan aero sport paralayang, letak tepatnya di Venues Bukit Paralayang, Desa Segoro Gunung Kemuning, Karanganyar. Tempat yang ada di lereng Gunung Lawu ini memiliki udara pegunungan yang sejuk.

21. Agrowisata Sondokoro –

Tempat wisata di Solo-Ada satu pabrik gula yang tidak jauh dari Kota Karanganyar bernama Pabrik Gula Tasikmadu yang merupaka peninggalan Belanda. Pabrik ini masihlah ada dibawah naungan PTPN IX. Sekarang di kurang lebih Pabrik Gula Tasikmadu tengah diperkembang Agrowisata Sondokoro yang disebut obyek wisata keluarga dengan berbagai sarana permainan anak. Di Sondokoro kita dapat berkeliling memakai satu kereta tua yang antik. Pastinya ini bakal jadi pengalaman tidak terlupakan untuk seluruh yang bertandang.

22. Tubing Goasari Ngargoyoso –

Tempat wisata di Solo-Rata-rata orang mengetahui rafting, walau demikian di Karanganyar ini ada river tubing atau menyusuri sungai dengan memakai ban. Peralatan yang digunakan untuk tubing sama juga dengan rafting yakni pelampung serta helm. Tempat tepatnya di Desa Punthukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar. Paling mengasyikkan berlibur kemari berbarengan rekan atau rombongan. Menyusuri sungai yang jernih serta bebatuan yang terlihat di sungai dengan panorama kurang lebih memanjakan mata. Memberi asiknya aktivitas tubing.

23. Taman Satwa Taru

Tempat wisata di Solo- Jurug atau Kebun Binatang Jurug adalah satu diantara tempat wisata di Kota Surakartayang di bangun pada th. 1878. Taman Jurug tawarkan tempat yang indah untuk beristirahat, di dalamnya ada beragam spesies hewan serta tumbuhan. Dengan ide konsep wisata alam, berjalan-jalan didalam taman dikelilingi pohon-pohon besar serta rindang. Didalam tempat taman, kita bakal kerap menjumpai kawanan monyet serta beragam bentuk spesies burung.

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berada di timur kota Solo, dekat perbatasan dengan Karanganyar. Taman wisata yang dulu pernah jadi primadona pariwisata di kota Solo ini, saat ini seolah kehilangan pamornya lantaran kurangnya pengelolaan sepanjang bertahun-tahun

24. Museum Samanhudi

Tempat wisata di Solo-Untuk tahu perjuangan pendiri Serikat Dagang Islam yang lalu di kenal dengan Serikat Islam, Yayasan Warna Warni membangun Museum Haji Samanhudi di dalam Kampoeng Batik Laweyan, Solo (Jawa Tengah). Museum ini bakal diresmikan, Jumat (22/8) yang akan datang.

” Kami membangun museum ini, lantaran sekarang banyak generasi muda yang kurang mengerti sejarah perjuangan beberapa tokoh pendiri bangsa. Saya mengharapkan dengan hadirnya museumnya generasi saat ini termasuk juga orang-orang luas tahu peran Samanhudi dalam panggung gerakan nasional, tutur Pendiri Yayasan Warna Warni Krisnina Akbar Tandjung pada pers di Solo, Rabu (20/8).

25. Pura Mangkunagaran

Tempat wisata di Solo-(Bhs Jawa : Pura Mangkunagaran, yaitu istana tempat tempat tinggal beberapa Pangeran Adipati Arya Mangkunegara serta keluarganya di Surakarta. Di bangun pada th. 1757 oleh Mangkunegara I dengan ikuti jenis keraton yang lebih kecil.

Secara arsitektur bangunan ini mempunyai ciri yang sama juga dengan keraton, yakni pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalam, serta kaputran, yang semuanya dikelilingi oleh tembok yang kokoh.

Pura ini di bangun sesudah Kesepakatan Salatiga yang memulai pendirian Praja Mangkunegaran serta dua th. sesudah dikerjakannyaPerjanjian Giyanti yang berisi membagi pemerintahan Jawa jadi Kesultanan Yogyakarta serta Kasunanan Surakarta oleh VOC (Kompeni) pada th. 1755.

Kasunanan Surakarta kembali terpecah sesudah Raden Mas Said selalu memberontak pada VOC, serta pemberontakannya selesai sesudah ia mengadakan perdamaian dengan VOC, Surakarta, serta Yogyakarta lewat Kesepakatan Salatigapada th. 1757. Raden Mas Said lalu bergelar Mangkunegara I serta bangun lokasi kekuasaannya di bagian barat tepian Sungai Pepe (Kali Pepe), yang saat ini jadi Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Seperti bangunan paling utama di Keraton Surakarta serta Keraton Yogyakarta, Pura Mangkunegaran alami sebagian perubahan sepanjang puncak masa-masa pemerintahan kolonialBelanda di Jawa Tengah. Perubahan ini terlihat pada ciri dekorasi Eropa yang popular ketika itu.

26. Pasar Legi Solo, Pasar Induk Hasil Bumi Paling besar di Solo

Tempat wisata di Solo-Mulai sejak di bangun oleh Mangkunegaran, Pasar Legi berkembang cukup cepat sebagai satu diantara pasar induk sebagai pusat transaksi beberapa barang hasil bumi. Pasar tradisional yang memiliki luas kurang lebih 16. 640 m2 ini mendapat supply dagangan dari beragam daerah, baik dari lokasi kurang lebih surakarta ataupun dari luar daerah seperti Brebes, Tulungagung, Tasikmalaya, Sidoarjo, Malang serta lain sebagainya.

Sebagai pasar induk paling besar di Kota Solo, Pasar Legi jadi maksud pertama untuk beberapa pedagang dari luar kota. Beberapa barang dagangan seperti buah-buahan nyaris seluruh yaitu barang baru serta kerapkali belum disortir. Penyortiran buah-buahan ataupun sayuran dikerjakan saat bakal didistribusikan ke pasar-pasar lain umpamanya ke Pasar Gede, Pasar Nusukan serta yang lain.

27. Berburu Oleh-Oleh di Pasar Keris serta Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton Solo

Tempat wisata di Solo-Pasar Keris serta Cenderamata yang ada di alun-alun utara kota Solo, banyak dikunjungi oleh beberapa wisatawan dari beragam negara serta amat populer lantaran beberapa barang yang dijajakan antik serta menarik untuk di pajang di ruangan tamu atau dirumah. Keris-keris yang menaruh sejarah keratonan solo serta cinderamata keraton bisa kita dapatkan di selama kios yang ada didalam pasar.

Saat main ke Solo janganlah lupa untuk singgah kesini. Banyak sekali barang yang bakal kita temui dsini. Umpamanya keris-keris yang dahulu pernah di gunakan oleh beberapa pejuang serta abdi dalam keraton, tentang nilai sejarah dari beberapa barang ini tak dapat di pikirkan.

tidak hanya keris beberapa barang yang di jual di sini diantaranya ; blangkon, serta alat-alat musk tradisional JawaPengagum buku lawas? Atau mau membaca karya-karya sastra dari sastrawan nomer wahid di Indonesia? Atau sebatas mau beli buku bacaan dengan harga terjangkau? Sesekali mampirlah ke Taman Buku serta Majalah, Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.

Di Taman Buku itu ada banyak kios buku yang jual buku-buku bekas. Bahkan juga, bukanlah mustahil anda bakal temukan buku kuno atau buku langka bila cermat lihat di tumpukan buku-buku yang di jual.

28. Pasar buku Bekas SoloPasar Buku Bekas Solo

Tempat wisata di Solo-Seseorang pengunjung membaca buku di Pasar Buku Bekas SoloSeorang pengunjung membaca buku di Pasar Buku Bekas Solo

Di Kota Solo, juga ada pusat penjualan buku bekas lain, yaitu Belakang Sriwedari atau yang lebih di kenal dengan nama BuSri. Nama BuSri memanglah lebih tenar dari pada pasar buku bekas di Alun-alun utara, tetapi pasar buku bekas di Alun-alun ini mempunyai keunggulan, harga nya yang tambah lebih murah serta koleksi buku yang lebih variasi, unik bahkan juga langka.

Buku-buku bekas yang di jual di pasar ini harga nya jauh dibawah harga market buku baru. Rentang harga nya, harga buku bekas di alun-alun utara ini kurang lebih 20 sampai 25 % dari harga buku baru. Jadi janganlah heran, bila buku sastra tidak tipis di toko buku di jual seharga Rp 100 ribu lebih, disini cuma di jual seharga Rp 25 ribu, bahkan juga lebih murah.

Lorong-lorong diantara kios-kios di Pasar Buku Bekas SoloLorong-lorong diantara kios-kios di Pasar Buku Bekas Solo
Seseorang pedagang di Pasar Buku Bekas SoloSeorang pedagang di Pasar Buku Bekas Solo

Seseorang pengunjung membaca buku di Pasar Buku Bekas SoloSeorang pengunjung membaca buku di Pasar Buku Bekas Solo. Pasar ini terdapat di segi utara Alun-alun Lor Keraton Surakarta –sekitar 200 mtr. dari Masjid Agung. Panduan yang gampang dikenali yaitu pohon beringin besar di depan jejeran kios. Banyak buku berkualitas ditempat ini, juga komik-komik lama karya Kho Ping Ho, R Kosasih, primbon, serta naskah-naskah Jawa seperti Serat Centhini, Babad Tanah Jawi, Serat Wedatawa.

29. Beteng Trade Center (BTC)

Tempat wisata di Solo-yang terdapat di Jl. Mayor Sunaryo Solo, Jawa Tengah, adalah pusat usaha, grosir serta perdagangan dengan luas bangunan 21. 000 m2 (terbagi dalam tiga lantai). BTC dapat menyimpan 1. 600 pedagang yang terbagi dalam Shops, Open Shops, Offices, Exhibition Hall, Foodcourt dan daerah parkir dengan kemampuan kira-kira 1. 000 mobil serta sepeda motor.

Dengan ide konsep sebagai pusat usaha serta perdagangan tekstil, batik, baju jadi, sepatu serta tas, BTC adalah pusat berbelanja grosir serta eceran terlengkap serta paling besar di Kota Solo serta sekitarnya.

BTC amat gampang diraih dari semua penjuru kota lantaran bersebelahan dengan komplek Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang disebut maksud object wisata beberapa turis domestik ataupun mancanegara.

Lantaran Kota Solo adalah satu diantara maksud wisata serta berbelanja, market share BTC cukup luas yakni mencakup semua masyarakat beragam kota di Jawa Tengah pada terutama serta kota- kota lain di Indonesia biasanya.

Sarana yang disiapkan diantaranya yaitu Instalasi Telephone serta Listrik, AC Central, Ventilasi serta Penerangan yang baik, Fire Detector, Hydrant, Main Exhibition, Promotion Daerah, Eskalator, ATM, Toilet, melebihi dari 50 kamera CCTV yang menyebar di semua daerah dan Service Keamanan 24 jam.

Video tempat Wisata di Solo

 

SHARE

7 COMMENTS

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan