29 Tempat Wisata di Solo yang Paling Disukai Wisatawan Lokal dan Asing

Posted on

Kota Solo

Kota Solo atau disebut juga dengan Surakarta yaitu satu kota berada strategis di propinsi Jawa Tengah. Lantaran tempatnya yang strategis serta ada di tengah-tengah jalur darat, kota Solo ramai dikunjungi orang yang dalam perjalanan menuju kota lain untuk berkunjung sesaat. Tidak hanya untuk tempat berkunjung, Solo juga memiliki obyek wisata yang menarik. Apa sajakah obyek wisata di Solo yang harus dikunjungi?

Tempat Wisata di Solo

tempat-wisata-di-solo

1. Tawangmangu –

Tempat wisata di Solo-Tawangmangu yaitu semacam wisata alam yang amat populer di Solo. Air terjun ini juga dikenal dengan nama grojogan sewo. Tawangmangu terdapat di Kabupaten Karanganyar kurang lebih 37 km arah timur Solo. Air terjun dengan pemandangan indah hijau serta berhawa sejuk ini ada di dekat Gunung Lawu. Kalau mau naik gunung, baca ini: Perlengkapan naik gunung

Bermain dibawah air terjun ini butuh hati-hati serta siaga. Bebatuan yang besar serta licin pantas untuk diwaspadai juga. Tidak hanya menikmati keindahan air terjun dengan terpaan air yang memercik ke tubuh, disini kita dapat juga beli beragam bentuk tanaman sebagai oleh-oleh atau menunggang kuda. Pastinya tak menunggang sendirian, namun didampingi perawat kudanya, jadi bakal aman. Berlibur kemari pas untuk keluarga.

2. Taman Balekambang –

Tempat wisata di Solo-Mulai sejak th. 2008, Taman Balekambang sudah digunakan sebagai taman rekreasi sekalian sebagai fasilitas edukasi. Warga orang-orang banyak yang menggunakan saat berlibur di Taman Balekambang.

Taman ini terdiri dua sisi. Pertama yaitu Taman Air Partini yang di dalamnya ada sarana permainan perahu serta yang ke-2 yaitu Rimba Partinah yang di dalamnya ada beragam macam bentuk tanaman yang sudah termasuk langka. Taman Balekambang berlokasi di Jalan Ahmad Yani serta berdiri diatas tanah kurang lebih seluas 10 hektar.

Taman Balekambang di Kota Solo, Jawa Tengah, mulai sejak dahulu jadi magnet wisatawan. Siapa kira taman ini miliki sejarah yang cukup suram. Namun selesai direnovasi, taman ini jadi satu diantara tempat menghabiskan hari libur.

Th. 2011 lalu, satu pekerjaan riset dari universitas menghantarkan saya pada perjumpaan lebih dalam mengenai satu taman di Surakarta. Ya, Taman Balekambang. Rasa-rasanya untuk masyarakat Surakarta, taman ini tak asing lagi. Namun tahukah Anda kalau taman yang saat ini tampak hijau, asri serta menawan pernah jadi daerah yang suram serta amat mengerikan?

Sejarah mengetahui hiruk-pikuk Taman Balekambang saya peroleh dari hasil wawancara dengan Dra Endang Sri Murniyati, Kepala UPTD Lokasi Wisata serta Maliyawan Surakarta. Ia menceritakan, saat sebelum dikerjakan revitalisasi, taman sisa peninggalan raja ini pernah kehilangan perannya sebagai daerah resapan air serta keseimbangan hawa kota. Balekambang pernah jadi daerah dengan catatan sejarah yang kelam.

Turunnya manfaat taman ini berawal saat Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VIII, ganti status pemakaian Taman Balekambang. Pergantian status pemakaian pada th. 1970-an ini dikerjakan dari hanya keluarga serta kerabat dekat, menjadi pemakaian oleh umum.

Status kepemilikannya juga diarahkan dari kepemilikan kerajaan menjadi punya pemerintah daerah. Atas kebijakan berikut, beberapa orang lalu bersama-sama memakai lokasi itu sebagai tempat berkumpul serta berwisata.

Daerah ini dapat jadi daya tarik untuk beberapa pelaku seni tradisional seperti ketoprak serta srimulat untuk memperlihatkan kebolehannya. Alhasil, Taman Balekambang mulai populer sebagai pusat perhelatan seni serta budaya di Surakarta.

Tetapi makin lama, keadaan ini berjalan seperti tak ada pengawasan. Beberapa orang yang lalu lakukan okupansi secara ilegal. Satu per satu beberapa pelaku seni serta masyarakat kurang lebih bangun beberapa tempat tinggal non permanen buat mereka singgahi.

Banyak dari mereka buka usaha pijat “plus-plus” untuk melayani beberapa pengunjung taman. Diskotik dengan aroma prostitusi juga mulai merebak di lokasi ini. Banyak aset kerajaan dirusak oleh beberapa pengunjung serta masyarakat kurang lebih. Taman Balekambang juga beralih jadi daerah yang kumuh, riskan serta mengerikan.

Kesadaran untuk kembalikan peran perlu Taman Balekambang ada di masa kepemimpinan Jokowi. Lewat program revitalisasi Taman Balekambang, ia membidik sebuah pergantian yang dramatis dalam kurun dua th. mulai sejak 2007.

3. Tugu Lilin Tugu Lilin.

Tempat wisata di Solo-Beberapa Penelusur tentu penasaran apakah itu Tugu Lilin. Mendengar lilin tentu langsung kepikiran masalah pesugihan yang memakai lilin, namun bukanlah itu lho. Lantaran Tugu Lilin ini adalah peninggalan sejarah Indonesia yang cukup melegenda, yang terdapat di

Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan. Persisnya ada di pertigaan Pajang pertemuan Jl. Joko Tingkir, Jl. Dr Radjiman serta Jl. Slamet Riyadi Makamhaji, perbatasan Solo serta Kartasura. Tempat tinggal, pertokoan, perkantoran serta warung di kurang lebih Tugu Lilin jadikan nama atau memberikan nama itu sebagai alamat. Umpamanya, Apotek Tugu Lilin, Mie Ayam Tugu Lilin atau Toko Besi Tugu Lilin.

Tugu Lilin di Solo ini di bangun pada th. 1933 bertepatan dengan peringatan 25 th. Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei mulai sejak berdirinya Boedi Oetomo. Seperti tercatat di prasasti Tugu Lilin Penumping, pembangunan tugu itu untuk Peringatan Gerakan Kebangsaan Indonesia.

Sejarah dari Tugu Kebangkitan Nasional ini bermula dari kehadiran Dr. Soetomo serta Dr. Setiadi yang bertandang ke Solo pada th. 1933. Beliau memanglah mempunyai gagasan untuk berkeliling nusantara serta mengambil sebagian titik di banyak wilayah untuk jadikan tempat pembangunan tugu peringatan. Konon pembangunan tugu ini dikerjakan sebagai bentuk atau lambang persatuan negara yang saat itu masihlah dibawah pemerintahan penjajah.

Ada yang unik lho dari Tugu Lilin ini, yakni Tugu Lilin atau dimaksud juga Tugu Kebangkitan Nasional itu hingga saat ini jadikan sebagai tempat bersejarah. , Upacara Peringatan Harkitnas Kota Solo senantiasa dikerjakan ditempat itu.

Beberapa penelusur tentu penasaran bentuk tugu ini dapat kan?. Nyatanya nih memiliki bentuk cukup unik lho yakni seperti lilin, tidak heran tugu itu dinamakan lain oleh orang-orang dengan nama tugu lilin. Beberapa Penelusur tau gak arti setiap bagiannya? nyatanya bentuk Tugu Kebangkitan Nasional ini mempunyai arti yang satu diantaranya lambang api yang ada di puncak tugu mempunyai makna yakni pejuangan selalu menyala hingga tercapainya kemerdekaan.

Dalam peresmian Tugu Kebangkitan Nasional ini, Dr. Soetomo menyampaikan, “Van Solo begin de vyctory” yang berarti dari Solo, kemenangan diawali.

4. Keraton Surakarta –

Tempat wisata di Solo-Rasa-rasanya belum ke Surakarta bila tidak bertandang ke Keraton Surakarta atau Keraton Solo. Disini kita bisa lihat beragam benda kuno serta mengambil photo dengan beberapa prajurit penjaga keraton. Satu diantara yang paling menarik perhatian yaitu kereta kencana yang dipamerkan di keraton.

Untuk masuk serta menjelajah Keraton Surakarta kita cuma butuh membayar ticket seharga Rp 10. 000, -. Murah meriah, bukan? Keraton (Istana) Surakarta adalah satu diantara bangunan yang eksotis di jamannya. Satu diantara arsitek istana ini yaitu Pangeran Mangkubumi (nantinya bergelar Sultan Hamengkubuwana I) yang juga jadi arsitek paling utama Keraton Yogyakarta.

Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila pola mendasar tata ruangan ke-2 keraton itu (Yogyakarta serta Surakarta) banyak mempunyai kesamaan umum. Keraton Surakarta seperti yang bisa disaksikan saat ini tidaklah di bangun serentak pada 1744-1745, tetapi di bangun secara bertahap dengan menjaga pola mendasar tata ruangan yang tetap sama juga dengan awalannya.

Pembangunan serta restorasi secara besar-besaran paling akhir dikerjakan oleh Susuhunan Pakubuwana X yang bertahta 1893-1939. Beberapa keraton ini memiliki nuansa warna putih serta biru dengan arsitekrur style kombinasi Jawa-Eropa.

Secara umum pembagian keraton mencakup : Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan (?) serta Kamandungan Kidul/Selatan, dan Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan serta Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks keraton ini dapat dikelilingi dengan baluwarti, satu dinding pertahanan dengan tinggi kurang lebih tiga hingga lima mtr. serta tidak tipis kurang lebih satu mtr. tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi satu daerah dengan bentuk persegi panjang.

Daerah itu memiliki ukuran lebar kurang lebih lima ratus mtr. serta panjang kurang lebih tujuh ratus mtr.. Kompleks keraton yang ada didalam dinding yaitu dari Kamandungan Lor/Utara hingga Kamandungan Kidul/Selatan.

5. Taman Sriwedari : Pusat Hiburan, Seni serta Budaya di Surakarta

Tempat wisata di Solo-Taman Sriwedari yaitu satu kompleks taman di Kecamatan Lawiyan, Kota Solo, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Mulai sejak masa Pakubuwana X, Taman Sriwedari jadi tempat diselenggarakannya kebiasaan hiburan Malam Selikuran, tidak hanya itu Taman Sriwedari sempat juga jadi tempat penyelenggaraan PON I pada th. 1948.

Taman Sriwedari di bangun oleh Paku Buwono X yang disebut adik ipar KRMT Wirjodiningrat. KRMT Wirjodiningrat beli tanah Sriwedari dari seseorang Belanda bernama Johannes Buselar pada 1877 dengan status tanah RVE (hak punya).

Pakubuwono X pada awalnya bikin Taman Sriwedari sebagai tempat rekreasi serta peristirahatan untuk keluarga kerajaan, di inspirasi mitos mengenai kehadiran satu taman di surga. Awal mulanya, taman ini terdapat di satu tempat yang diberi nama Kebon Rojo atau Taman Raja, tetapi bersamaan perubahan zaman, kebun binatang ini dipindah ke daerah jauh dari pusat kota. Sekarang, taman rekreasi ini memiliki sebagian sarana hiburan baik untuk anak kecil ataupun dewasa, restoran-restoran kecil, serta stand penjualan suvenir.

Didalam kompleks taman ini dapat ada satu atraksi yang populer yakni wayang orang di GWO. Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari yaitu satu gedung pertunjukan wayang orang yang ada di Taman Sriwedari. Tempat ini menghidangkan seni pertunjukan daerah wayang orang yang menghidangkan narasi wayang bersumber pada pada narasi Ramayana serta Mahabarata.

Pada saat spesifik juga di gelar beberapa narasi wayang orang paduan pada wayang orang sriwedari dengan wayang orang RRI Surakarta serta bahkan juga dengan seniman-seniman wayang orang Jakarta, Semarang, maupun Surabaya. Taman Sriwedari buka sehari sekali mulai jam 10. 00 WIB s/d jam 22. 00 WIB. Harga ticket masuknya juga cukup murah, yakni Rp3. 000, 00 (tiga ribu rupiah) saja.

6. Air Terjun Jumog

Tempat wisata di Solo-Di daerah karanganyar banyak obyek wisata alam yang udah di kenal, salah nya ialah Air Terjun Jumog. Obyek wisata itu terdapat di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, propinsi Jawa Tengah.

Obyek wisata Air Terjun Jumog berjarak kurang lebih 40 km. ke arah Timur Solo. Bila beberapa penelusur pergi dari arah Solo menuju twangmangu, kelak sesudah pertigaan pasar karangpandan, beberapa penelusur mengambil ke arah kiri menuju Ngargoyoso. Lantaran bila yang ke arah kanan yaitu jalan menuju ke obyek wisata tawangmangu.

Bila beberapa penelusur memakai kendaraan umum, dapat naik bis umum dari Solo ke terminal karangpandan. Lalu dari terminal karangpandan, beberapa penelusur bisa meneruskan perjalanan dengan naik bis yang lebih kecil menuju ke Nglogrok.

Serta kemudian untuk menuju ke tempat air terjunnya, beberapa penelusur bisa memakai layanan ojek dengan tarif kurang lebih Rp 45. 000. Tetapi harga itu tidaklah harga tentu, seluruh bergantung negoisasi pada beberapa penelusur dengan si tukang ojek.

Berikutnya setelah tiba ditempat parkir air terjun, beberapa penelusur mesti jalan kaki untuk hingga di tempat Air Terjun Jurog yang berjarak kurang lebih lebih kurang 400 mtr.. Beberapa penelusur tidak butuh cemas, lantaran jalanan menuju ke tempat air terjun udah diatur dengan sedemikian rupa, hingga tak membahayakan beberapa penelusur.

Untuk ticket masuk ke obyek wisata Air Terjun Jurog yaitu Rp 3. 000/orang serta parkirnya Rp 1000/motor.

Waktu perjalanan menuju tempat obyek wisata Air Terjun Jumog, beberapa penelusur bakal disajikan oleh keindahan panorama alam yang masihlah fresh serta hijau. Tidak hanya itu, beberapa penelusur bisa mendengar beragam nada hewan alam yang ada di sekitar salah satunya nada bermacam burung yang amat merdu, hingga bikin situasi kurang lebih makin merasa alami.

Air terjun Jumog sendiri memiliki ketinggian lebih kurang 30 mtr.. Bila beberapa penelusur mujur, beberapa penelusur bakal dapat lihat pelangi yang kerapkali tampak di Air Terjun Jumog. Obyek wisata ini sendiri kerap dijuluki sebagai “Surga yang Hilang” oleh orang-orang yang tinggal di tempat air terjun maupun oleh beberapa wisatawan yang bertandang.

Tidak hanya air terjun, di obyek wisata ini dapat udah dilengkapi oleh beragam sarana pendukung salah satunya arena permainan anak, gazebo untuk beristirahat, kolam renang, rest daerah, panggung hiburan, serta tempat tinggal makan.

7 thoughts on “29 Tempat Wisata di Solo yang Paling Disukai Wisatawan Lokal dan Asing

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan