Terbongkar! Selama Ini Ribuan Menara BTS yang Tak Bayar Uang Sewa ke Pemprov DKI Jakarta

Posted on

Lahiya – Terkuak fakta jika sangat banyak menara base transceiver station ( BTS) yang berdiri di lima wilayah kota Jakarta namun tidak membayar uang sewa kepada Pemprov DKI Jakarta. Padahal menara tersebut berdiri di atas tanah milik Pemprov.

Seperti diwartakan kompas.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta belakangan ini menyoroti permasalahan tersebut. Bahkan Komisi A DPRD DKI Jakarta telah memanggil Badan Pengelola Aset Daerah untuk menggali informasi perihal masalah itu.

Kabid Pembinaan, Pengendalian dan Pemanfaatan BPAD DKI Jakarta Yuwendri menyebutkan jika semua menara BTS yang berdiri di atas tanah milik Pemprov DKI Jakarta tidak membayar uang sewa.

Baca Juga: Jika Ingin Memimpin 2 Periode, Demokrat Sarankan Jokowi Belajar dari SBY

“Tidak ada satupun perjanjian kerja sama tentang sewa. Yang ada perjanjian kerja sama dengan PTSP. Yang dibayar mereka hanya retribusi, terkait sewa belum dipenuhi,” kata Yuwendri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selada (19/12/2017).

Yuwendri menambahkan jika beberapa menara tersebut malah hanya mengantongi izin bangunan saja dan pemilik BTS tersebut tidak membayar sewa kepada Pemprov DKI Jakarta. Padahal, selain memakai tanah milik Pemprov, menara-menara tersebut kerap menggangu keanyamanan masyarakat, misalnya menara berada di trotoar atau taman.

Meski demikian, Yuwendri menyatakan jika dirinya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan menara-menara itu berdiri. Ia hanya berani memastikan jika selama ini pemilik menara tidak pernah membayar uang sewa.

Untuk dikethui jika sampai dengan saat ini, di Jakarta ada 1.129 unit menara yang telah berdiri.

Koordinator Komisi A DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menguangkapkan jika kasus tersebut bisa menimbulkan kerugian terhadap negara dengan jumlah yang tidak sedikit. Semestinya, Pemprov bisa menerima tambahan pendapatan dari uang sewa tanah yang dipakai untuk mendirikan menara BTS.

“Saya bisa katakan itu nyuri, itu potensinya bisa triliunan rupiah loh,” kata Taufik.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan