SHARE
Loading...

Tak ada yang percaya, gadis cantik berumur 16 tahun ini memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

bunuh diri

“Semua terjadi secara tiba-tiba” tanpa mengucapkan satu kata pun, tanpa menulis sepucuk surat pun, Maisie, gadis 16 tahun ini meninggal dunia.

Pada bulan Juli tahun ini, di kota Misterton, Nottinghamshire, Inggris, terjadi sebuah kasus misterius, seorang gadis manis dan pintar, Maisie, memilih cara bunuh diri dan mengakhiri hidup indahnya.

bunuh diri

Keluarganya sangat kecewa, dan tak berani percata, terlebih lagi, tak mampu menerima hal ini. Sampai suatu ketika, saat kakaknya, Amy, merapikan barang-barang peninggalannya.

Ia menemukan secarik kertas dengan tulisan tangan Maisie… Bagi orang sekitarnya, Maisie adalah gadis yang sangat ceria. Bahkan di sekolah, dia selalu mendapat nilai tinggi, dan selalu dapat membanggakan kedua orangtuanya.

Di dalam keluarga, Maisie juga adalah anak yang penurut dan jujur, anak kesayangan ibunya. Ia juga memiliki banyak teman dan sahabat, sering pergi makan bersama, atau pergi berlibur bersama.

bunuh diri

Ia juga sering tersenyum, dalam pandangan orang lain, ia tampak menjalani hidup dengan santai dan tanpa beban.

bunuh diri

Sebelum hal tragis ini terjadi, tak ada yang merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Bahkan belum lama sebelum ia bunuh diri, ia masih semangat berdiskusi tentang rencana liburan keluarganya ke Yunani. Matanya berbinar-binar, seolah tak sabar menunggu hari itu tiba.

“Kami berdiskusi dengan sangat gembira, matahari juga bersinar sangat cerah, kami membelikan kaca mata hitam untuknya, ia sangat suka, musim panas kali ini benar-benar ditunggu-tunggu.”

Namun sekarang, dia selamanya tak akan bisa pergi kesana lagi. 19 Juli 2017 Pagi hari, Maisie seperti biasanya, sambil sarapan sambil melihat ibunya, Helen, bersiap-siap berangkat kerja.

bunuh diri

Saat sore hari, Maisie mengatakan pada kakak perempuannya bahwa ia hendak keluar rumah untuk membeli beberapa makanan ringan. Namun sebenarnya ia membawa anjing peliharaannya berjalan-jalan.

Hingga jam setengah 6 sore, saat ibunya pulang ke rumah, Maisie belum juga pulang. Namun awalnya ibunya mengira bahwa ia sedang bermain bersama teman-temannya, hingga tidak terlalu mengkhwatirkan hal ini.

Namun saat jam setengah 7, Maisie belum juga ada kabar. Ibunya pun segera menelepon semua teman dekatnya Maisie. Tak ada satupun yang bertemu dengan Maisie hari itu.

Hingga malah hari, Maisie masih tak ada kabar, mereka sekeluarga pun melaporkan hal ini pada polisi. Di hari kedua, poloso menemukan Maisie di tengaj hutan. Sayangnya sudah dalam bentuk mayat.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian mengatakan bahwa Maisie bunuh diri karena depresi. Keluarga dan teman baik Maisie melalukan diskusi mengenai hasil pemeriksaan ini.

Bagaimana pun, mereka tak dapat menerimanya. Seorang anak yang sangat ceria dan baik ini, hampir tak mungkin depresi hingga bunuh diri.

bunuh diri

Saat Amy, kakaknya, merapihkan barang-barang peninggalan Maisie, ia menemukan secarik kertas dengan tulisan tangan, kertas itu sangat biasa, diatasnya ditulis “I’m fine” (aku baik-baik saja) namun saat kakaknya melihat dengan lebih teliti dan membalik kertas tersebut, satu keluarga langsung menangis.

bunuh diri

Pada kertas dan tulisan yang sama, juga ada tulisan “help me” (tolong aku) rupanya Maisie merahasiakan sesuatu dibalik senyum bahagianya. Selalu menampilkan “aku baik-baik saja” kepada orang lain, namun sebenarnya ada kepahitan yang disembunyikan.

bunuh diri

Ibunya Maisie pun memutuskan untuk memperbanyak tulisan dari Maisie dan di cetak dalam pentuk plat besi. Ia memberikannya kepada 750 orang yang menghadiri acara pemakaman Maisie.

Setelah itu, Helen kembali memproduksi souvenir tersebut dan menjualnya. Dana yang dikumpulkan kemudian disumbangkan kepada organisasi yang khusus menangani
pencegahan anak-anak muda dari tindakan bunuh diri.

bunuh diri

Melalui souvenir ini, Helen ingin menyampaikan sebuah pesan kepada setiap orangtua, untuk lebih memperhatikan buah hatinya. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali.