Home Dunia Islam Ternyata Gus Dur Memiliki 2 Versi Tanggal Lahir | @GUSDURians

Ternyata Gus Dur Memiliki 2 Versi Tanggal Lahir | @GUSDURians

SHARE
abdurrahman wahid

Halo, tahu tidak, kalau tanggal 7 September, adalah versi kedua dari hari lahirnya Gus Dur.
Jadi ceritanya begini. Lima belas tahun lalu, tepatnya Jumat, 4 Agustus 2000, Gus Dur yang waktu itu menjabat sebagai presiden RI keempat. Menerima ucapan selamat ulang tahun dari kerabat dan kawan-kawannya di Istana Bogor, Jawa Barat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ulang tahun Gus Dur memang selalu diperingati pada tanggal itu. Padahal, tanggal lahir Gus Dur sebenarnya salah, bukan 4 Agustus 1940.

Lalu kenapa tanggal lahir Gus Dur bisa salah? Greg Barton, penulis Biografi Abdurrahman Wahid, mengatakan sebenarnya presiden keempat RI itu dilahirkan pada hari keempat bulan kedelapan. Namun, tanggal lahir Gus Dur itu berdasar pada kalender Islam, yakni bulan kedelapan, maksudnya adalah bulan Syakban.

Dengan demikian, sebenarnya dia dilahirkan pada 4 Syakban 1359 Hijriah. Pada kalender Masehi yang sebenarnya tepat pada Sabtu, 7 September 1940.

Dia dilahirkan di rumah kakek dari pihak ibunya, Kyai Bisri Syansuri, pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Dan ternyata ada kisah lucu dibalik kesalahan tanggal lahir Gus Dur ini. Guyonan lucu ketika Gus Dur lupa dengan tanggal lahirnya. Cerita ini kini popular bagi para pencinta Gus Dur atau Gusdurian. Konon, guyonan ini dilontarkan sendiri oleh Gus Dur.

Baca juga:

Begini kisahnya, sewaktu kecil, saat Gus Dur mendaftarkan diri sebagai siswa di sebuah Sekolah Dasar di Jakarta, Gusdur ditanya oleh gurunya,

“Namamu siapa, Nak?”
“Abdurrahman,” jawab Gus Dur.
“Tempat dan tanggal lahir?”
“Jombang,” jawab Gus Dur sambil terdiam beberapa saat.
“Tanggal 4, bulan 8, tahun 1940,” lanjutnya.

Sepertinya Gus Dur agak ragu sebab dia menghitung dulu bulan kelahirannya.

loading...

Gus Dur hanya hafal bulan Komariahnya, yaitu hitungan berdasarkan perputaran bulan. Gus Dur juga tidak ingat bulan Syamsiahnya atau hitungan berdasarkan perputaran matahari. Gus Dur juga tidak ingat bulan Syamsiahnya atau hitungan berdasarkan perputaran matahari.

Yang Gus Dur maksud, dia lahir bulan Syakban, bulan kedelapan dalam hitungan Komariah. Tetapi gurunya menganggap Agustus, yaitu bulan 8 dalam hitungan Syamsiah. Oleh karena itu, sejak itu lah dia dianggap lahir pada 4 Agustus 1940.

Padahal sebenarnya dia lahir pada 4 Syakban 1359 Hijriah atau 7 September 1940. Karena tidak mau repot repot, Gus Dur tidak pernah menggantinya. Karena memang moto Gus Dur “Gitu aja kok repot”. Hehe.

Demikian itulah, mengapa dan kenapa hari lahir Gus Dur ada dua versi. Semoga penjelasan singkat ini mengobati kerinduan kita pada Gus Dur.

*Kultwit Komunitas GUSDURian @GUSDURians  07/09/2015 21:08:12 WIB

SHARE