Terungkap! Begini Kronologi Tendangan Wali Kota Mataram ke Satpol PP

Posted on

Lahiya – Foto Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang menendang anggota Satpol PP menjadi viral di media sosial dan mendapat banyak komentar pro dan kontra.

Akan tetapi, tendangan itu sebenarnya atas permintaan dari anggota Satpol PP sebagai bagian dari tes ketangguhan fisik.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati. Ia mengatakan jika saat itu adalah hari dimana Bayu dilantik untuk menggantikan Chaerul Anwar, Kasatpol PP lama yang dimutasi menduduki jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Bayu mengatakan jika anggota Satpol PP banyak yang menunggu di luar gedung saat prosesi pelantikan dirinya. “Karena kami kompak, anggota ikut hadir di luar, menunggu di luar selama proses pelantikan saya,” ujarnya, dikutip dari jpnn.com, Selasa (23/1/2018).

Selepas menjalani rangkain acara pelantikan di dalam ruangan, Ahyar dan sejumlah pejabat lainnya keluar. Ketika itu sudah berbaris sejumlah anggota Satpol PP yang menunggu kehadiran Wali Kota Mataram, pejabat lainnya dan kasat baru mereka, dalam posisi berbaris.

“Mungkin ini bentuk saking bahagianya anggota ya, dengan dilantiknya saya, sehingga sudah berbaris menunggu di luar,” terangnya.

Melihat anggota Satpol PP berbaris rapi, Ahyar lantas mengajukan beberapa pertanyaan. Mulai tentang kesiapan anggota hingga komitmen mereka untuk mendukung kasat yang baru.

“Pak wali tanya, ‘siap untuk mendukung kasat yang baru?’. Mereka jawab siap, bahkan ada lalu yang menyodorkan diri,” jelasnya.

Salah satu yang maju untuk menyodorkan diri adalah Komandan Peleton (Danton) 3 Surya Hadi. Bayu lantas memberikan pertanyaan sama seperti yang ditanyakan Ahyar.

“Pak, tes kita Pak Wali!,” kata Bayu menirukan Surya Hadi.

Ahyar lantas mengambil kuda-kuda untuk memberikan tendangan ke Surya yang juga sudah siap menerima itu. Bayu lantas menjelaskan jika Ahyar adalah seorang pesilat sehingga tahu mana yang semestinya tendangan mendarat.

“Pak wali itu pesilat, beliau tahu mana yang rentan ditendang dan mana yang kuat untuk ditendang,” ujarnya.

Mengenai foto yang beredar di media sosial, Bayu menyatakan jika itu hanya ayunan kaki. Ia menegaskan jika benar yang ditendang adalah bagian titik lumpuh, maka anggota Satpol PP itu pasti ambruk terseungkur.

Baca Juga: Ingat Aktor “Meteor Garden” Idola Era 2000-an Ini? Siapa Sangka Sekarang Nasibnya Begitu Miris

“Itu hanya ayunan kaki, seolah-olah mengenai wajah. Kalau ada videonya, mungkin semua akan tahu tak ada tendangan ke arah wajah,” jelasnya.

Bayu juga mengatakan jika Ahyar menendang anak buahnya tidak dengan kaki terbaiknya. “Tapi pakai kaki kiri,” terangnya.

Akan tetapi, menurut Bayu, karena pengambilan foto yang bagus dan momen yang tepat, jadilah foto itu menurut Bayu seperti mengarah ke wajah.

“Apalagi sampai ada yang bilang ke arah leher, saya heran sama media-media nasional ini narasinya berlebihan,” cetusnya.

Ia lantas menjelaskan jika tendangan itu sebenarnya mengarah ke bagian-bagian yang bisa untuk dikunci seperti perut dan lengan. Lebih lanjut, Bayu juga mengatakan jika tendangan itu tidak lebih hebat dibandingakn dengan yang sebelumnya dilakukan Ahyar.

“Ada bahkan Pak Wali nendang sambil terbang,” celetuknya.

Bayu berdalih jika tindakan Ahyar tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk keakraban antara Wali Kota dengan anggota Satpol PP. Di sisi lain, ini juga cara mereka meyakinkan kepala daerah, kesiapan mereka dalam upaya penegakan-penegakan perda.

“Kalau bukan dengan cara seperti itu, lalu dengan cara apa lagi kami harus tunjukan kami siap secara fisik?” ujarnya.

Ia tidak menampik jika Satpol PP tetap mengedepankan cara-cara humanis ke masyarakat. Namun ada momentum tertentu kekuatan fisik diperlukan dalam sebuah situasi penting.

“Masa anggota Satpol PP loyo-loyo terus kabur,” cetusnya

 

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan