Terungkap! Ini Identitas Mayat Wanita Bercadar di Halaman Masjid, Sebelum Tewas Sempat Bertemu Seorang Pria

Posted on

Lahiya – Temuan sesosok mayat perempuan bercadar di halaman masjid Anas Bin Faadolah, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggegerkan publik, terutama warga sekitar. Pertanyaan tentang identitas perempuan itu pun menyeruak.

Dilansir dari laman tribunnews.com, polisi yang menyelidiki kasus ini akhirnya mampu mengungkap identitas wanita ini. Perempuan ini diketahui bernama Nurul Khotimah, warga Jalan Pahlawan Gang III, Kedungwaru, Tulungagung.

Data ini diperoleh pihak kepolisian melalui alat identifikasi berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS). Sebelumnya pun Tim Inafis Polres Kediri sudah mengambil sampel sidik jari dan retina korban. Berangkat dari situlah kepolisian akhirnya bisa mengungkap identitas wanita ini.

Penemuan mayat wanita bercadar di halaman masjid ini sendiri terjadi pada Kamis (4/1/2018) lalu. Saifuin (35) seorang saksi mata mengatakan waktu itu dirinya mendengar bunyi cukup keras di halaman masjid. Seelah ia menghampiri ternyata ditemukan sesosok wanita tertutup kain hitam. Ia langsung melapor ke pihak berwajib.

Saat datang ke TKP, polisi menemukan sepucuk surat bersama mayat wanita tersebut. Diduga surat tersebut dari pelaku. Berikut isi suratnya.

“Maaf!!! Mohon dirawat sesuai syariat Islam

Jangan cari tahu sp saya…”

Ayah mendiang Nurul Khotimah, Rudi mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Ia menduga ada keterlibatan orang dekat dalam kematian putrinya tersebut.

“Saya minta polisi menangkap pelakunya,” kata Rudi yang usianya sudah berkepala enam ini dengan nada tinggi, dikutip dari tribunnews.com.

“Kalau bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya menghilangkan nyawa,” imbuhnya.

Selain itu, kakak korban, Agustina (40), mengatakan bahwa sebelum kejadian itu, adiknya sempat mengantarkan anak sulungnya ke sekolah. Sedangkan suami korban sendiri tengah mengantar anaknya ke pesantren di Solo.

Baca Juga: Mayat Bayi Ditemukan di Laci Toilet Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Begini Kondisinya

Agustina menyebut, korban menggunakan sepeda angin saat mengantar anaknya itu. Lalu biasanya korban pulang pukul 12.00 WIB untuk berdagang garmen. Namun, ucap Agustina, saat itu korban tak kunjung pulang.

Bahkan, kata Agustina, anaknya diantar pulang oleh gurunya. Agustina juga mengaku sempat mencari korban ke rumah teman-temannya. akhirnya, polisi datang ke rumah orang tua korban di Dusun Kroncong, Desa Purworejo, Kabupaten Kediri, menyampaikan kabar duka.

Agustina emudian menjelaskan, suami korban sempat menujukkan padanya ponsel korban yang berisi panggilan dari nomor teman sekolahnya.

“Saya pernah ditunjukkan ponsel ada telepon berulang kali ke ponsel adik (korban),” kata Agustina. “Kalau persoalan pribadi dia cenderung tertutup.”

Suami korban, Sunaryo, pun sempat menaruh curiga dan khawatir terkait istrinya ini. dia menunjukkan ponsel korban yang nampak catatan panggilan dari nomor teman korban.

“Kami meminta polisi agar menangkap pelaku dan dihukum setimpal,” kata Sunaryo di rumahnya, Jumat (5/1/2018).

Sunaryo kemudian menjelaskan, korban memang mempunyai teman dekat pria semasa sekolahnya. Bahkan pria tersebut pernah terang-terangan meminta korban bercerai. Padahal pria tersebut pun sudah berkeluarga.

Korban, ucap Sunaryo, bahkan dijanjikan dibelikan rumah dan dipenuhi kebutuhan hidupnya jika mau menuruti keinginannya. “Iya memang benar begitu,” katanya.

Masih dilansir dari tribunnews.com, bukti otenink penyelidikan polisi menguatkan dugaan bahwa Nurul dibunuh. Polisi mengaku tidak menemukan tanda adanya bekas perlawanan di tubuh korban.

Polisi juga memaprkan, Nurul sempat dijemput seorang pria di rumahnya pada Kamis pagi. Keduanya sempat bertemu juga di sekitar RSUD dr Iskak yang tak jauh dari kediaman korban. Bahkan, pertemuan itu terekam CCTV.

“Kami sudah memeriksa rekaman CCTV RSUD dan memang benar mereka sempat terkam,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo.

Temuan lain polisi adalah sepeda korban yang dititipkan di RSUD dr Iskak. “Sepeda korban juga sudah kami temukan di sana,” kata Mustijat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatir Wicaksono, mengaku masih memeriksa suami korban. Ia juga menyebut bahwa pihaknya tengah meminta keterangan teman dekat korban berinisial A, warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Kami masih melakukan penyidikan terkait kasus ini,” kata Hanif. “Kami masih memburu pelakunya.”

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan