Terungkap! Kronologi Tertembaknya Kader Gerindra oleh  Anggota Brimob

Posted on

Lahiya – Fakta dari keterangan para saksi yang diperiksa terkait insiden keributan di area parkir diskotek Lipss Club Bogor, Sabtu (20/01/2018) dini hari masih terus digali oleh pihak kepolisian. Insiden tersebut, seperti diketahui, berujung pada penembakan yang menewaskan satu orang. Seperti apa kronologi kejadiannya?

Peristiwa tersebut melibatkan seorang anggota kepolisian berinisial AR dari Satuan Brimob berpangkat Brigadir Satu (Briptu) dengan seorang kader dari Partai Gerindra berinisial F. Demikian seperti dilansir dari reportase Kompas.com, Minggu (21/01/2018).

Cekcok Mulut

Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono selaku Kepala Bidang Hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebutkan, motif penembakan itu diawali oleh perkelahian yang memperebutkan senjata.

Sebelum insiden penembakan itu terjadi, Briptu AR sempat terlibat cekcok mulut dengan korban berinisial F di area parkir.

Baca juga: Miris! Bukan Gila Harta Apalagi Durhaka, Fakta Dibalik Anak Gugat Ibunya Malah Tak Diduga

Kala itu, korban yang mengendarai mobil hendak masuk ke dalam untuk memarkirkan kendaraannya. Namun di saat bersamaan, muncul juga Briptu AR bersama calon istrinya dengan menggunakan sepeda motor keluar dari area parkir.

Karena sama-sama tak mau mengalah, mereka pun terlibat adu mulut. Korban bersama sejumlah temannya yang turun dari dalam mobil langsung menghampiri Briptu AR.

Merasa terdesak, Briptu AR lantas mengeluarkan senjata api. Tak pelak, terjadilah saling rebutan senjata di antara mereka. Tak lama berselang, terdengarlah suara letusan senjata api yang mengenai dada korban. Melihat korban terluka, teman-teman yang lainnya langsung mengeroyok Briptu AR.

“Hasil dari interogasi dan olah TKP sementara, satu orang anggota kami (polisi) kritis dan masih dirawat di rumah sakit. Yang satu meninggal dunia karena letusan senjata api yang dalam hal ini perlengkapan perorangan Polri,” beber Bagus di Mapolresta Bogor Kota, pada Sabtu kemarin.

Ia menambahkan, Briptu AR sempat dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor, namun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Menurutnya, saat ini Briptu AR masih dalam kondisi kritis.

Baca juga:  Tak Disangka! Sikap Menteri Susi Saat Temui Pendemo Jadi Sorotan

“Kami lakukan otopsi kepada jenazah korban untuk diketahui apa penyebabnya, kemudian dari arah mana penembakannya,” pungkasnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis Glock 17 berkaliber 9 milimeter, satu magasin, dan empat peluru.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan