Terungkap! Ternyata Ini Alasan Tio Pakusadewo Konsumsi Narkoba

Posted on

Lahiya – Polisi diketahui menangkap artis Tio Pakusadewo karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang didapati di rumahnya, Selasa, 19 Desember 2017.

Rumah Tio beralamat di Jalan Ampera 1 Nomor 38, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu. Di sinilah, pihak kepolisian menemukan sabu 1,06 gram beserta dengan alat isapnya.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Yulius Audie Sonny Latuheru menjelaskan bahwa tersangka mendapat sabu dari seorang perempuan berinisial V. Yang mana, diketahui hingga kini V tersebut masih buron.

“Tersangka mengaku telah 10 tahun mengkonsumsi sabu,” kata Audie di Polda Metro Jaya, Jumat, 22 Desember 2017 dikutip dari Tempo.co.

Audie mengatakan, Tio Pakusadewo mengaku bahwa dirinya sempat berhenti mengonsumsi narkoba jenis sabu tersebut. Tetapi, karena Tio di kakinya mengalami cedera, akhirnya ia kembali mengonsumsi narkoba.

Baca juga: Farah Quinn Akhirnya Buka-Bukaan Soal Agama Anaknya, Bikin Nangis

“Sempat berhenti beberapa bulan. Tapi, karena kakinya sakit, jadi mengkonsumsi lagi,” kata Audie. “Alasannya untuk meringankan rasa sakit.”

Sabu yang dibeli Tio sendiri harganya Rp 1,3 juta per gram. Sekarang polisi masih menyelidiki berapa lama sudah V memasok sabu kepada pria yang bernama lengkap Irwan Susetyo Pakusadewo itu. “Tersangka di rumah sendiri saat digerebek. Saat ini belum ada indikasi tersangka lain,” terangnya.

Audie pun menyampaikan tentang penangkapan tersangka dan sikapnya selama masa penangkapan tersebut. Rupanya tersangka juga cukup kooperatif saat dilakukan penangkapan.

Ketika itu polisi mendatangi rumahnya, Tio Pakusadewo saat itu pun tak melakukan aksi yang tidak kooperatif seperti mencoba melarikan diri atau mengadakan perlawanan, ia tidak melakukannya.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Kami juga tidak menargetkan artis yang mengkonsumsi narkoba. Ini laporan dari masyarakat,” demikian menurut keterangan pihak polisi.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan