Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Posted on

Tingkat Organisasi Kehidupan – Dengan mempelajari materi urutan tingkat organisasi kehidupan dan pengertiannya, maka kita akan semakin mengerti manfaat biologi yang kita pelajari sebelumnya. Kita juga akan semakin sadar, tidak sombong serta bersyukur dengan Tuhan yang telah menciptakan kita.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Karena manusia sejatinya adalah makhluk lemah yang tersusun atas sel-sel, jaringan dan seterusnya hingga terbentuklah organ tubuh manusia yang fungsional dan membuat manusia menjadi satu-satunya makhluk yang tertinggi diantara makluk makhluk lainnya.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Tingkat Organisasi Kehidupan

Sebelum dibahas lebih lanjut, jangan lupa juga dengan cabang biologi yang sudah dijelaskan pada materi sebelumnya, agar selalu ingat, maka terapkan pengertiannya pada tingkat organisasi kehidupan berikut ini karena masih ada juga kaitannya, agar lebih paham dan tidak hanya sekedar hafal.

Ingat, biologi bukan hafalan, tapi lebih baik penerapan (diterapkan).

Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan

Urutan tingkat organisasi kehidupan dari yang terendah hingga tertinggi dimulai dari tingkat molekul, tingkat sel, tingkat jaringan, tingkat organ, tingkat organisme, tingkat populasi, tingkat komunitas, tingkat ekosistem, tingkat bioma.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Oke, mari kita bahas satu persatu mulai dari tingkat organisasi kehidupan dari yang terendah hingga tertinggi.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

1. Tingkat Molekul

Pada pelajaran kimia, kita mempelajari bahwa tingkatan materi terendah adalah proton, neutron, dan elektron. Partikel proton, neutron, dan elektron bergabung membentuk atom (contohnya atom hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen).

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Atom-atom lalu berikatan membentuk molekul, contohnya molekul air, glukosa, protein, dan DNA. Molekul-molekul ini saling berikatan dan membentuk ikatan yang lebih kompleks penyusun organel pada sel.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa molekul, atom, dan partikel subatomik merupakan organisasi fungsional tingkat biokimia (senyawa kimia penyusun makhluk hidup).

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

2. Tingkat Sel

Berbagai jenis molekul saling berikatan dan membentuk organel. Organel adalah subunit sel dengan fungsi spesifik, contohnya ribosom sebagai tempat sintesis protein. Sintesis protein merupakan proses penyusunan protein. Berbagai senyawa serta organel berinteraksi satu sama lain membentuk suatu kesatuan yang disebut sel.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Suatu sel tunggal memiliki karakteristik makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi hereditas, melakukan aktivitas metabolisme, mampu tumbuh serta berkembang. Karena memiliki karakteristik yang dibutuhkan sebagai makhluk hidup, sel disebut sebagai satuan unit terkecil kehidupan. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya dibutuhkan mikroskop.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

3. Tingkat Jaringan

Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler (bersel banyak). Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk serta fungsi yang sama. Kelompok sel ini memiliki fungsi yang spesifik. Berikut ini contoh-contoh jaringan pada makhluk hidup.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Jaringan pada hewan terdiri atas beberapa jenis. Jaringan-jaringan tersebut di antaranya adalah jaringan epitel, jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan darah. Jaringan epitel terdiri atas sel-sel epitel yang saling berhubungan.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Jaringan saraf terdiri atas sel saraf yang berfungsi menerima serta merespons rangsangan. Jaringan otot merupakan serat panjang yang memiliki fungsi sebagai alat gerak aktif. Adapun jaringan darah terdiri atas sel-sel darah.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Sel-sel darah ini memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang mengedarkan oksigen, zat-zat makanan, ada pula yang berfungsi sebagai antibodi atau sistem kekebalan tubuh. Lebih jauh mengenai materi ini, akan dibahas di Kelas XI.

Tingkat Organisasi Kehidupan dan Pengertiannya LENGKAP

Seperti jaringan pada hewan, jaringan pada tumbuhan (Gambar 1.10b) juga terdiri atas berbagai jenis. Jaringan yang terdapat pada tumbuhan di antaranya jaringan epidermis, jaringan pembuluh, jaringan penguat, dan jaringan meristem.

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang melapisi permukaan tumbuhan. Jaringan pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara tanah dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil foto- sintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel yang tebal dan kuat. Jaringan penguat ini berfungsi menyokong tubuh tumbuhan. Adapun jaringan meristem merupakan jaringan yang aktif membelah untuk meng- hasilkan sel-sel baru. Lebih jauh lagi tentang materi jaringan pada tumbuhan ini akan dibahas di Kelas XI.

4. Tingkat Organ

Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler. Organ merupakan struktur yang terbentuk dari beberapa jenis jaringan yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu. Misalnya, jaringan saraf dan jaringan ikat menyusun organ otak dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi koordinasi.

Jaringan epidermis, jaringan tiang, dan jaringan bunga karang menyusun organ daun dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi fotosintesis, transpirasi, serta pertukaran gas.

Contoh-contoh organ lainnya adalah organ jantung yang berperan untuk memompa darah; organ paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida; organ telinga untuk mendengar; dan organ mata untuk melihat.

Organ-organ pada tumbuhan, contohnya daun untuk pertukaran gas, bunga untuk perkembangbiakan, dan akar untuk menyerap air dan garam mineral.

5. Tingkat Sistem Organisme

Organ-organ yang melakukan fungsi dan tugas saling berkait disebut sebagai sistem organ. Sebagai contoh, sistem pernapasan terbentuk dari kerja sama organ hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru untuk menjalankan fungsi respirasi.

Sistem pencernaan terbentuk dari kerja sama organ mulut, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan berfungsi menjalankan pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan