@TitoRachman1: Pentingnya Muslim Menyatukan Iptek & ImTaq Dalam Memahami ‘Isme-Isme’ Saat Ini

Pentingnya Muslim Menyatukan Iptek & ImTaq Dalam Memahami 'Isme-Isme' Saat Ini

Pentingnya Muslim Menyatukan Iptek & ImTaq Dalam Memahami ‘Isme-Isme’ Saat Ini

Cuma dijaman Jokowi, para pengamat atau Pakar bergelar Prof Dr jadi terlihat bodoh dalam ilmunya karena kurangnya Iman atau ilmu agama. Terbukti gelar didunia lebih mudah dicapai daripada gelar taqwa, apalah artinya ilmu tanpa moral dan kejujuran. Makanya tidaklah aneh Umat Islam sulit mencapai kejayaan ilmu pengetahuan seperti di jaman Ibnu Sina atau Aljabar.

Mungkin saat ini disebut era kebodohan, era dagelan, pemimpin dengan omongan kotor dipuja, begitupun dengan pemimpin yang bodoh dan penipu. Era pembodohan , terutama media yang bias dalam informasi, juga umat Islam yang sengaja dibodohkan dengan mencampur aduk yang haq dan bathil.

Era pembodohan , terutama media yang bias dalam informasi, juga umat Islam yang sengaja dibodohkan dengan mencampur aduk yang haq dan bathil. Era yang penuh fitnah dan kebohongan demi kekuasaan dan materi, kebohongan melalui isme2 yang dibawa media, buku-buku atau antek-antek liberal.

Kalau liberalis berbicara kemajuan umat Islam dalam Iptek, itu sama saja bohong, toh kejujuran dan akhlak mereka sudah diragukan. Apa artinya gelar kalau sudah tidak jujur dalam ilmunya sendiri, apalagi kalau sudah mendustakan AlQuran, masih percaya omongan mereka?

AlQuran dan Sirah Nabawiyah menunjukkan Rasulullah yang dianggap bodoh tapi ketaqwaannya tak diragukan mampu menguasai dunia. Karena itu haruslah dipahami kenapa Allah mempersiapkan Rasulullah sebagai Nabi Terakhir dan miskin mujizat kecuali AlQuran?

Allah Maha Tahu, di era akhir jaman ini akan tiba masanya dimana Ilmu agama akan dipisahkan dengan Ilmu Umum (Iptek) atau yang disebut sekuler. Dan jalan keluar dan petunjuk bagi mukminin untuk selamat pada jaman kini adalah AlQuran dan Hadits, simple, ajaran moral dan Iptek bersatu.
Simple karena AlQuran mengandung Iptek yang sudah terbukti dan yang belum terbukti, juga mengandung hukum ,moral serta keimanan. Sedangkan AlHadits atau sunnah itu adalah perbuatan, ketetapan dan syariat yang dicontohkan Rasulullah yang sesuai dengan Qur’an.

AlQuran, kitab yang simple, dipersiapkan Allah sbg Petunjuk bagi mukmin dan juga tantangan bagi kaum sekuler untuk menguji kebenaran ilmiahnya. AlQuran sebagai Mukjizat terbesar, telah banyak Profesor DR yang takjub dan menjadi Muallaf gegara membedah kebenaran ilmiahnya.

Menjadi bukti bahwa AlQuran itu bersumber dari Allah, kualitasnya sebagai sumber hukum, teori iptek dan faham ideologi tidaklah diragukan. Karenanya ilmu pengetahuan / science tidaklah mungkin bertentangan dengan kalam Allah. kalaupun bertentangan harus dikaji lagi tafsirnya
Sebagai Mukmin, science itu adalah hasil pikiran dan bentuk karyanya berupa teknologi, bertujuan untuk mengenal Allah dan ciptaanNya. Pentingnya science bagi mukmin adalah mengenal penciptanya dan perilaku alam sebagai ciptaan Allah untuk menambah Iman dan Ketaqwaan.

Bagaimanapun science dan teknologi diciptakan untuk kemakmuran manusia dan sebagai alat yang mempertebal iman dan kemudahan beribadah. Oleh karena itu, diciptakanlah konsep Iptek dan ImTaq (Iman & Taqwa) yang harus selaras dan seimbang dalam beribadah kepada Allah.

Dengan arti Iptek dan ImTaq tak bisa dipisah2kan sebagai sarana Ibadah seperti dikotomi sekuler sekarang ini yang memisahkan Iptek dan Agama. Pentingnya muslim untuk mempelajari Iptek karena Allah memberi petunjuk didalam AlQuran dengan mengulang kata ilmu sebanyak 854 kali.

loading...

Dari sudut pandang fisafat, pengulangan kata ilmu dalam AlQuran secara khusus mewajibkan muslim untuk lebih memahami Ilmu pengetahuan. Bahkan perintah Allah yang pertama kepada umat Islam melalui rasul-Nya adalah perintah untuk menuntut ilmu , seperti dalam firmanNya :
“(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam, (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S Al-Alaq: 1-5).

Berbeda dengan pandangan dunia barat yang melandasi pengembangan ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang materialistis dan sekuler. Maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan iptek untuk menjadi sarana ibadah- pengabdian Muslim kepada Allah SWT. Dan mengemban amanat Khalifatullah (wakil/ mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan Rahmatan lil ‘Alamin.

Pentingnya muslim sebagai khalifah dibumi dan sebagai penyebar rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil Alamin), seperti firman Allah: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan bergantinya malam dan siang terdapat tanda2 (kekuasaan Allah) bagi orang2 berakal. (yaitu) orang2 yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit. Dan bumi (seraya berkata): Ya Allah, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia2. Maha Suci Engkau, jauhi kami dari siksa neraka” QS 3 : 190-191.

Demikianlah Islam sebagai dien yang sempurna, bersumber dari Allah, dalam penjelasan pentingnya Iptek dan ImTaq sebagai satu kesatuan. Dimana keimanan dan ketaqwaan sebagai landasan utama memahami ilmu pengetahuan, baik itu ilmu tentang ideologi, hukum, teknologi,ekonomi dll.

Iptek dan ImTaq perlu sebagai penangkal paham-paham yang bertentangan dengan Islam seperti Liberal, komunis, fasis dll, itulah dasar-dasar perbedaannya. Bahwa muslim diwajibkan mencari ilmu dan menyebarkannya dengan landasan ImTaq dan jadi pembeda utama dengan aliran-aliran sepilis.
Disadari, sungguh luas bahasan tentang Iptek dan ImTaq ini, tapi penting di era jokowi ini, mengingat banyaknya aliran-aliran isme yang masuk. Sehingga dapat dipahami mengapa banyak pengamat Prof DR jadi konslet, menghamba pada kekuasaan dan materi, juga oknum-oknum Liberalis

Demi isme-isme yang baru seperti “Islam Nusantara” dan maraknya ide sosialis dan liberal, muslim harus pintar kembali merujuk pada AlQuran dan Sunnah. Kewaspadaan terhadap pengaruh sekuler juga ajaran2 baru mengenai “Islam2 Sekoci” yang dibentuk liberalis seharusnya jadi perhatian sendiri
Demikianlah pentingnya muslim menyatukan Iptek & ImTaq dalam memahami Isme2 saat ini, semoga bermanfaat

*Kultwit @titorachman1 24/08/2015