Inilah Kerajaan Bisnis Tommy Soaharto dan Wanita di Sekelilingnya

Kekayaan Tommy Soharto-Inilah Kerajaan Bisnis Hutomo Mandala Putra atau yang lebih di kenal dengan nama Tommy Soeharto yaitu putra bungsu bekas Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto. Pada th. 2002 ia divonis bersalah atas memberi perintah untuk pembunuhan/membunuh seseorang Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia, Syarifuddin Kartasasmita, SH.

Tommy dinyatakan bersalah serta dijatuhi hukuman penjara sepanjang 15 th. pada th. 2002 atas dakwaan membayar pembunuh bayaran untuk membunuh Syafiuddin Kartasasmita, seseorang hakim Mahkamah Agung yang menghukumnya lantaran korupsi, termasuk juga kejahatan yang lain, yaitu kepemilikan ilegal senjata serta lari dari hukum.

Ia terima hukuman lima belas th. di Instansi Pemasyarakatan Cipinang Instansi (LP Cipinang), Jatinegara, Jakarta Timur. Hukumannya dikurangi jadi sepuluh th. di tingkat banding, serta pada akhirnya ia di beri pembebasan bersyarat pada tanggal 30 Oktober 2006.

Mulai sejak divonis pada th. 2002 sampai November 2005, Tommy juga sudah memperoleh remisi sejumlah enam kali, yang bila ditotal sejumlah 20 bln., termasuk juga remisi lima bln. pada peringatan Kemerdekaan Indonesia serta 6 minggu pada perayaan Idul Fitri pada th. 2006.

Dengan potongan itu, Tommy yang semestinya bebas pada 2011, keluar dari penjara pada Oktober 2008. Tommy dibebaskan bersyarat pada 30 Oktober 2006 serta diwajibkan ikuti pengawasan serta pembinaan di Balai Pemasyarakatan Salemba sampai saat hukumannya selesai.

Pada masalah lain, dia memenangkan tuntutan pada Garuda Indonesia sejumlah Rp. 12. 51 milyar ($ 1. 460. 000) untuk material serta rusaknya material. Hal semacam ini terkait dengan satu artikel berjudul ” Satu Maksud Baru Nikmati di Bali ” pada Desember 2009 dalam majalah penerbangan Garuda yang mengatakan kalau Tommy dihukum atas masalah pembunuhan yang tercantum pada catatan kaki.

Sebagai putra dari salah satu bekas penguasa Negeri, Tommy sering menyalahgunakan kekuasaannya. Pada th. 80an, Tommy memakai Tentara untuk memaksa beberapa pemilik tanah di Nusa Dua serta Pantai Dreamland untuk jual tanah jual tanah mereka dengan harga yang murah. Hingga sekarang ini, di ketahui kalau lokasi itu masih tetap dalam kepemilikan Tommy. Tanah itu banyak disewa oleh perusahaan resor mega, termasuk juga Starwood, Accor, serta Hilton.

Tommy Juga Seorang Penggemar Serta Pelaku sekaligus Tokoh Otomotif Indonesia, Pernah jadi Pereli serta Ketua UMUM IMI Pusat 2 Periode. Tommy Soeharto lah yang memprakarsai Rally Dunia (WRC) Masuk di Indonesia (Medan 1996 serta 1997).

Tommy menikah dengan Ardhia Pramesti Regita Cahyani, yang lebih akrab disapa ” Tata “, seseorang bangsawan keturunan kerajaan Mangkunegaran Surakarta pada th. 1997. Dari pernikahan itu pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Dharma Mangkuluhur serta Stylenti Hutami. Tata serta Tommy resmi bercerai pada September 2006. Sesudah perceraian itu Tata mengambil keputusan untuk menetap di Singapura. Sedang Tommy meneruskan usaha serta hobynya sebagai pereli.

Pengendali Group Humpuss

humpuss

loading...

Group Humpuss telah umum di kenal mulai sejak didirikan th. 1984. Sudah pasti pemiliknya juga lebih populer lagi, tak lain yaitu Tommy Soeharto.

Perusahaan super besar ini jadi induk perusahaan dengan sebagian perusahaan kecil dibawah naungannya. Nyaris semuanya bagian dikuasai Group Humpuss. Dari mulai bagian daya, batu bara, petrokimia, serta transportasi.

Perusahaan yang tergabung dalam Group Humpuss yaitu PT Humpuss Patragas, PT Humpuss Trading, PT Humpuss Aromatik, PT Humpuss Pemrosesan Minyak, serta PT Humpuss Karbometil Selulose.

Beroperasi di sektor transportasi ada PT Gatari Air Service, PT Usaha Gemilang Paling utama, PT Kalimantan timur Methanol Industri, PT Sekar Artha Sentosa, PT Humpuss Intermoda Transportasi. Mengagumkan bukan?

Kerennya lagi, Group Humpuss telah mempekerjakan lebih kurang 2000 orang karyawan yang menyebar di semua Indonesia. Lepas dari masalah korupsi yang menjerat Tommy, Group Humpuss memanglah berjasa untuk kesejahteraan negeri.

Selain menangani pengangguran, Group Humpuss jadi pelopor masuknya sebagian sektor yang menuntut spesialisasi diatas rata-rata ketrampilan. Oleh karena ada Humpuss, bidang itu saat ini ada di Indonesia.

Kiat usaha Tommy bikin Humpuss jadi aset Indonesia terpenting. Humpuss dengan gesit melesat bersamaan perubahan teknologi di Indonesia.

Dapat dipikirkan bukan? Bila mendadak perusahaan ini ditutup, tak tahu berapakah banyak korban yang jatuh serta kerugian yang diperoleh negara.

Kini, Humpuss menjadi induk perusahaan (holding company) yang memiliki beberapa unit usaha selain menangani lini bisnis sendiri. Bisnisnya berkibar di berbagai bidang mulai dari energi, batu bara, petrokimia dan transportasi. Perusahaan-perusahaan Tommy itu di antaranya; PT Humpuss Patragas, PT Humpuss Trading, PT Humpuss Aromatik, PT Humpuss Pengolahan Minyak, PT Humpuss Karbometil Selulose, PT Gatari Air Service, PT Usaha Gemilang Utama, PT Kaltim Methanol Industri, PT Sekar Artha Sentosa, PT Humpuss Intermoda Transportasi.

Hutang Group Humpuss

Group Humpuss memanglah sudah melimpahkan kekayaan untuk Tommy. Tetapi, sesudah semuanya tindak korupsi orde baru terbongkar, Group Humpuss agak goyah.

Tommy tersebut perusahaan raksasa ini ikut terseret KPK. Humpuss dituntut membayar hutang PT Timor Putra Nasional sebesar Rp 4 triliun. Wow! Fantastis.

Hutang itu mesti dibayar kurun waktu dua minggu. Lebih miris lagi, Tommy tak bisa mengambil duit beberapa Rp 1, 3 triliun di Bank Mandiri.

Awal masalah berlangsung lantaran Tommy dapat dibuktikan memakai PT Vista Bella Pratama sebagai kendaraan untuk beli aset punya PT Timor Putra Nasional. Nilai aset itu sekitaran Rp 512 miliar.

Tommy membelinya dari Tubuh Penyehatan Perbankan Nasional. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasakan Group Humpuss mempunyai keterikatan kuat dengan PT Vista Bella Pratama. Itulah pelanggaran hukum yang dikerjakan Tommy.

Pasalnya, dalam kontrak kesepakatan tercatat dengan BPPN, tak ada pernyataan pengakuan kalau PT Vista Bella mempunyai jalinan dengan Group Humpuss serta pemiliknya. Karenanya, Tommy mesti memikul hutang pada PT Timor Putra.

Seperti yang dikabarkan Koran Tempo, KPK pada akhirnya temukan bukti kalau PT Vista Bella memiliki jalinan spesial dengan Tommy Soeharto. Bukti itu datang dari rekening koran yang memberikan ada aliran dana dari Humpuss ke Vista Bella.

Lepas dari hutang punya Group Humpuss, Tommy telah menumpuk kekayaan sebesar $USD 800 juta. Kenyataan yang lebih mengagetkan, sampai saat ini tindak pidana korupsi saat orde baru tidak bisa dibuktikan serta teratasi oleh pemerintah.

Menelusuri Sen Terakhir Kekayaan Soeharto

Di depan kamera tv swasta milik keluarganya, Presiden Soeharto bicara pada jutaan rakyat Indonesia sebagian bln. sesudah kejatuhannya, 17 th. lantas. ” Saya tak miliki duit satu sen juga, ” kata Soeharto dalam wawancara di Tv Pendidikan Indonesia, yang ditayangkan pada 6 September 1998 silam.

Nyaris empat bln. sesudah tergelincir dari kursi kekuasaan yang didudukinya sepanjang tiga dekade, lelaki berumur 76 th. itu menginformasikan pernyataannya. Soeharto mengakui tidak mempunyai duit sesudah kurang dari sepekan Kejaksaan Agung menginformasikan ada tanda-tanda penyimpangan pemakaian dana, di yayasan-yayasan yang dikelola sang Jenderal Besar.

Seolah tidak ingin perduli, sepekan sesudah pernyataan itu, pemerintah menunjuk Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib untuk memimpin tim investigasi kekayaan Soeharto. Tim investigasi langsung menyambangi tempat tinggal lelaki kelahiran Bantul, 8 Juni 1921 itu di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat.

Pas tiga bln. sesudah pernyataan Soeharto, yaitu pada 7 Desember 1998, Andi memaparkan hasil investigasi di tujuh yayasan yang diselidiki. Yayasan Dharmais, Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong, serta Trikora jadi tujuan paling utama penyelidikan.

Dari hasil investigasi, yayasan-yayasan itu disebut mempunyai kekayaan sejumlah Rp4 triliun. Sementara Soeharto sendiri disebut memiliki 72 rekening dengan nilai deposito sebesar Rp24 miliar, Rp23 miliar yang tersimpan di rekening BCA. Tidak cuma itu, 400 ribu hektare tanah juga di ketahui bersertifikat Keluarga Cendana.

Satu bulan sesudahnya, masuk 1999, Tim 13 Kejaksaan Agung menyimpulkan ada tanda-tanda unsur perbuatan melawan hukum yang dikerjakan Soeharto.

Tetapi sesudah satu tahun mengusut masalah ini, Kejaksaan Agung menyerah. Tidak cukup bukti yang diketemukan jadi penyebabnya. Pemerintah menyebutkan tuduhan korupsi tidak dapat dibuktikan pada 11 Oktober serta Surat Perintah Penghentian Penyidikan juga diterbitkan.

Tiga th. lalu, sesudah Abdurrahman Wahid dengan kata lain Gus Dur duduk sebagai pemimpin negara, masalah ini kembali diusut. Maret 2000, Soeharto diputuskan sebagai tersangka serta dituntut pada Agustus.

Saat itu, keadaan kesehatan Soeharto yang semakin alami penurunan bikin hakim tidak bisa berbuat apa-apa. Sang Panglima didiagnosis alami beragam masalah saraf serta mental sampai susah berkomunikasi.

Tujuh th. berselang, ketenangan Keluarga Cendana kembali diusik. Juli 2007, Kejaksaan Agung menuntut Soeharto sebagai pembina Yayasan Supersemar, tersebut yayasan tersebut, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa Pengacara Negara resmi menuntut Soeharto serta Yayasan Supersemar sebesar US$420 juta serta Rp185 miliar ditambah ubah rugi imateriil Rp 10 triliun. Masalah ini digugat dengan cara perdata.

Di dalam bergulirnya masalah ini, Soeharto mengembuskan napas terakhir pada 27 Januari 2008. Sesudah ia meninggal dunia, lima anak Soeharto, tidak kecuali anak bungsunya yaitu Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), resmi mengambil alih ayahnya sebagai tergugat perkara Supersemar.

Yayasan lalu dinyatakan bersalah karena menyalahgunakan dana dengan memberi utang serta penyertaan modal ke beragam perusahaan. Hakim memutus, duit sejumlah US$105juta serta Rp46 miliar harus dibayarkan sebagai ubah rugi pada negara.

Juan Felix Tampubolon sebagai pengacara langsung menyebutkan bakal ajukan banding. Tetapi putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tidak merubah apa-apa. (Baca juga : Pembelaan Keluarga Soeharto Masalah Yayasan Supersemar)

Majelis kasasi bahkan juga menguatkan putusan itu. Yayasan Supersemar diwajibkan membayar 75 % dari US$420 juta (US$315 juta) ditambah 75 % dari Rp185 miliar (Rp139 miliar).

Sialnya, terakhir di ketahui berlangsung kekeliruan pengetikan dalam putusan itu. Tiga buah angka 0 tidak terdaftar dalam putusan hingga angka Rp 185 miliar cuma tercatat Rp 185 juta. Mengakibatkan, putusan tidak bisa dieksekusi.

Pada 2013, Kejaksaan Agung serta Yayasan Supersemar keduanya sama ajukan Peninjauan Kembali. Berselang dua th., Mahkamah Agung baru mengabulkan PK yang diserahkan negara serta menampik tuntutan pihak Yayasan Supersemar. Alhasil, yayasan diputus harus keluarkan duit sebesar Rp4, 4 triliun. (Baca juga : Catatan Dana Yayasan Supersemar Soeharto yang Diselewengkan)

Sampai saat ini, putri Soeharto, Siti Hediati Soeharto dengan kata lain Titiek Soeharto, masihlah berkeras tidak ada penyalahgunaan dana yang berlangsung di yayasan itu.

Dia menyampaikan, pada th. 1975 terbit ketentuan presiden yang disusul ketentuan ketentuan menteri keuangan yang mengimbau supaya 5 % bekas laba bank pemerintah dipakai untuk menolong pendidikan serta disalurkan lewat Yayasan Supersemar. Kebijakan itu, sebut Titiek, di keluarkan untuk menolong pendidikan.

Titiek juga menerangkan, dana yang dikumpulkan oleh yayasan sepanjang Perpres itu berlaku jumlahnya meraih sekitaran Rp309 miliar. Disamping itu, keseluruhan beasiswa yang di keluarkan Yayasan Supersemar meraih Rp504 miliar.

Dengan hitung itu, Titiek berasumsi duit suntikan dari bank telah ludes ditujukan beasiswa. (Baca juga : Yayasan Soeharto Alirkan Dana ke Bank serta Beberapa Perusahaan)

Diluar itu, Titiek juga menyebutkan dana yayasan bukan sekedar bersumber dari suntikan itu. Dana juga didapat dari orang-orang, perusahaan swasta dalam serta luar negeri, dan suntikan dana dari beberapa konglomerat.

” Jadi tak ada penyalahgunaan dana pemerintah. Itu dana yayasan, ” kata Titiek.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga belum dapat banyak berbuat karena belum terima salinan putusan PK kasasi masalah ini. (Baca juga : Masalah Supersemar, MA Sebut Salah Tulis Putusan Itu Umum)

Bila salinan telah di terima, PN Jakarta Selatan memiliki hak mempertemukan pihak Kejagung serta Yayasan Supersemar untuk mengulas pembayaran denda yang dipakai pada yayasan itu.

Nanti, Yayasan Supersemar bakal di beri saat untuk membayar langsung denda sebesar Rp4, 4 triliun kurun waktu delapan hari. Bila kurun waktu itu pelunasan denda belum terealisasi, jadi penyitaan aset bisa dikerjakan PN Jakarta Selatan.

Tommy Soeharto dan Wanita

Tommy Soeharto memanglah pintar menaruh interaksi dengan banyak wanita. Malah jalinan itu banyak terbongkar sesudah sang wanita yang mengekpos diri dekat dengan Putra Cendana itu, termasuk juga Manohara Odelia Pinot.

Bila didaftar, ada 14 nama yang terekspos yang dihubungkan dengan kehidupan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Dari beberapa nama itu ada yang memanglah serius dipacari Tommy, bahkan juga dinikahi. Ada pula yang numpang lewat serta ada yang sebatas gosip.

Tetapi, Tommy tak pernah menyikapi semuanya. Senyum menyungging di bibir yaitu jawaban Tommy atas pertanyaan wartawan mengenai seluruh berita affair-nya dengan wanita cantik itu.

Bila Manohara serta ibunya, Deasy Fajarina, mau mendekati Tommy, mungkin saja alangkah sebaiknya bila istri Pangeran Kelantan Malaysia ini tahu cerita cinta anak ke lima dari enam bersaudara dari Alm Presiden Soeharto serta Alm Siti Hartinah ini, terlebih dulu.

Ita Mustafa

Tommy pertama mengenal cinta lawan jenis dengan bintang film Ita Mustafa. Waktu itu, tidak hanya anak presiden, Tommy di kenal sebagai entrepreneur berhasil serta pembalap. Tetapi, walaupun kerap jalan dengan banyak wanita, namun Tommy tak pernah berani tampak berdua di depan umum dengan wanita pujaannya itu. Termasuk juga dengan Ita Mustafa. Rekan -rekannya sesama pembalap atau pengusaha senantiasa jadi bumper-nya.
Satu diantaranya, Ricardo Gelael.

Waktu pacaran dengan Ita Mustafa, untuk sebatas apel, yang maju lebih dahulu malah ajudan atau bodyguard-nya. Walau sebenarnya, tempat tinggal Ita di Jalan Tanjung, tak jauh dari tempat tinggal Tommy di Cendana Menteng, Jakarta Pusat. Bahkan juga, seringkali, rekanan sesama pebisnis atau pembalap yang menjemput Ita supaya dapat keluar tempat tinggal serta menjumpai Tommy menanti ditempat yang sudah ditetapkan. Sayang jalinan ini kandas di dalam jalan, lantaran Ita tak disenangi keluarga Cendana.

Maya Rumantir

Ketidaksukaan keluarga Cendana juga sudah diperlihatan pada penyanyi Maya Rumantir, yang beritanya sepanjang dekat dengan Tommy mempunyai satu anak hasil diluar nikah. Maya jadi pacar paling lama untuk Tommy serta di ketahui umum secara luas walaupun waktu itu. Media tak berani mengekpos jalinan ini secara mendalam.

Walaupun Maya telah sering kali nampak di lingkup keluarga Cendana, tetapi Ibu Tien Soeharto tak menyenanginya, serta jalinan itu juga kandas. Beritanya Tommy bimbang dengan kandasnya jalinan ini. Tetapi, dia yaitu anak yang berbakti serta menuruti semuanya tekad orang tuanya.

Nia Zulkarnaen

Puncak kebimbangan Tommy berlangsung waktu dia pacaran dengan penyanyi Nia Zulkarnaen. Nyatanya, perseteruan yang nampak tidak cuma datang dari dalam, tetapi juga dari luar. Maya Rumantir yang sudah hidup satu tempat tinggal dengan Tommy serta miliki anak terasa disia-siakan. Karena tersebut, dia geram besar serta meneror Nia Zulkarnaen dengan beragam langkah. Nia beritanya tidak kehilangan akal. Waktu pulang dari satu aktivitas balap mobil di Selandia Baru, dia langsung melabrak Maya. Tetapi, Nia juga tak disenangi keluarga Cendana.

Waktu itu, beritanya Keluarga Cendana tengah mengincar Ratu Kecantikan Indonesia, Indira Soediro. Wanita cantik asal Solo itu beritanya telah berulang-kali disuruh Ny Tien berkunjung ke Cendana. Namun semakin deras kehendak keluarga Cendana mengintervensi dianya, semakin gigih Indira menampik. Bahkan juga sumber yang layak diakui mengatakan, Indira serta keluarganya sekian kali menampik ajakan Tommy. Baik langsung ataupun lewat ajudan serta bodyguard.

Perjuangan Tommy pada akhirnya kandas di dalam jalan, sesudah dia tahu Indira dekat dengan Teuku Djohan Syarief, entrepreneur serta satu diantara direktur perusahaan pupuk di Daerah Istimewa Aceh. Duda beranak satu sebagai idola Indira, beritanya juga jadi saingin usaha Tommy di Aceh. Jadi tidak mengherankan bila Tommy demikian berang sesudah mendengar Indira, cewek dambaan dia, ibu, dan keluarga Cendana, bakal dipersunting duda beranak satu itu. Indira pada akhirnya menikah dengan Teuku Djohan Syarief.

Pernikahan Tommy dan Tata tahun 1997.

Pernikahan Tommy dan Tata tahun 1997

Pada akhirnya, Tommy temukan seseorang wanita yang waktu itu disenanginya serta Keluarga Cendana mendukungnya. Dialah Ardya Pramesti Regita Cahyani yang masihlah keturunan ningrat. Wanita yang akrab disapa Tata berikut, hanya satu wanita yang dapat dinikahi Tommy serta dilamar dengan cara resmi oleh Keluarga Cendana sampai pada akhirnya melahirkan dua orang anak. Pernikahan itu kandas lantaran gosip ada orang ketiga.

Bubrahnya pernikahan Tata serta Tommy itu, selain masalah hukum yang menerpa Tommy. Juga lantaran ada wanita lain sepanjang Tommy jadi buronan polisi. Dia adalah Sandy Harun yang konon menikah secara siri dengan Tommy serta mempunyai anak bernama Marimbi serta seseorang lagi bernama Lani Banjarani yang juga mempunyai seseorang anak lelaki.

Jadi Rebutan Wanita

Manohara Pinot

Selepas jadi duda pada 2007 lantas, kehidupan cinta Tommy makin menarik. Terdapat beberapa pernyataan siapa yang bakal diambil Tommy untuk jadikan istri, baik dari wanita-wanita yang pernah dekat dengannya ataupun nama lain diluar itu. Tetapi, hingga saat ini, belum ada satu nama juga yang nampak.

Nama Tamara Blezskinsky nampak, Nadine Candrawinata juga terdengar dekat dengan duda keren itu. Bahkan juga, artis Chaterine Wilson serta Andi Soraya sempat juga berselisih untuk memperebutkan Tommy. Tetapi Tommy cuma tersenyum menyikapi semuanya. �Itu kan cuma issu, biarlah saja, � katanya singkat.

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan