Tragis! Begini Nasib Pilu Gadis 16 Tahun yang Bogem Tentara Israel Bersenjata Lengkap

Posted on

Lahiya – 2014 silam, seorang gadis kecil bernama Ahed Tamimi dengan tanpa gentar meninju tentara Israel bersenjata lengkap. Aksi menggetarkannya yang terekam itu akhirnya membawa Ahed dianugerahi Handala Courage Award di istanbul, Turki.

Seperti diberitakan tribunnews.com, kini Ahed sudah tumbuh semakin besar. Usianya sekarang 16 tahun. Namun, di usia yang bisa digolongkan masih remaja itu, Ahed harus terus menghadapi pasukan Israel.

Selasa (19/12/2017) kemarin, Ahed ditahan paksa pasukan Israel tanpa alasan. Pada hari itu, di pagi buta, rumah di mana Ahed dan orang tuanya tinggal, di Tepi Barat, digeruduk pasukan Israel.

Bassem, ayah Ahed, menjelaskan, mereka terbangun sekitar pukul 03.00 waktu setempat ketika tentara Israel dengan kasar menggedor pintu rumahnya.

Bassem kemudian membuka pintu dan tentara Israel lantas memaksa masuk. Mereka membuat kekacauan di rumah Bassem. Tentara itu pun memberi tahu keluarga jika mereka akan menangkap Ahed, tanpa alasan apapun.

Pagi itu Ahed di tangkap. Selanjutnya, di siang harinya, giliran ibunya, Nariman, yang ditangkap tentara Israel.

Basem merupakan aktivis terkenal di desa Nabi Saleh. Ia, istrinya, termasuk Ahed kerap melakukan demonstrasi di daerah itu. Tepi Barat sendiri merupakan daerah yang sudah diduduki Israel.

“Nariman menangis histeris dan berusaha memeluk Ahed, tapi ia didorong tentara ke tanah,” kisah Basem, dikutip dari tribunnews.com yang melansir Al Jazeera.

Baca Juga: Tutup Jalan di Tanah Abang, Anies Mengaku Berpihak Pada Mereka yang Ingin Dapat kesempatan Hidup

Saat ditangkap, Ahed yang baru berusia 16 tahun itu diborgol seraya dituntun ke dalam sebuah jip sementara anggota keluarga lainnya dilarang mengikutinya.

Bassem mengatakan, sekurang-kurangnya ada 30 tentara yang datang ke rumahnya. Tentara-tentara itu juga, lanjut Bassem, menyita telepon rumah, komputer, dan laptop mereka.

Sore harinya, sang ibu, Nariman mendatangi kantor polisi di dekat desa Jabaa di Yerusalem, Tepi Barat, tempat Ahed ditahan. Ia ingin  mendampingi proses interogasi anaknya itu. Namun, Bassem kemudian menerima telepon dari pengacaranya bahwa Nariman ikut ditangkap.

Asosiasi Hak Sipil di Israel mengatakan bahwa orang tua punya hak untuk menemani anak mereka selama interogasi di wilayah pendudukan Israel.

Masih dilansir dari tribunnews.com, Manal Tamimi, sepupu Ahed, menyebut bentrokkan terjadi di desa itu pada Selasa di mana tentara Israel menambakkan gas air mata di rumah-rumah penduduk desa.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa melakukan perbuatan (keji) itu,” kata Bassem.

“Saya sangat marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Mereka ingin orang Palestina menderita,” imbuhnya.

Penangkapan Ahed terjadi selang sehari setelah video dirinya berhadap-hadapan dengan tentara Israel saat demonstrasi di Nabi Saleh pada Jumat (15/12/2017) muncul.

Demonstrasi itu sendiri merupakan bentuk protes pada pernyataan Donald trump soal Yerusalem.

Juru bicara militer Israel kepada Al Jazeera mengatakan bahwa Ahed dicurigai menyerang seorang tentara dan petugas IDF, pasukan pertahanan Israel. Ahed juga disebutnya sebagai provokator yang menyebabkan ratusan orang Palestina melempari pasukan Israel dengan batu selama demonstrasi.

Sosok Ahed pun menuai pujian aktivis dan masyarakat internasional. Al Jazeera melaporkan, Ahed yang masih sangat muda itu sudah rutin menghadiri aksi demonstrasi pelawanan sejak usianya 9 tahun.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan