Tragis! Menyanyi dengan Nada yang Sangat Tinggi, Model Cantik Ini Alami Nasib Mengenaskan

Posted on

Lahiya – Pesta Natal tahun ini menjadi akhir yang mengenaskan bagi seorang model cantik asal Singapura. Bagaimana tidak, momen yang seharusnya sangat menggembirakan berakhir jadi tragis.

Berdasarkan sumber yang dilansir dari China Press, model cantik ini bernama Karen Stella Wong yang tengah berkaraoke bersama dengan teman-temannya di Karaoke Neil Road, Chinatown pada 15 Desember yang lalu. Karen memang dikenal sebagai model yang biasa tampil di car show atau exhibition.

Dalam sebuah pesta, Karen menunjukkan bakatnya dalam dunia tarik suara. Ia kemudian menyanyi dengan nada yang tinggi di hadapan teman-temannya.

Baca juga: Sering Berpenampilan Mewah Ala Sosialita, Siapa Sangka Orangtua Artis Ini Penjual Bubur

Tetapi, Karen tiba-tiba saja merasa sakit di kepala setelah mencapai nada tinggi. Karen pun pingsan usai merasa kebas di bagian tubuhnya. Teman-temannya langsung kaget dan membawanya ke RS. Umum di Singapura untuk dilakukan pemeriksaan. Namun ternyata, Karen langsung dinyatakan dalam kondisi yang tidak sadar, alias koma.

Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ada pembuluh darah yang pecah di dalam kepala Karen. Hal tersebut mengakibatkan adanya pendarahan internal yang berujung stroke. Akhirnya, Karen tak bisa bangun dan meninggal setelah 3 hari kejadian tersebut.

Dokter yang menangani Karen menyebutkan jika penyebab kematian model cantik tersebut adalah lantaran pendarahan intraserebral akut. Dan tentu saja, kabar meninggalnya Karen itu membuat syok teman dan keluarganya. Mereka semua kaget bukan main lantaran Karen selama ini nampak sehat dan tak menunjukkan gejala sakit apapun.

Baca juga: Mengaggumkan! Meski Tubuhnya Dipenuhi Kutil, Wanita Ini Bisa Nikmati Hidupnya. Ternyata Ini Motivasi Terbesarnya

Dan menyedihkannya pula, model cantik itu meninggal beberapa hari menjelang Natal. Jasad Karen selanjutnya sudah dikremasi pada tanggal 20 Desember yang lalu. Orang-orang yang hadir dalam upacara tersebut ada sekitar 100 orang. Beberapa hari setelah kremasi, ibu Karen memposting ungkapan yang menyayat hati.

“Seandainya aku bisa mendengar suara putriku dan melihat senyum di wajahnya, mungkin itu akan jadi harapan terbesarku di hari Natal.”

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan