SHARE

Transpor Zat Melalui Membran Sel Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel yang mencakup transpor pasif dan transpor aktif.

Transpor Zat Lewat Membran Sel

Fungsi membran sel yakni sebagai pengatur keluar masuknya zat. Penyusunan itu memungkinkan sel untuk memperoleh pH yang sesuai, serta konsentrasi beberapa zat jadi terkendali. Sel dapat juga memperoleh masukan beberapa zat serta ion-ion yang dibutuhkan dan membuang beberapa zat yang tidak dibutuhkan. Seluruh pengontrolan itu tergantung pada transpor melalui membran.

Transpor pasif yaitu perpindahan molekul atau ion tanpa memakai daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yaitu difusi, osmosis, serta difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yaitu perpindahan molekul atau ion dengan memakai daya dari sel itu. Perpindahan itu bisa terjadi walaupun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yaitu pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, serta eksositosis.

Difusi

Difusi yaitu penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa memakai daya. Secara spontan, molekul zat bisa berdifusi sampai mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruang. Sebagai contoh, setetes minyak wangi bakal menebar ke semua ruangan (difusi gas didalam medium udara). Molekul dari sesendok gula bakal menebar ke semua volume air di gelas walaupun tanpa diaduk (difusi zat padat didalam medium air), sampai kerapatan zat itu rata.

Osmosis

Osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan melalui satu membran. Osmosis bisa didefinisikan sebagai difusi melalui membran.

Zat yang bisa melewati membran sel

Membran sel bisa dilalui beberapa zat spesifik yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, serta air. Beberapa zat yang merupakan elektrolit lemah lebih cepat melalui membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang bisa melalui membran dari yang paling cepat sampai yang paling lambat diantaranya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel bersifat permeabel pada beberapa zat yang gampang melewati membran.

Zat yang tidak bisa melewati membran

Membran sel tidak bisa melewati beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, serta beberapa zat yang gampang larut dalam pelarut organik. Membran bersifat impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat spesifik serta impermeabel pada terhadap zat yang lain dapat dikatakan bersifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang mempunyai potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yaitu kemampuan air untuk berdifusi, yang nilainya dalam satuan tekanan. Sesuai sama kesepakatan, potensial air (PA) air murni yaitu 0 atmosfer. Besarnya PA larutan tergantung pada potensial osmotik (PO) serta potensial tekanan (PT). Persamaannya:

  1. PA = PO + PT
  2. PA = potensial air
  3. PO = potensial osmotik
  4. PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yaitu tambahan tekanan yang bisa meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berbentuk tekanan turgor. Tekanan turgor yaitu tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel. Tekanan turgor mengakibatkan tumbuhan jadi tegak serta segar. Demikian sebaliknya bila tekanan turgor berkurang, tumbuhan jadi lemas serta layu.

Potensial osmotik lebih memperlihatkan satu status larutan, yakni memperlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam satuan daya. Potensial osmotik memperlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, serta Lisis

Adakalanya, proses osmosis bisa membahayakan sel. Sel yang memiliki sitoplasma pekat (memiliki arti kerapatan airnya rendah), bila ada dalam keadaan hipotonis bakal kemasukan air sampai tekanan osmosis sel jadi tinggi. Kondisi yang demikian bisa memecah sel itu. Dapat dikatakan kalau sel itu mengalami lisis, yakni hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Demikian sebaliknya, bila sel dimasukkan kedalam larutan hipertonis dibandingkan sel itu, air didalam sel bakal mengalami osmosis keluar sel. Sel bakal mengalami krenasi yang mengakibatkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Keadaan yang ideal untuk sel jelas saja bila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel mengakibatkan volume sitoplasma mengecil. Oleh karena itu membran plasma bakal lepas dari dinding sel. Momen lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut dengan plasmolisis. Plasmolisis yang parah bisa mengakibatkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi

Difusi bisa diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus kedalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak bisa berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yaitu sebagai berikut. Awal mula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Berikutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi serta mendorong glukosa kedalam sel. Kemudian protein pembawa kembali ke informasi semula.

Protein pembawa dapat juga membuat celah yang bisa dilewati oleh ion-ion seperti Cl- serta Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium

Pompa Natrium-Kalium termasuk transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua jenis ion itu. Pada transpor aktif, zat bisa beralih dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat bisa melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ penting untuk menjaga aktivitas listrik didalam sel saraf serta meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Walaupun ion Na+ serta K+ bisa melewati membran. Lantaran kebutuhan bakal ion K+ amat tinggi, dibutuhkan lagi pemasukan ion K+ kedalam sel serta pengeluaran ion Na+ ke luar sel. Konsentrasi ion K+ diluar sel rendah, serta didalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ didalam sel rendah serta diluar sel tinggi. Bila terjadi proses osmosis, bakal terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar serta osmosis ion Na+ dari luar kedalam sel. Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, lantaran gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yakni terjadi pemasukan ion K+ serta pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu dibutuhkan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran. Tiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. Maka itu disebut dengan pompa natrium-kalium.

Beberapa zat yang bisa diangkut secara transpor aktif contohnya gula, protein, enzim serta hormon.

Endositosis serta Eksositosis

Endositosis artinya pemasukan zat kedalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk transpor aktif serta melawan bisa gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yaitu fagositosis serta pinositosis.
Fagositosis (phagein = mengonsumsi ; chytos = sel) yaitu proses dimana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar serta menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lantas menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom serta lisosom mengolah atau menghancurkan partikel itu. Misalnya sel darah putih serta sel ameba yang mengonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri serta menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Berikutnya bakteri bakal diolah oleh lisosom.
Pinositosis (pinein = meminum) yaitu peristiwa sel mengonsumsi sel mengonsumsi zat cair serta membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan dalam vakuola makanan.
Eksostosis yaitu proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada momen sekresi, contohnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu kedalam usus. Caranya yaitu enzim-enzim itu dimasukkan kedalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju pinggir sel, membrannya membuka serta mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini membutuhkan daya sel. Tanpa daya, sel tidak bakal dapat mengeluarkannya.

 

Referensi:
Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi 2A untuk SMA/MA kelas XI Semester 1. Jakarta : Erlangga

Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/08/pengertian-dan-macam-macam-transpor-zat.html

Loading...
Loading...