SHARE
Loading...

Tak bisa dipungkiri pekerjaan dokter memanglah tidaklah mudah. Mereka harus mempertaruhkan kesehatan dan kehidupan sendiri untuk memastikan pasien aman. Satu-satunya kompensasi yang diharapkan adalah rasa syukur dari keluarga pasien yang diselamatkan. Namun dokter dari china harus mendapatkan pengalaman yang berbeda setelah berusaha mengobati seorang pasien.

Usai keluarganya meminta bayaran sebesar 300 dollar setelah diduga ‘merusak’ pakaian si pasien. Seorang anak laki-laki telah kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit Wuhan. Di sana, dokter mengetahui bahwa ia menderita emboli paru suatu kondisi yang ditandai dengan penyumbatan arteri di paru-paru.

Anak laki-laki itu membutuhkan pembedahan dan segera dibawa ke ruang operasi tempat dia segera dirawat. Dalam kesibukan dokter untuk menyelamatkan hidupnya, mereka telah memotong pakaiannya dan merusaknya dalam prosesnya.

Ketika sang ayah melihat ini, dia segera menuntut agar mereka membayar karena melakukannya. Pasalnya pakaian anaknya ternyata mahal harganya. Dia kemudian meminta dokter yang bertanggung jawab atas prosedur tersebut untuk mengimbanginya dengan 1.500 Yuan (S $ 306) untuk pakaian yang rusak.

Tapi setelah beberapa negosiasi, dokter setuju untuk membayar ayah pasien 1.000 Yuan (S $ 204). Setelah mengetahui kejadian tersebut, banyak netizen mengkritik ayah yang tidak tahu berterima kasih karena menuntut kompensasi dari dokter yang menyelamatkan nyawa anaknya.

“Mungkin, hidupnya bahkan tidak bernilai 1.000 Yuan.”