Turuti Wasiat, Pria Ini Makamkan Sang Ayah Bersama Uang Ratusan Juta

Posted on

Lahiya – Dalam menjalani kehidupan ini manusia memiliki kepercayaan. Setiap manusia pun memegang kepercayaan masing-masing yang terkadang tidak sama satu dengan lainnya.

Kepercayaan ini pun biasanya juga berkaitan erat dengan religi, budaya, serta tempat asal seseorang. Karena itulah, daerah asal seseorang juga turut menjadi faktor kepercayaan yang dianut.

Di seluruh dunia ini kita ketahui memang ada banyak kepercayaan. Namun, beragam kepercayaan ini tidak lantas membuat kita terpecah-belah. Tetapi, justru kita harus saling menghargai.

Semua kepercayaan yang ada wajib dihormati oleh setiap insan manusia. Karena dengan adanya rasa saling menghargai dan juga menghormati itulah akan tercipta kedamaian di atas segala perbedaan yang ada.

Seperti salah satunya dilansir dari Grid.ID, yang melansir World of Buzz yang dirilis pada 21 Januari 2018. Pada tanggal 16 Januari lalu, seorang pria asal Kuala Lumpur, Malaysia memakamkan ayahnya yang meninggal.

Baca juga: Astaga! Jadi Pasien Operasi, Wanita Ini Malah Dilecehkan dan Diraba Perawat

Pria yang tidak mau disebutkan namanya tersebut berasal dari India. Ia pun memasukkan uang senilai RM30.000 atau sekitar Rp 101 juta ke dalam peti mati ayahnya yang telah meninggal.

Dimasukkan ke dalam peti mati, uang itu ditata sedemikian rupa dan dicampur dengan rangkaian bunga yang disebarkan di sekujur tubuh jenazah.

Adapun tujuan dilakukan hal ini dikarenakan wasiat sang ayah yang meminta kepada anaknya, sesaat sebelum ayahnya meninggal. Sang ayah meminta untuk dikuburkan bersama dengan uang.

Pria itu menuturkan bahwa kepercayaan yang dianut oleh ayahnya memang mengharuskan hal itu untuk dilakukan. Pemakaman itu sendiri dilaksanakan bertempat di taman pemakaman Selangor Selatan.

Sejumlah netizen mengatakan bahwa peti mati itu akan dicuri sebelum datangnya malam. Beberapa netizen lainnya juga meragukan apakah uang itu palsu ataukah tidak.

Namun, kepercayaan tiap orang seperti apapun itu patut untuk dihormati.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan