SHARE
uber

Teman-teman, izin berbagi rangkaian tweet menyoal polemik aktivitas Uber di Jakarta yang berujung pada penangkapan staf atau mobil atau pengemudi.

Oleh beberapa pihak, peristiwa ini justru dipolitisasi jadi Uber vs Ahok  atau  Ridwan Kamil. Saya pikir itu tidak pas. Apresiasi saya buat kawan-kawan yang telah beropini soal ini dengan elegan dan jelas, salah satunya @TemanAhok 🙂

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Supaya clear saya jelaskan beberapa hal. Saya hanya sesekali pakai Uber, bukan akun bayaran Uber dan tidak kenal Uber atau karyawannya. Saya pendukung @basuki_btp untuk melanjutkan kerja sebagai DKI1 – dan masih mendukung Ahok walaupun berbeda pendapat soal ini.

Uber dilarang? Hampir semua yang setuju mendasarkan pada aspek legalitas Uber di Indonesia yang masih belum jelas. Tanpa legalitas artinya tidak bayar pajak, tidak ada jaminan jika nanti berperkara dengan siapapun dst.

Baca juga: Ini Alasan Uber Dilarang Ahok | @temanAhok

Saya sendiri berpendapat legalitas bukan satu-satunya legitimasi. Uber dan sejenisnya adalah turunan ecommerce. Beberapa pakar menyebutnya sebagai Shared Economy.

Karakteristik utama adalah produk atau jasa didorong untuk bergerak cepat tanpa harus melalui perantara dan difasilitasi oleh marketing platform. Marketing platform terbaik akan unggul saat mereka menawarkan teknologi, kemudahan bagi konsumen dan kunci kendali pada konsumen.

The ability to let consumers  atau  users to be in control is the key to market legitimacy. Pengguna platform Uber menikmati banyak kemudahan dan pegang kendali dibandingkan pengguna taksi biasa.
Penting untuk dipahami bahwa Uber menjual kursi, bukan brand taksi.

Dalam konteks serupa, Airbnb menjual kamar, bukan brand hotel. Sehingga tidak tepat menyamakan marketing platform dengan pemilik brand – walaupun kehadirannya pasti disruptive.

Pelaku usaha dan pemerintah (baca: regulator) wajib memahami realitas baru ini. Kehadiran marketing platform membuat pasar jadi lebih efisien, menguntungkan konsumen dan menjadi basis ekonomi biaya murah.

Pemain lama pasti meradang dan melawan. Taksi kuning di NYC turun drastis sejak kehadiran Uber dan sejenisnya.

taksi uber dan taksi kuning di amerika

Airbnb, Uber, Gojek memunculkan kelas masyarakat baru yang independen, paham teknologi dan berdaya.

Tulisan terkait soal inovasi disruptif bisa dibaca disini.

Kenapa banyak supir taksi beralih jadi pengemudi Gojek atau Uber? Silahkan selidiki sendiri perbandingan manfaat yang mereka terima.

Mereka adalah kelompok baru dalam masyarakat yang tidak bergantung pada gaji dari korporasi. Dan ini KEREN. Dan negara akan sangat terbantu – bahkan hebat saat memiliki kelas masyarakat seperti ini sebagai basis perekonomian.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...