(Video) Dibalik Kebanggaan dan Kegembiraan Tradisi Berburu Lumba-lumba di Taiji, Jepang. Anak Lumba-lumba Terpaksa Berpisah dengan ‘Ibunya’

Posted on

Erabaru.net. Para pemburu lumba-lumba di Taiji, Jepang sangat senang dan bangga dengan tradisi memancing lumba-lumba.

Mereka telah menangkap dan mengepung 300 lumba-lumba di satu teluk.

Dikatakan sebagai penangkapan tradisi turun-temurun, dalam beberapa hari, pemburu ini akan membagi keluarga lumba-lumba.

Lumba-lumba kecil dan tercantik akan dijual di taman laut.

Setelah memilih, mereka akan melepaskan anggota keluarga traumatis kembali ke laut.

Liz Carter, seorang relawan yang melakukan kunjungan ke Taiji.

Dia memiliki catatan yang memilukan saat menyaksikan sekelompok pemburu memilih lumba-lumba untuk dijual di akuarium dan taman laut serta memaksa lumba-lumba untuk berpisah dengan ibunya.

Internet

Terlihat para penyelam dan perenang ini berenang melalui sekelompok lumba-lumba yang telah dikepung oleh jaring selama beberapa hari tanpa diberi makan dan proses pemilihan lumba-lumba dimulai.

Mereka dengan kejam memegang tubuh lumba-lumba ini dan menjauhkan mereka dari induk lumba-lumba.

Internet

Ibu lumba-lumba itu terlihat berenang dengan wajah sedih dan panik saat anaknya dipilih dan dibawa pergi.

Dia tidak pernah bisa terlepas pikirannya tentang anak-anaknya yang dibawa pergi.

Ibu lumba-lumba berenang mengikuti para pemburu dengan perasaan sedih, melihat anaknya diperlakukan dengan tidak manusiawi.

Internet

Kelompok pemburu tidak keberatan dengan erangan lumba-lumba dan membawa lumba-lumba itu ke sisi kapal dimana sebuah jaring menunggu.

Ibunya hanya bisa melihat anaknya dibawa pergi terakhir kali dan kemudian dijual ke tempat  lumba-lumba yang akan dilatih untuk menjadi penghibur di taman laut.

Setiap tahun, ratusan lumba-lumba dan paus dikepung dalam acara berburu tahunan di Taiji.

Pemburu akan memilih ikan mana yang paling menarik dan cantik.

Internet

Banyak lumba-lumba dipisahkan secara paksa dari ibu mereka dan kemudian dijual ke akuarium dan taman laut di seluruh dunia.

Pemburu bisa mendapatkan uang lebih dari Rp. 1,5 milyar untuk tangkapan lumba-lumba.

Internet

Jika nasib lumba-lumba yang telah dikepung ini beruntung, mereka akan dilepas kembali ke laut.

Untuk beberapa kasus, beberapa telah disembelih untuk dagingnya.Dengan penduduk Taiji yang mengatakan bahwa acara berburu tahunan ini adalah acara tradisional.

Namun beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab telah menggunakan nama acara ini sebagai alasan untuk mendapatkan keuntungan.

Tonton video menyayat hati di bawah ini. (rp)

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.10”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

MVI_5484

Captive selection of super pod of bottlenose dolphins driven into Taiji, Japan 20th January for 5 days of selection -24th January 2017 100 dolphins were stolen, some died from the process juveniles ripped from their mothers,this scene, the mother and child are desparately trying to stay together..Your entertainment has been stolen from the wild ..destined for marine parks and aquariums..stop supporting swim with dolphins , marine parks that hold,captive dolphins ..filmed today in Taiji, Japan , watch the Cove movie to learn more about dolphin captivity .. the price of a ticket and a day trip out to a marine park isn't worth this #superpod #broome #lovebroome #IMATA #taiji #tokyo2020

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan