SHARE
Loading...

Kisah perjalanan calon jamaah haji menuju tanah suci sering kali mengundang decak kagum. Ada bisa dinalar dengan logika tapi ada pula yang diluar batas. Hanya saja dari semua itu, jadi pelajaran untuk diambil hikmah dan sisi positifnya, apalagi haji merupakan satu dari lima Rukun Islam, di samping Syahadat, Salat, Zakat dan puasa.

Seperti kisah dibagikan oleh pemilik akun Mamie Endang Arminarekaa, postingan itu diunggah pada 1 September 2017 bertepatan dengan puncak ibadah haji dilaksanakan sekaligus Idul Idha.

Meski cerita itu cuma postingan ulang dan copy paste, hingga Senin (4/9/2017), postingannya sudah mendapatkan 137 ribu emoticon like dan love, juga dibagikan ulang hingga 48.774 kali dan ribuan komentar.

Kisah itu bercerita tentang seorang nenek calon jamaah haji yang akan melakukan perjalanan ke tanah suci namun tertinggal pesawat. Namun si nenek tetap bisa berangkat ke tanah suci dengan cara yang diluar logika.

Bagaimana kisah lengkapnya? berikut postingan Mamie Endang Arminarekaa:

kabah mekkah_

“Kisah nyata …

Air Mata Tangis itu Benar2 Mengubah Jalannya Takdir
Ini adalah kisah nyata yang tercecer dari pelaksanaan haji tahun ini. Seorang perempuan tua dari Aljazair menangis di ruang tunggu bandara.

Ia benar-benar ketinggalan pesawat yang akan membawanya menunaikan ibadah haji. Ia terus menangis karena keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji, kerinduannya pada Allah SWT dan keinginan untuk menjawab seruan Allah-Nya waktu itu ternyata batal karena ketinggalan pesawat. Nenek-nenek itu terus menerus menangis.

Ia tidak mau meninggalkan ruang tunggu di bandara itu sambil terus memegang ticket pesawat yang bernomor kursi pesawat itu………

Sementara itu, pilot pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Aljazair menuju Saudi Arabia itu, di udara saat terbang itu mendengar suara gemeretak pada mesin pesawatnya yang dianggapnya mengalami kerusakan di mesin.

Hal itu memaksanya untuk memutar pesawat itu kembali ke Aljazair, kembali mendarat di airport yang beberapa menit lalu ditinggalkannya.

Jamaah Lempar Jumrah

Di bandara, seluruh penumpang diturunkan, dan diminta untuk menunggu lagi di Ruang Tunggu. Tapi petugas bandara tidak menemukan ruangan tunggu yang kosong, kecuali ruangan tempat di mana perempuan tua itu sedang menangis.

Bisa dibayangkan bagaimana takjubnya perempuan tua itu, karena melihat teman-temannya sesama jamaah haji datang kembali. Ia merasa seperti bermimpi. Dari mulutnya tidak henti-hentinya ia mengucapkan kata syukur.

Ajaibnya lagi, setelah diperiksa dengan seksama, ternyata keadaan pesawat itu baik -baik saja dan tidak ada kerusakan sama sekali. Pemeriksaan mesin pesawat tidak memakan waktu lama, Pesawat bisa kembali segera terbang. Sang nenek pun kini bisa ikut, melaksanakan ibadah hajinya.

Subhanallah. Ini ekspresi dosis tinggi dari the power of Imtaq-In ahsantum ahsantum li anfusikum.

Pesawat dengan 200 penumpang itu ternyata harus kembali ke bandara hanya untuk menjemput seorang perempuan tua yang rindu ingin menjawab seruan Tuhan-Nya.

Lempar Jumrah

Air mata apa yang ia teteskan sehingga mampu mengetuk pintu langit? Keyakinan apa yang ia miliki sehingga mampu mengubah jalannya takdir? Bila segalanya berlalu darimu, bila semua pintu telah tertutup, tetapi engkau tetap bergantung dan berharap pada ALLAH, maka IA akan selalu ada untukmu.

Kisah ini menjadi bukti bahwa mukjizat do’a masih terjadi dan akan selalu terjadi, di zaman yang bukan zaman Nabi-Nabi pun.