Waduh! Gara-Gara Istrinya Jarang Mandi Sang Suami Langsung Gugat Cerai

Posted on

Lahiya – Seorang pria mengajukan permohonan cerai di Pengadilan Negeri New Taipei City lantaran merasa psikologisnya tersiksa karena kebiasaan istrinya yang tidak sehat. Permohonannya pun disetujui.

Penggugat, yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kalau istrinya, yang bermarga Lin, hanya mandi sekali dalam setahun serta tidak teratur menyikat gigi atau mencuci rambut. Menurut penggugat kebiasaan Lin ini tak terkendali bahkan saat mereka pergi keluar.

Dilansir dari Tribunnews.com, sang istri awalnya hanya mandi sekali dalam seminggu. Tetapi lama-lama ia mandi hanya satu bulan sekali, sampai jadi setengah tahun sekali.

Penggungat mengaku karena kebiasaan Lin yang tidak bersih itulah, mereka cuma melakukan hubungan s**s sekali setahun. Sehingga, selama satu dekade pernikahan mereka pun tak jua mempunyai anak.

Baca juga: Miris, Remaja Hamil di Luar Nikah Jadi Bintang Iklan Demi Nafkahi Bayinya

Pasangan ini juga tak memiliki pekerjaan. Saat penggugat akan memperoleh pekerjaan, selalu saja Lin menghalanginya dan meminta agar ia tidak menerima pekerjaan tersebut. Penggugat pun setiap hari hanya berada di rumah saja dan memasakkan makanan untuk mertuanya yang tua renta.

Menurut Lin sehabis ayahnya mendapatkan izin untuk membuka sebuah toko lotere, maka mereka pun bisa mencari nafkah dari peluang itu. Akan tetapi, sampai sekarang toko lotere itu juga tidak kunjung mendapat izin.

“Kami tetap miskin, karena kami berdua tidak memiliki pekerjaan,” ujar penggugat. Kondisi itu membuat mereka mengalami kesulitan hidup sampai tak sanggup membayar iuran Asuransi Kesehatan Nasional serta tak bisa mengunjungi dokter gigi.

Pria itu menyampaikan bahwa pengeluaran harian mereka yang menanggung adalah ibu mertuanya dengan memberikan sedikit uang untuk istri penggugat.

Baca juga: Luar Biasa! Bersuhu -62 Derajat Celcius, Sebuah Desa Eropa Jadi yang Terdingin di Dunia

Penggugat pun keluar dari rumah dan ia mendapat pekerjaan di Hsinchu. Tetapi, penggugat akhirnya memutuskan untuk menggugat cerai istrinya saat sang istri muncul di tempat kerja barunya untuk memintanya berhenti bekerja usai dirinya memperoleh gaji sebulan.

Lin, di depan pengadilan, menampik seluruh pernyataan suaminya. Ia mengklaim keluarganya telah memperlakukan penggugat dengan baik layaknya anak laki-laki mereka sendiri.

Soal ia datang ke tempat kerja penggugat, Lin menjelaskan hal itu lantaran penggugat tak mau membalas teleponnya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya hakim mengabulkan gugatan cerai. Tetapi putusan itu masih bisa berubah selama ada pengajuan banding.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan