Waduh! Kangkung Dilarang Dikonsumsi di Amerika, Sementara di Indonesia. . .

Posted on

Lahiya – Akhir-akhir ini kabar mengenai sayur kangkung cukup meresahkan. Jika tak ada klarifikasi, maka bisa jadi ikut memicu keresahan di kalangan tukang sayur keliling.

Kabar tersebut sehubungan dengan dilarangnya kangkung dikonsumsi di Amerika Serikat lantaran mengandung zat narkoba. Dalam bentuk pesan, informasi tersebut banyak tersebar di media sosial. Dalam isinya, disebutkan bahwa untuk menanam, menjual maupun membeli kangkung di AS, harus ada izin khususnya dulu.

Kangkung di negara itu dianggap sebagai gulma yang berbahaya terbentuk dari air tawar iklim tropis. Jual beli kangkung pun harus mendapatkan izin yang dikeluarkan oleh USDA.

“Dari hasil sebuah penelitian yang pernah dilakukan, secara mengejutkan membuktikan bahwa kangkung memiliki kandungan yang secara karakter mirip LSD (lysergic acid diethylamide). Di banyak negara, termasuk Indonesia, LSD dikategorikan sebagai zat psikotropika dan dilarang peredarannya. Berarti, selama ini kita nyimeng dengan kearifan lokal.”

Baca juga: Foto Prewed Ardina Rasti Nyeleneh Bikin Netizen Gemas, Gara-Garanya ‘Ngangkang’

Demikian pesan yang disebarkan oleh akun Facebook Darkside of Dimension. Hingga kemarin, posting-an Darkside of Dimension tersebut sudah disebar ulang sebanyak 6.798 kali.

Dilansir dari JPNN.com, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Spundik Sudjono menyampaikan benar adanya kalau kangkung di Amerika Serikat dikelompokkan sebagai tanaman yang dilarang diangkut dan diimpor, kecuali ada izin khususnya.

Pasanya, pada tahun 1970 lembaga yang mengawasi pertumbuhan dan penyebaran tumbuhan di Amerika Serikat, Federal Noxious Weed Act, menemukan kandungan pada kangkung yang dianggap berbahaya.

Itu sebabnya, kebijakan untuk melarang penanaman serta perdagangan kangkung tanpa adanya izin khusus muncul. Menurut penelitian Federal Noxious Weed Act, kangkung mengandung senyawa yang mirip dengan LSD.

Zat tersebut di Indonesia termasuk golongan psikotropika. Yaitu senyawa alkaloid ergoline yang diklasifikasikan sebagai senyawa hallucinogens.

Baca juga: Polri Ungkap Kebohongan di Ceramah Ustaz Zulkifli Ali

“Senyawa tersebut jika dikonsumsi dalam jumlah besar akan serupa dengan alkaloid ergoline, dampaknya serupa dengan LSD,” kata Spundik.

Akan tetapi, menurut ilmu pengetahuan secara umum, kangkung punya kandungan mineral, vitamin, selenium, zat besi, fosfor, serta vitamin A, B1, dan Cs.

Spundik pun menjelaskan tentang kandungan gizi per 100 gr kangkung. Di antaranya, ada energi (29 kkal), protein (3 gr), lemak (3 gr), karbohidrat (5,4 gr), kalsium 73 mg, fosfor (50 mg), zat besi (3 mg), vitamin A (6.300 IU), vitamin B1 (0,07 mg), dan vitamin C (32 mg).

Kangkung di Indonesia dikenal punya banyak manfaat. Seperti, dapat mencegah anemia, membantu melancarkan air seni, antiparasit usus, bisa mencegah diabetes melitus, serta mengatasi mimisan dan juga insomnia.

Kangkung juga baik manfaatnya untuk kesehatan mata, mampu mencegah sariawan, haid berlebihan, gusi berdarah, sembelit, dan juga sebagai antioksidan serta antitoksin.

Baca juga: Selepas Seharian Diperiksa, Ustaz Zulkifli Ali jadi Imam di Masjid Mabes Polri

“Kelihatannya Amerika Serikat terpaku pada kandungan senyawa alkaloid ergoline yang baru berefek seperti LSD apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak,” terangnya. Dipastikannya kandungan LSD di kangkung itu sangat rendah.

“Untuk memiliki efek seperti narkoba, harus diekstrak dan dimurnikan dulu,” ujar Spundik. Walau demikian, Kementerian Pertanian tetap terus melakukan studi literatur mengenai kangkung.

Dilansir dari JPNN.com, pendapat soal kangkung juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri. Rupanya, penjelasan Mahdi senada dengan Spundik.

“Kangkung justru bersifat antioksidan,” katanya. “Beberapa penelitian di India, jus kangkung digunakan untuk mengobati orang keracunan opium zat penghasil morfin serta menetralkan seseorang yang keracunan arsenik,” imbuh Mahdi.

Jadi, tidak perlu ragu ya, untuk menyantap kangkung.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan