Waduh Kecolongan! Penulis ‘Jokowi Undercover’ Bebas Sebarkan Video dari Balik Bui

Posted on

Lahiya – Penghuni jagad maya dikejutkan dengan beredarnya sebuah video yang berisi rekaman diri Bambang Tri Mulyono, penulis buku ‘Jokowi Undercover’. Yang jadi pertanyaan terbesar, bagaimana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bisa bebas menggunakan alat komunikasi?

Pada tanggal  29 Mei 2017 yang lalu, Bambang Tri telah dijatuhi vonis selama 3 tahun kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Blora. Dan usai vonis tersebut, ia harus mendekam di Lapas Blora untuk menjalani hukuman tersebut.

Namun seperti yang dilansir dari laman Detik.com, dalam video viral berdurasi 40 detik tersebut, memperlihatkan Bambang Tri dapat berbicara dengan bebas meski jeruji besi mengurung dirinya.  Padahal seperti yang diketahui, bahwa kawasan lapas harus steril dari segala jenis alat komunikasi.

Yang lebih mengejutkan adalah ucapan yang dikeluarkan oleh Bambang Tri di dalam video viral tersebut. Pasalnya pria yang mengenakan kaos berkerah warna merah dengan lengan abu-abu dipadukan dengan celana celana pendek itu mengungkapkan ujaran yang tergolong provokatif.

Baca Juga: Merapat ke Manchester United, Cristiano Ronaldo Iri dengan Gaji Lionel Messi?

Selamat pagi saudara-saudara. Dalam sejarah revolusi dunia, kita mengenal Revolusi Perancis yang dimulai dari Penjara Bastille. Maka saya berpikir, ada baiknya saya akan memulai revolusi tahun 2018 dari penjara Blora ini. Mudah-mudahan saudara sekalian tetap mendukung saya dalam keadaan apapun,” demikian ucapan Bambang Tri, dikutip dari Detik.com, Rabu (3/1/2018).

Menurut dugaan, video tersebut dibuat dari dalam kamar penjara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Blora. Pasalnya di tempat itulah Bambang Tri tengah menjalani hukuman terkait kasus ‘Jokowi Undercover’ yang menjeratnya.

Dan untuk waktu pengambilan video tersebut kemungkinan dilakukan pada akhir tahun 2017, tepatnya pada tanggal 27 Desember lalu. Namun terdengar ada bagian di mana Bambang Tri keliru saat menyebutkan angka tahun dalam akhir video tersebut.

Baca Juga: Usai Tragedi perselingkuhan Sang Suami dengan Bocah SMA, Marry Kembali Dapat Hal Mengejutkan!

Terima kasih, kiranya Tuhan Yang Maha Esa menolong kita. Penjara Blora tanggal 27 Desember 2018. Bambang Tri. Sampai jumpa,” demikian kata Bambang Tri pada akhir video, di mana ia keliru menyebutkan tahun 2017 dengan tepat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Rutan Kelas II B Blora Yoga Aditya Ruswanto mengungkapkan bahwa pihaknya kecolongan. Ia bahkan baru mengetahui ihwal rekaman tersebut kemarin (2/1). Namun lebih lanjut ia menegaskan pihaknya akan melakukan penyisiran di dalam setiap kamar warga binaan.

“Alat komunikasi haram hukumnya. Terkadang kami kecolongan. Banyak faktor dan cara memasukkan alat komunikasi. Bisa dilempar, dari penjenguk dan lain-lainnya. Tapi kami berusaha meminimalisasi supaya zero,” ujarnya dengan tegas.

Berikut videonya:

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan