Waduh! Tiga Anggotanya Terciduk Saat Razia Toko Obat, Kok FPI Hanya Bungkam?

Posted on

Lahiya – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota menjaring tiga anggota organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) ketika menggelar sweeping toko obat di kawasan Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (27/12).

Polisi sudah menetapkan salah satu dari ketiga orang tersebut sebagai tersangka. Sayangnya, terkait peringkusan tiga anggotanya dalam insiden tersebut, pihak ormas yang dihubungi melalui juru bicara FPI Slamet Ma’arif masih bungkam tanpa tanggapan apapun.

Diungkapkan langsung oleh Kapolres Bekasi Kota Kombes Indrarto, alasan dari penangkapan anggota ormas Islam tersebut adalah merazia toko obat yang diduga menjualbelikan obat-obatan kadaluarsa alias sudah lewat tanggal batas layak konsumsi.

“Iya, (kami menangkap anggota FPI yang melakukan sweeping) ke toko obat karena diduga menjual obat-obatan kadaluarsa. Yang diamankan tiga tapi yang memenuhi unsur baru satu orang,” terang Kombes Indrarto pada Jumat (29/12), dikutip dari laman Cnnindonesia.com, Jumat (29/12/2017).

Baca Juga: Tegas! Jelang Perayaan malam Tahun Baru 2018, Wali Kota Risma: Jangan Hura-Hura!

Sementara itu Kasubag Humas Polres Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengungkapkan awal mula kejadian tersebut yaitu ketika aparat kepolisian tengah melakukan razia minuman keras di bilangan Pondok Gede, didapati ada Ormas yang melakukan sweeping di sebuah toko obat.

Erna menuturkan, salah satu anggota FPI kedapatan memaksa pemilik toko obat tersebut untuk mengeluarkan obat-obatan dari dalam tokonya. Aksi tersebut dilakukan di toko yang diduga menyediakan obat-obatan ilegal maupun tak terdaftar dinas kesehatan serta sudah kadaluarsa.

“Kebetulan pada saat melakukan kegiatan sweeping itu tiba-tiba ada salah satu Ormas yang ada di situ hingga akhirnya kami juga melakukan pengamanan kepada anggota FPI tersebut, dan kepada pemilik toko obat tersebut,” tutur Erna Ruswing.

Baca Juga: Nah Lo! Pura-Pura Bisu Selama Belasan Tahun, Pria Ini Malah Jadi Tak Bisa Bicara Betulan

Lebih lanjut, terkait penetapan tersangka kepada satu anggota Ormas tersebut adalah karena adanya unsur pemaksaan yang ia lakukan terhadap pemilik toko saat menyuruh mengeluarkan barang-barang. Sementara dua anggota FPI lainnya yang turut diamankan, tengah menjalani pemeriksaan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan