SHARE
Loading...

Wanita asal Missouri ini menerima sepucuk surat dari sebuah rumah di seberang jalan yang menurutnya kosong dan tak berpenghuni. Saat dia melihat isinya, ia merasa sangat sedih. Dan secara tak langsung, surat ini mampu mengubah hidupnya. Bagi Marleen Brooks, tak ada hari spesial pada hari itu, April yang lalu.

Dilansir dari Erabaru, wanita berusia 37 tahun yang seorang manajer properti dari Park Hills ini. Menjalankan aktivitas sehari-hari usai seharian bekerja. Tapi saat sampai di rumahnya, dia menerima surat yang memilukan yang mengubah hidupnya.

Ini menciptakan dampak pada dirinya sehingga dia masih membawa surat itu ke mana pun dia pergi. Sambil mengingat reaksinya, Brooks berkata kepada CBS News,
“Anda tahu, ketika Anda pulang kerja dan menemukan sesuatu yang membuat seluruh hidup. Anda berubah dalam sekejap. Itu benar-benar apa yang saya rasakan.”

Surat itu bertuliskan, “Nyonya? Maukah anda mempertimbangkan untuk menjadi teman saya? Saya berumur 90 tahun, hidup seorang diri, dan semua teman saya telah meninggal dunia. Saya sangat kesepian dan takut. Tolonglah. Saya berdoa agar ada seseorang yang bersedia menjadi teman saya sebelum saya pergi dari dunia.”

Surat itu ditulis oleh Wanda Mills, dan alamat pengirimnya seperti tak asing bagi Brooks. Segera, ia menyadari bahwa surat itu berasal dari sebuah rumah di seberang jalan rumahnya. Brooks mengira rumah itu kosong karena terlalu sepi. Melihat surat yang memilukan itu, Brooks pun memutuskan pergi pada keesokan harinya.

“Keesokan harinya saya pergi ke sana dan dia cukup terkejut karena saya bisa datang,” kata Brooks saat bercerita tentang reaksi Mills.

Dari situ, persahabatan terbentuk antara Brooks and Mills. Bahkan ketika Mills dipindahkan ke panti jompo, Brooks berjanji akan mengunjunginya setidaknya empat kali seminggu dengan suami dan anak-anaknya. Surat itu tidak hanya mengubah hidup Brooks, tapi juga hidup Mills.

“Ya, kehadirannya sangatlah membantu,” kata Mills.

Ia menambahkan, untuk bisa menerima bantuan dari Brooks, dia berkata, “Seseorang mengirimnya. Saya rasa Tuhanlah yang mengutusnya untuk mengunjungi saya.”

Sedangkan untuk Brooks, dia mengatakan tindaka ini bisa dikatakan sebagai penebusan untuknya karena dia selalu menyesal tidak bisa meluangkan lebih banyak waktu bersama neneknya.

Brooks melanjutkan untuk membantu para orang tua lainnya dengan membuat sebuah kelompok yang disebut “Pen Pal for Senior.”

“Latar belakang yang membuat saya mendirikan kelompok ini agar kita bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar, karena bisa saja suatu hari nanti kita akan mengalami nasib serupa dengan dia (Mills),” jelas Brooks.