Warung Makan Ayam Pelakor Hebohkan Jagad Maya, Kisah di Baliknya Bikin Pilu

Posted on

Lahiya – Warung Ayam Pelakor – Nasi Jaman Now menghebohkan penghuni jagad maya baru-baru ini. Kata pelakor atau perebut lelaki orang belakangan memang menjadi istilah yang ngetren. Dan ternyata pemilihan nama warung tersebut tidaklah sembarangan.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, si empunya warung, Lia Pujiani (27), seorang wanita yang tinggal di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini memberanikan dirinya membuka warung makan setelah mendapatkan pengalaman hidupnya yang menyakitkan, menjadi korban pelakor.

Informasi keberadaan warung viral tersebut seperti yang dibagikan oleh akUn media sosial Instagram dengan nama Yuni Rusmini. Si pengunggah menyertakan foto area depan warung disertai caption yang menggambarkan kehidupan rumah tangga si pemilik warung.

Jadi Korban Pelakor, IRT di Kobar Bikin Warung Ayam Pelakor,” demikian bunyi keterangan dari foro Warung Makan Ayam Pelakor – Nasi Jaman Now, seperti yang dikutip dari laman Tribunners.com, Senin (15/1/2018).

Baca Juga: Menguak Fakta Marion Jola, Pernah Jadi Model Hingga Pengakuannya yang Mengejutkan

Sebelumnya berstatus sebagai ibu rumah tangga, kini Lia Pujiani terpaksa harus menjanda lantaran menjadi korban dari wanita perebut lelaki orang (pelakor). Tinggal di Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ia memberanikan diri membuat warung makan yang akhirnya jadi viral.

Warung makan yang berdiri di Jalan Alpandi Sarjen Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan (Arsel) di depan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun tersebut baru launching pada Rabu (10/1), namun sudah langsung diserbu warga Kota Pangkalan Bun karena namanya yang unik.

Namun ternyata si pemilik warung tak hanya berbekal nama aneh saja, melainkan juga menyajikan aneka makanan dengan harga paket hemat dan bersahabat. Ditambah dengan sambal andalannya yang sengaja dibuat super pedas, membuat warga tak ingin ketinggalan mencicipi sajiannya.

“Ide untuk membuat Warung Pelakor ini berawal dari pengalaman yang saya alami karena pernah menjadi korban pelakor. Namun saat ini masih pisah secara agama, secara hukum perkawinan di pengadilan belum, masih dalam proses,” tukas Lia pada Rabu (10/1).

Baca Juga: Terus-Menerus Digugat Anak Kandung, Kisah Ibu Amih Bikin Hati Teriris

Usut punya usut, kisah keretakan rumah tangga Lia sebenarnya pernah viral di Facebook usai ia membagikan screenshot percakapan pesan WhatsApp dirinya dengan si pelakor. Wanita tersebut menggunakan ponsel sang suami (Ayub) dan melakukan percakapan dengan pelakor (Tinanetono).

Pada akhirnya si pelakor sukses menghancurkan pernikahan Lia dengan sang suami. Ia pun memutuskan berpisah, meski harus berjuang seorang diri sebagai orang tua tunggal bagi kedua anaknya hasil dari pernikahan dengan pria yang berselingkuh tersebut.

“Ujung-ujungnya ketahuan juga siapa yang selingkuh. Ternyata suami saya sendiri dan gak bisa dipungkiri ternyata pelakor berhasil merebut suami saya,” kisah Lia. “Saya pasrah aja kepada sang pencipta walau nanti saya menjanda insyaallah dan yakin bisa menghidupi kedua anak saya.”

Jadi Korban Pelakor, IRT di Kobar Bikin Warung Ayam Pelakor 😀😀😀😀 – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Lia Pujiani (27) yang kini telah menjanda karena menjadi korban wanita perebut laki orang (pelakor) di Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), membuat warung makan yang diberi nama Warung Ayam Pelakor. Baru dilauncing Rabu (10/1/2018), warung makan yang terletak di Jalan Alpandi Sarjen Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan (Arsel) atau tepatnya di depan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun ini, langsung diminati warga Kota Pangkalan Bun. Hal ini disebabkan, karena warung ini dinilai selain namanya yang unik, juga menyajikan makanan dengan harga paket hemat dan bersahabat. Ditambah lagi sambal buatan yang disajikan super pedas. “Ide untuk membuat Warung Pelakor ini berawal dari pengalaman yang saya alami karena pernah menjadi korban pelakor. Sehingga membuat keluarga saya hancur, sampai akhirnya pisah dengan suami. Namun saat ini masih pisah secara agama, secara hukum perkawinan di pengadilan belum, masih dalam proses,”ujarnya kepada sejumlah awak media Rabu (10/1/2018). Ia menjelaskan, warung  tersebut berdiri berkat bantuan teman-teman dan keluarga yang mensuportnya. Karena seusai mengalami kejadian sebulan lalu, ia mengaku sempat merasa putus asa. Namun setelah mendapat suport dari teman-teman yang rela meminjamkan modal untuk membangun usaha. Sehingga akhirnya jadi lah usaha Warung Ayam Pelakor tersebut. “Saya bersyukur pertama kali buka hari ini, langsung diminati masyarakat. Mungkin karena unik, disamping itu saya juga menyajikan makanan dengan harga terjangkau oleh masyarakat, khususnya para siswa. Karena harga kita, memang harga buat siswa. Untuk sepaket ayam goreng hanya Rp 12 ribu, dan ayam Tumini Rp 18 ribu,”paparnya. [email protected] #yunirusmini fb #musibah membawa berkah

A post shared by Yuni Rusmini (@yuni_rusmini) on

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan