Waspada! Guru Ketahuan Merokok di Sekolah Harus Siap Dimutasi Jauh-Jauh

Posted on

Lahiya – Pernyataan larangan merokok disampaikan secara langsung oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Dirinya sedang gigih menerapkan kedisiplinan terutama untuk para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Semua guru dari tingkat SD sampai SMA,” ujar dia, Jumat (19/1/2018), seperti dilansir dari Liputan6.com. Guru di Gorontalo yang mendapat larangan merokok juga diikuti dengan ancaman yang serius. Akan ada tindak tegas terhadap para guru yang ketahuan merokok, apalagi di lingkungan sekolah.

“Mulai hari ini, saya tidak mau melihat ada guru yang merokok di lingkungan sekolah, apalagi di kelas,” ujarnya. Rusli menyatakan kalau dirinya tidak segan untuk memutasi guru yang melakukan pelanggaran perintah untuk berhenti merokok, ke lokasi mengajar yang amat jauh. Ia menilai bahwa merokok cuma berdampak buruk pengaruhnya terhadap siswa.

“Selain merusak kesehatan, merokok di lingkungan sekolah sangat mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar,” paparnya.

Baca juga: Polri Ungkap Kebohongan di Ceramah Ustaz Zulkifli Ali

Sejak tahun 2014, secara intens Pemprov Gorontalo melarang aktivitas merokok dilakukan di tempat umum. Larangan tersebut sudah disahkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Perda itu melarang merokok di beberapa ruang publik, di antaranya yaitu sekolah, rumah sakit, dan terminal. Itu sebabnya, Rusli pun meminta kepada siapa saja yang melihat guru merokok di lingkungan sekolah untuk melaporkan padanya.

“Kalau ada guru-guru yang merokok di sekolah tolong SMS atau WA saya,” katanya, sembari mengumumkan kontaknya di nomor 081313424131.

“Pokoknya, tolong SMS atau WA ke saya secara lengkap. Kalau perlu foto guru yang merokok itu. Saya akan berikan sanksi tegas,” lanjut Rusli.

Baca juga: Selepas Seharian Diperiksa, Ustaz Zulkifli Ali jadi Imam di Masjid Mabes Polri

Menurut perincian Rusli, sanksi yang bakal diberikan yakni memutasi guru perokok ke daerah terluar yang jauh dan terpencil di Provinsi Gorontalo. Diharapkan sanksi itu bisa memberikan efek jera terhadap para pencandu nikotin.

“Mumpung sekarang sekolah SMA/SMK sudah menjadi kewenangan provinsi, maka saya akan pindahkan guru merokok di daerah Popayato (kecamatan perbatasan dengan Sulawesi Tengah) sana. Biar kapok nanti,” imbuhnya.

Tidak hanya melarang konsumsi rokok, namun Rusli Habibie pun intens dalam mengampanyekan Gorontalo supaya bebas dari minuman keras dan juga obat-obatan terlarang. Ketika menghadiri hampir setiap kegiatan, gubernur dua periode tersebut selalu saja meminta supaya warga berhenti mengonsumsi minuman beralkohol serta berhenti merokok.

“Sebab miras menjadi penyebab utama adanya tindak kriminalitas di daerah,” ujarnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan