SHARE
Gambar Via: wawancarakerjatips.blogspot.co.id

Contoh Teks Wawancara dengan Pengusaha – Pengusaha adalah sosok yang sangat menarik untuk diwawancarai, seperti yang terjadi pada 2 contoh di bawah ini:

Wawancara 1

Gambar Via: bisnis.liputan6.com

Di bawah ini adalah contoh wawancara kepada narasumber yang merupakan seorang pengusaha beras mengenai isu beras sintetis yang beredar di masyarakat.

Pewawancara:
Selamat siang Bapak, bisa minta waktunya sebentar untuk kami wawancarai?

Narasumber:
Selamat Siang. Oh tentu saja boleh! Mari silahkan!

Pewawancara:
Apakah Bapak telah mengetahui isu mengenai beras sintetis yang beredar belakangan ini? Apakah hal ini mempengaruhi jumlah pembeli beras di pasar ini, khususnya di toko Bapak?

Narasumber:
Oh hal itu saya telah mengetahuinya. Bahkan saya juga telah tertipu dengan beras yang datang dari pemasok. Untung saja saya cepat menyadarinya dan tidak jadi saya jual kepada masyarakat. Mengenai permintaan pelanggan terhadap beras, Alhmaduliliah tidak mengalami penurunan sedikitpun. Mungkin hal ini dikarenakan beras adalah bahan pokok yang harus mereka beli sehari-hari. Tetapi pelanggan kini jadi lebih was-was dan teliti dalam meneliti beras.

Pewawancara:
Oh begitu ya Pak! Tapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan beras sintetis itu?

Narasumber:
Beras sintetis adalah beras yang diproduksi oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara membuat tiruan beras yang asli dengan menggunakan plastik. Plastik tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga terbentuk seperti beras asli.

Pewawancara:
Lantas apa akibatnya jika dikonsumsi oleh manusia?

Narasumber:
Tentu saja bisa fatal, plastik adalah bahan yang tidak bisa dicerna oleh manusia, sehingga jika masuk ke dalam perut kita, maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Bahkan Penyakit-penyakit tersebut bisa mematikan, seperti kanker, gagal ginjal, dan lain-lain.

Pewawancara:
Jadi beras sintetis itu sangat berbahaya. Lantas apakah Bapak sudah melihat langkah nyata yang dilakukan pemerintah menanggapi isu beras sintetis ini?

Narasumber:
Kemarin bebarapa orang dari pihak kepolisian dan badan pengawasan obat dan makan telah melakukan sidak di pasar ini. Mereka juga masuk ke dalam gudang penyimpanan saya dan memeriksanya. Alhamdulilah tidak ditemukan beras sintetis tersebut.

Pewawancara:
Tadi Bapak telah mengatakan bahwa Bapak pernah mendapatkan beras sintetis dari pemasok tetapi Bapak menyadarinya dan memusnahkannya. Lalu bagaimana sih Pak, cara membedakan antara beras yang asli dengan beras sintetis?

Narasumber:
Membedakan beras yang asli dan beras sintetis cukup sulit dilakukan terutama bagi mereka yang belum terbiasa membeli beras. Namun, jika kita perhatikan lebih detail lagi, perbedaan tersebut dapat kita ketahui. Beras sintetis biasanya lebih putih daripada beras asli, sedangkan pada beras asli ada bintik-bintik hitam di dalamnya. Beras sintetis jika dipatahkan sangat keras, sedangkan beras asli mudah untuk dipatahkan. Dan yang terakhir beras sintetis akan menggumpal dan terlihat seperti lem jika dimasak.

Pewawancara:
Oh jadi begitu ya Pak, Terima kasih atas waktu dan tips yang telah Bapak berikan.

Narasumber:
Terimakasih kembali.

Wawancara 2

Gambar Via: merdeka.com

Berikut ini adalah contoh wawancara dengan pengusaha roti.

Pewawancara:
Selamat pagi!

Narasumber:
Selamat pagi Dik, ada keperluan apa ya?

Pewawancara:
Saya dari majalah sekolah Pak, Kami datang untuk mewawancari Bapak tentang pembuatan roti. Apakah Bapak bersedia untuk diwawancarai?

Narasumber:
Oh, dengan senang hati! Mari dimulai saja wawancaranya!

Pewawancara:
Sebelumnya saya ingin menanyakan sejak kapan Bapak memulai bisnis roti ini?

Narasumber:
Saya memulai bisnis ini ketika saya masih dibangku kuliah kira-kira tahun 2010. Saat itu saya berjualan berkeliling kampus dengan keranjang kecil.

Pewawancara:
Terus bagaimana Bapak bisa sukses seperti saat ini?

Narasumber:
Saat itu saya berfikir jika saya terus seperti itu saya tidak akan berkembang. Kemudian saya mencoba berjualan roti dengan memproduksinya sendiri.

Pewawancara:
Apasih rahasia roti Bapak sehingga banyak orang yang suka dengan roti buatan Bapak?

Narasumber:
Saya kira tidak ada resep rahasia atau bumbu istimewa dalam pembuatan roti saya. Saya menggunakan bahan yang sama dengan pembuat roti yang lain. Tetapi saya menjaga kualitas adonan roti dan mengolahnya dengan sangat baik.

Pewawancara:
Apakah yang Bapak masud dengan adonan yang berkualitas itu?

Narasumber:
Adonan yang berkualitas adalah adonan yang akan menghasilkan roti yang berkualitas pula. Itulah sebabnya mengapa saya lebih memilih membuat adonan sendiri dari pada membeli yang sudah jadi. Semua proses itu saya lakukan sendiri, mulai dari pemilihan tepung dan mencampur bahan-bahannya.

Pewawancara:
Bagaimanasih Pak, proses membuat roti itu?

Narasumber:
Pertama-tama kita harus menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, seperti tepung roti, ragi, air, telur, dan bumbu lainnya. Setelah itu, kita buat adonan dengan mencampur bahan-bahan tersebut hingga menjadi kalis. Setelah itu kita membentuk adonan roti itu sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Kemudian masukan adonan itu ke dalam oven dengan panas yang stabil sebesar 15 derajat celcius selama 15 menit.

Pewawancara:
Setelah itu apakah roti sudah bisa dijual?

Narasumber:
Tentu saja belum, masih ada proses lagi yaitu pemberian campuran seperti, keju, coklat, susus, dan lain-lain. Setelah itu kita dinginkan selama beberapa menit dan roti kita kemas dengan kemasan khusus. Barulah seteleh itu roti sudah bisa dijual.

Pewawancara:
Ohh jadi seperti itu proses pembuatan roti. Kalau begitu terimakasih Pak atas waktu dan informasi yang telah Bapak berikan kepada kami. Semoga usaha Bapak bisa terus maju.

Narasumber:
Terimakasih kembali Dik, dan ini ada sedikt oleh-oleh dari saya. Silahkan dinikmati!

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Teks Wawancara dengan Pengusaha, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Teks Wawancara dengan Pengusaha di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Teks Wawancara dengan Pengusaha untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Teks Wawancara. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya.

Loading...
Loading...